Ritual Santet

Ritual Santet
Bab 2 _ Kerasukan


__ADS_3

Fatimah tidak bisa berkata apa - apa setelah melihat pemandangan yang sangat mengerikan tersebut, kambing - kambing yang sudah ia rawat sejak kecil kini leher mereka sudah terpotong dan tergeletak bercucuran darah, air mata yang membasahi pipinya yang belum sempat mengering pun kini kembali basah, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dosa apa yang telah ia perbuat sehingga terjadi hal buruk seperti ini, namun ia tetap mencoba untuk tegar dan bersabar menghadapi semua cobaan tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali mencari adiknya, disetiap langkahnya ia terus melantunkan doa supaya tidak terjadi sesuatu hal buruk yang menimpa adiknya.


Ketika ia melirik ke sebuah pohon, ia melihat seorang laki - laki yang sedang menangkap seekor ayam hitam, lantas ia pun langsung menghampirinya.


Dan betapa terkejutnya ia bahwa ternyata yang dilihatnya adalah adiknya,


fatimah merasa sangat ketakutan, ketika melihat adiknya memakan kepala seekor ayam hitam tersebut mentah - mentah dihadapannya, fatimah yang melihatnya merasa mual dan ingin sekali memuntah semua isi perutnya, karena ia tidak tahan melihat betapa menjijikannya apa yang diperbuat adik kesayangannya tersebut,


" dik....apa yang sebenarnya terjadi padamu ? ".


Tanya fatimah kepada adiknya tersebut, sekujur tubuh fatimah bergemetar hebat, ketika melihat pemandangan yang sudah tak lazim tersebut, kepalanya terasa pening, dan ingin sekali rasanya ia pingsan, ia sudah tidak kuat lagi melihat hal ini semua, namun bagaimanapun ia harus tetap dalam keadaan terjaga, ia harus kuat menghadapi ini semua, karena bagaimanapun juga adiknya tersebut adalah satu - satunya saudara kandung yang masih ia miliki, ia harus menjaganya semampu yang ia bisa walau nyawa adalah taruhannya.


Fatimah pun mulai mendekati adiknya yang belumuran darah ayam hitam di mulutnya, sebagai seorang kakak ia harus sanggup menghadapi sebesar apapun masalah yang dihadapi adiknya.


Tanpa disadari adiknya mengeluarkan pisau dan menyerang fatimah, beruntung fatimah cepat menghindar dan melarikan diri dari serangan adiknya tersebut, fatimah berlari kedalam rumahnya lewat pintu belakang, ia merasa ketakutan sekali setelah dirinya diserang oleh adiknya sendiri, napas fatimah terengah - engah kelelahan, ia mengunci pintu belakang supaya tidak bisa di lalui oleh adiknya tersebut, wajah adiknya terlihat begitu menyeramkan, ia tidak terlihat seperti adiknya yang selama ini ia kenal.


" dug...dug....dug....".


Sepertinya adiknya mencoba untuk membobol pintu belakang rumahnya tersebut.


Fatimah yang menyadiri hal tersebut pun mulai berlari mencari tempat persembunyian.


"duaggggggg.....".


Si adik pun berhasil membobol pintu belakang rumahnya tersebut, namun fatimah berhasil melarikan diri, dan kini ia sedang bersembunyi di bawah ranjang yang berada di kamarnya, sedangkan si adik ia menghancurkan semua benda yang dilihatnya.


Fatimah tidak mengerti apa yang sedang dialami oleh adiknya sehingga terlihatmenyeramkan seperti itu, ketika fatimah berada di bawah ranjang tiba - tiba saja ia melihat banyak sekali darah yang mengucur di atas ranjang, fatimah pun mencoba memberanikan dirinya untuk keluar dari bawah ranjang, bulu kuduk fatimah pun tiba - tiba saja berdiri dan keringat dinginnya pun mulai keluar, tetapi ia harus memberanikan dirinya, fatimah pun mulai merangkak keluar dari bawah ranjang tersebut.


Ketika fatimah hendak keluar dari bawah ranjangnya, ia sempat mendengar seorang wanita sedang menyanyi dengan nyanyian berbahasa jawa, siapa sih yang nyanyi malam - malam gini..?.


Fatimah pun sempat terdiam sesaat ketika mendengar nyanyian tersebut, hingga akhirnya ia kembali merangkak keluar dari bawah ranjangnya tersebut.


Betapa terkejutnya fatimah ketika kepalanya sudah hampir keluar dari bawah ranjang, tiba - tiba saja sosok makhluk menyeramkan muncul dari atas ranjang dan menampakan dirinya di depan wajah fatimah, sosok makhluk berkulit gelap dengan darah yang memenuhi sekujur tubuhnya, fatimah terperanjak ketika melihat sosok menyeramkan tersebut, ia tidak bisa lagi menahan diri, fatimah pun beteriak ketakutan.


" ahhhhhhhhhhh".


Setelah fatimah berteriak, tiba - tiba saja sosok makhluk menyeramkan tersebut pun menghilang entah kemana.


Napas fatimah terengah - engah, detak jantungnya terasa berdenyut cepat, ia merasakan betapa menyeramkannya malam yang ia rasakan ini.

__ADS_1


Setelah fatihah keluar dari bawah ranjangnya, betapa terkejutnya ia ketika melihat banyak sekali sosok menyeramkan yang ia lihat sebelumnya, dan kini mereka merangkak diatas dinding, fatimah tidak bisa merasakan tubuhnya, tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa bergerak, ia hanya bisa memandagi makhluk - makhluk menyeramkan tersebut, fatimah mengigit jarinya sendiri karena merasa ketakutan, air mata yang membasahi pipinya pun kini sudah mengering, tetapi keringat dingin hampir menutupi semua pori - pori di sekujur tubuhnya.


" duagggg....".


Ternyata adiknya berhasil mendobrak pintu kamar fatimah, kini mereka saling bertatap muka, fatimah merasa sangat bersedih dengan kondisi tubuh adiknya yang belumuran darah di sekujur tubuhnya, tetapi fatimah sudah kehabisan air mata, ia hanya bisa menatap adiknya tersebut dengan penuh kesedihan.


Tanpa diduga - duga tiba - tiba saja adiknya tersebut mengeluarkan pisau dapur dan menggorok lehernya sendiri, fatimah yang melihatnya sontak berteriak.


" dani........".


" hiks.....hiks...dani...".


Ia menangis walau air matanya tidak mau menetes lagi dari kelopak matanya, adik tercintanya kini terkapar mengenaskan tepat berada di depan wajahnya, tubuh fatimah terasa lemah dan tidak berdaya setelah melihat adiknya terkapar mengenaskan.


Makhluk - makhluk menyeramkan tersebut menatap tajam bola mata milik fatimah, menatap seakan hendak memangsanya, mereka mulai merangkak menghampiri mereka, fatimah yang melihatnya begidik ketakutan.


" sudah hentikan....hentikan...."


Makhluk tersebut pun berteriak keras, sehingga membuat kaca jendela di kamar fatimah pecah.


"ghwaaaaaaaa....".


 


//*


" tiitt.....".


Yahya memarkirkan mobil nya kedalam bagasi, entah kenapa bayangan fatimah selalu hadir di kepalanya, yahya merasa adanya kenyamanan ketika berada disisinya walau hanya berjumpa sesaat, tetapi yahya sudah mempunyai seorang anak, ia hidup berdua bersama anaknya yang masih belia, istrinya meninggal empat tahun yang lalu setelah melahirkan anaknya, ia berjanji akan membahagiakan anaknya bagaimana pun caranya, baginya ia sudah menjadi harta yang sangst berharga dan tidak ternilai harganya, maka dari itu ia harus membuang pikirannya jauh - jauh mengenai fatimah, ia harus menganggap kejadian yang ia rasakan bersamanya hanyalah sebuah hembusan angin belaka yang hilang dalam sekejap.


Setelah memasukan mobilnya kedalam bagasi, yahya pun memasuki rumahnya, " assalamualaikum ". Ucap yahya sebelum memasuki rumahnya.


" walaikumsalam ".


" mbok, raffa dimana ya mbok ?". Tanya yahya kepada mbok siti pembantu rumah tangganya.


" dedek raffa nya sedang tidur dikamarnya ".


Yahya pun langsung pergi menghampiri anaknya tersebut di kamarnya, ia tersenyum disaat ia melihat anaknya tertidur dengan pulas, yahya pun mengecup kening anaknya tersebut seraya berkata.

__ADS_1


" raffa, maafkan papa ya karna selalu pulang terlambat ".


\*


 


" non...bangun non...".


Fatimah pun mulai membuka matanya dan mulai siuman, sekujur tubuhnya terasa lemas dan sangat berat, ia kesulitan menggerakkan tubuhnya.


" non...jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu ".


Fatimah merasa kebingungan karena tiba - tiba saja ia berada di ruang tamu, ia merasa kebiingungan karena ia melihat ruang tamunya masih terlihat rapi, padahal yang ia tahu tadi ruang tamunya tersebut sudah hancur berantakan.


" mbok....ini dimana ?". Ucap fatimah dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah.


" non fatimah sedang berada di rumah tepatnya di ruang tamu ".


" apa yang terjadi denganku mbok ?


dan dimana dani mbok ? ". Tanya fatimah karena ia merasa aneh dengan dirinya sendiri.


" non fatimah tadi kerasukan, beruntung mbok sempat memanggil pak ustadz ".


" hah aku kerasukan mbok ? ". Tanya fatimah dengan eksperisi wajah yang menandakan dirinya sedang kebingungan.


" iya non, tadi non fatimah kerasukan, mbok takut non fatimah tadi serem banget, jadinya mbok panggil pak ustadz untuk menyadarkan mbok kembali ".


Mendengarkan penjelasan mbok tuti tersebut membuat fatimah tercengang, karena yang dijelaskannya sangat jauh berbeda dengan apa yang dilihatnya tadi.


" mbok...dani dimana mbok ? ". Tanya fatimah dengan perasaan yang penuh kekhawatiran.


" maaf non, sebenarnya mas dani tadi mengalami kecelakaan tadi siang ketika hendak pulang dari kampusnya ".


Fatimah yang mendengarnya pun terkejut dan langsung menanyakan keadaan adiknya tersebut.


" bagaimana keadaannya sekarang ? ".


" kabarnya belum jelas non, dokter bilang lukanya cukup parah dibagian kepala ".

__ADS_1


Fatimah pun ingin segera bangkit dan menemui adiknya tersebut, namun mbok tuti melarangnya karena sekarang kondisi fatimah masih sangat lemah, mbok tuti memerintahkan fatimah untuk beristirahat terlebih dahulu, dan mempercayakan semuanya kepada yang maha kuasa.


__ADS_2