Ritual Santet

Ritual Santet
Bab 5_Zahra


__ADS_3

tok tok tok...


Suara ketukan pintu.


" siapa disana ? "


Tanya Fatimah. Dengan cepat ia pun langsung menghampiri pintu dan membuka nya.


klekkk...


Ketika Fatimah membuka pintu betapa keheranannya ia karena tidak ada seorang pun terlihat didepan pintu tersebut, lantas ia pun kembali menutup pintu dan kembali menjaga dani di kamar tidurnya.


tok tok tok...


Tak berselang lama terdengar kembali suara ketukan pintu, Fatimah pun kembali membuka pintu tersebut


" siapa sih yang ngetuk - ngetuk pintu " Ucapannya dalam hati.


dorrr....


arghhhhhh....


" Ih Zahra nyebelin banget sih kamu "


Ucap Fatimah yang kesal karena telah dikerjai oleh Zahra sepupu kandung nya.


" ayo kamu takut ya ? " Tanya Zahra yang senyum senyum mengejek Fatimah yang terkejut setelah dikerjai nya.


" apasih kamu nih, kurang kerjaan banget tau nggak, kasihan kan nanti Dani terganggu "


" maaf, sebenarnya aku tidak bermaksud mengganggu, aku hanya ingin memberi buah buahan ini untuk Dani supaya dia cepat sembuh "


Ucap Zahra seraya menyerahkan keranjang yang penuh dengan buah buahan untuk Dani yang sedang sakit.


Setelah itu mereka pun saling berbincang bincang membicarakan kehidupan yang sedang dialami nya belakangan ini


" zah.... ngomong - ngomong sudah berapa lama kamu berada rumah bibi ? "


" oh sebetulnya, aku baru tinggal dua hari di rumah bibi noka, aku baru saja nyampe hari Kamis lalu "


" oh okelah kalau begitu, kira kira kamu masih lama kan tinggal di rumah bibi noka ? "


" iya masih lama kok sekitar satu bulanan lah " Ucap Zahra " emang nya mau apa gitu ? " lanjut Zahra.


Fatimah ia bingung ingin menjawab apa setelah ditanya oleh zahra.


" lah kok malah bengong ..."


" eh maaf, sebenarnya aku hanya ingin kamu tinggal dirumahku untuk beberapa hari ini karena..."


mendengar nada bicara Fatimah yang seakan ketakutan dengan sesuatu hal Zahra langsung menatap heran kepada Fatimah dan merasa khawatir dengan keadaan nya


" karena apa fat.....? "


" karena ya aku rindu aja sih sama


kamu " Ucap Fatimah


" Yaelah aku kira ada apa bikin aku khawatir aja kamu nih ".

__ADS_1


Namun ekspresi wajah Fatimah terlihat seperti menyembunyikan sesuatu, Zahra yang melihatnya pun bertanya kepada Fatimah " fat... kalau ada sesuatu yang tidak beres tolong cerita, lagipula aku akan selalu ada kok untukmu, kamu tidak akan pernah bisa berbohong dengan ekspresi wajah mu yang seperti itu "


Fatimah sebetulnya ingin sekali membuka yang selama ini ia pendam kepada orang lain, tetapi ia tidak ingin membebani kehidupan orang lain dengan masalah yang sedang dihadapinya.


" fat....kamu jangan diam aja dong, kamu harus cerita "


Namun tetap saja Fatimah masih tutup mulut dan tidak ingin memberi tahu beban yang sedang ia tanggung selama ini.


" terkadang tidak baik bila menanggung masalah sendirian alangkah baiknya bila diselesaikan bersama sama " Sindir Zahra.


" Zahra kamu yakin mau denger masalah kehidupan ku ? "


" lah kenapa tidak ? " Ucap Zahra


" tapi sepertinya tidak bisa aku bicarakan hari ini, paling nanti besok akan aku ceritakan semuanya "


" ok baiklah, jika itu maumu "


Fatimah merasa sedikit lega sekarang ini, karena ia merasa bahwa Zahra adalah sepupu sekaligus sahabat terbaik nya sejak kecil, Zahra selalu saja mendengarkan apa yang Fatimah katakan, ia merasa beruntung bisa memiliki sahabat sepertinya.


" fat... kira kira kapan Dani boleh pulang ke rumah ? "


" kira kira besok sudah boleh pulang "


" emang sudah berapa bulan ia dirawat dirumah sakit ini ? "


" ya kira kira sudah sampai tiga mingguan lah "


~*~


gyurrrrrr....


Kala itu Yahya masih berada di perjalanan menuju rumahnya setelah baru selesai bekerja di kantor perusahaannya, Yahya bergegas ingin cepat sampai ke rumahnya, namun di tengah perjalanan ia melihat ada seorang perempuan tergeletak di atas jalan, lantas ia pun menghampiri si perempuan tersebut dan langsung mengecek kondisi tubuhnya, betapa terkejutnya Yahya ketika mengetahui bahwa kondisi si perempuan tersebut sudah tidak bernyawa.


" inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un "


Yahya pun langsung memasukkannya kedalam mobil untuk dibawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tersebut.


beberapa menit kemudian.....


Yahya merasa lega karena sudah tiba di rumah sakit.


" assalamualaikum "


" walaikumsalam "


" pak Yahya ada apa malam malam kesini pak ? " Tanya seorang suster kepadanya.


" sus...bisa panggil kan mas fardi


kesini " pinta Yahya.


" oh tentu pak "


lantas si suster tadi pun langsung memanggil mas fardi untuk menemui Yahya.


" ya pak, ada apa ? " tanya mas fardi


" pak tolong angkut mayat seorang perempuan di mobil saya tadi saya tidak sengaja menemukan nya tergeletak dijalanan dengan kondisi tak bernyawa "

__ADS_1


" oh iya pak tentu "


mas fardi pun langsung bergegas untuk mengangkat mayat tersebut, namun ia tidak bisa menemukan dimana letak si mayat itu berada.


" pak dimana mayatnya ? "


" disitu di dalam mobilku "


Lantas Yahya pun langsung menghampiri mas fardi dan mengecek keberadaan si mayat tersebut.


" lah kemana tadi mayatnya ? "


Yahya merasa heran karena mayat yang baru saja ia temui tadi tiba-tiba saja menghilang.


" emang nya tadi beneran ada pak mayatnya ? "


" iya betul mayatnya tadi ada didalam "


Yahya yang merasa keheranan pun langsung kembali mengeceknya kedalam mobil, tetapi ia tidak menemukan apapun, dan ketika ia hendak keluar dari mobil ia menemukan sebuah tali kapan di atas jok mobil nya.


" lah kok ada tali kain kafan disini ? "


Lantas Yahya pun langsung membuang tali kain kafan tersebut kedalam tong sampah.


" ya udah deh sus...mas... kayaknya saya lagi ngantuk jadi mungkin saja saya lagi berhalusinasi atau apalah hehehe..." Ucap Yahya " sus... mas... ngomong ngomong makasih ya dan juga maaf aku jadi ngerepotin kalian berdua " lanjutnya.


" iya pak sama sama "


" ya udah aku duluan ya sus...mas..."


" ya pak hati hati di jalan nya ".


~*~


" Zah...kamu mau pulang ke rumah


bibi ? " Tanya Fatimah.


" nggak dulu kayaknya soalnya aku lagi khawatir sama kamu "


" ya udah sih terserah kamu aja, tapi emang nya bibi noka nggak akan nyariin kamu ? "


Zahra yang mendengar nya pun langsung tertawa.


" hahaha kamu ini ada ada aja, aku kan dah gede bisa pulang sendiri jadi buat apa aku dicariin "


Fatimah pun merasa malu sendiri.


" ia juga sih, tapi kan dia pasti khawatir sama kamu "


Zahra yang mendengar nya pun langsung tersenyum kecil di bibirnya,


" tapi kan aku juga lagi khawatir "


" khawatir kenapa ? " Tanya Fatimah


" aku lagi khawatir sama kamu, karena bagiku kamu adalah sahabat terbaik ku " Ucap Zahra.


" makasih banyak ya Zah... kamu emang sahabat terbaik ku " ucap Fatimah seraya memeluk Zahra.

__ADS_1


Zahra yang dipeluk oleh Fatimah pun merasa sangat terharu dan langsung membalas pelukannya tersebut, sebetulnya Zahra sudah lama sekali mengetahui tentang kondisi Fatimah yang sekarang ini walaupun ia tidak begitu mengetahui nya dengan lebih jelas lagi, terkadang ia merasa begitu iba terhadap kondisi beban hidup yang diderita Fatimah selama ini, sebagai sahabat yang baik ia harus mampu mengeluarkan Fatimah dari kehidupan nya yang seperti ini menuju kehidupan yang lebih baik lagi.


__ADS_2