Ritual Santet

Ritual Santet
BAB 7_ Kematian Mbok Tuti


__ADS_3

" pak bangun pak sudah jam setengah tujuh " ucap seorang pegawai kantor nya.


Yahya pun terbangun dari tidurnya, dan ia bersyukur karena tadi itu hanyalah mimpi, tetapi ia menyesal karena lagi - lagi ia terlambat dalam mendirikan sholat subuh


" astaghfirullahal adziim "


Setelah itu yahya pun langsung beranjak dari tidurnya dan pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh, walaupun terlambat tetapi setidaknya ia tidak meninggalkannya.


Yahya pun langsung mendirikan sholat subuh dan juga bertaubat setelah nya karena merasa berdosa sekali dan dia akan berusaha untuk tidak terlambat lagi dalam mendirikan sholat subuh.


Setelah itu ia pun melanjutkan nya dengan sholat dhuha delapan rakaat, lalu ditutupnya dengan doa setelah sholat Dhuha.


اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَآءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ


اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِيْ مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


 ( Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu


Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang Sholeh ).


Setelah itu yahya pun keluar dari musholla dan membereskan barang barang nya yang berada di kantor dan berpamitan dengan para pegawainya disana


" saya pamit mau pulang dulu ya


teman - teman semuanya "


" oh iya pak hati hati di jalan nya ya pak " ucap para pegawai kantor nya.


Yahya pun bersegera pulang ke rumah, karena anaknya pasti sudah menunggu pulang sejak malam kemarin, padahal yahya sendiri pun sudah berjanji untuk tidak pulang terlalu larut malam, tetapi apa boleh buat justru ia malah ketiduran tadi malam dan bangun ketika matahari sudah terbit, dan ia sangat menyesali hal tersebut.


~*~


" assalamualaikum " Salam Fatimah dan Dani yang hendak memasuki rumahnya.


Kala itu tidak ada orang yang menjawab salam mereka berdua, lantas mereka kembali mengucapkan salam untuk kedua kalinya dengan suara yang agak lantang


" assalamualaikum "


" walaikumsalam " Jawab Mbok Tuti


Mbok Tuti pun merasa terkejut ketika melihat Fatimah dan Dani sudah pulang dari rumah sakit, lalu Mbok Tuti pun menghampiri mereka berdua


" eh kalian berdua sudah pulang ? " Tanya Mbok Tuti


" udah mbok, buktinya kita udah berada disini " jawab Fatimah


" oh iya, ngomong - ngomong gimana kondisi Dani sekarang ? "


" Alhamdulillah Mbok Dani sudah

__ADS_1


baikan " ucap Dani kepada Mbok Tuti


" Alhamdulillah ya Allah, ya udah kalau begitu yuk mari masuk kedalam " Ajak Mbok Tuti kepada mereka berdua.


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat, sedangkan Mbok Tuti ia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


" Dani kamu yakin kondisimu sudah baikan ? " Tanya Fatimah yang sangat peduli kepadanya.


" tenang aja kak kondisiku udah baikan kok " Jawab Dani dengan tenang seraya memeluk erat kakaknya tersebut.


" syukurlah kalau begitu " ucap Fatimah dengan lega.


Non.....


Terdengar seperti suara Mbok Tuti yang sedang memanggil mereka berdua


" ayo non sarapan sudah siap "


Dan ternyata benar itu adalah suara Mbok Tuti yang mengajak mereka berdua sarapan pagi, lantas Fatimah dan Dani pun langsung bergegas menuju ke ruang makan, mereka sudah rindu sekali dengan masakan Mbok Tuti yang enak itu


" iya Mbok tunggu sebentar ! " Ucap Fatimah.


" ayo non... cepetan sebelum Mbok habiskan sendiri nih " Gurau Mbok Tuti.


" iya Mbok ! " Ucap Fatimah.


" wah Mbok, kelihatannya enak nih Mbok "


Ucap Dani


" Ndak usah banyak omong yuk mari makan " Ajak Mbok Tuti


Dan mereka berdua pun langsung menyantap hidangan sarapan pagi tersebut dengan lahapnya.


" wah benar - benar lezat Mbok... seperti biasanya " Puji Dani kepada Mbok Tuti


" wah Mbok ikut senang jika kalian berdua menyukai masakan Mbok "


Setelah mereka kenyang mereka pun langsung membersihkan tempat makan mereka masing-masing dan sisa-sisa makanan yang masih tersisa.


Ketika mereka berdua sedang bersih-bersih tiba-tiba saja terdengar ada orang yang mengucapkan salam diluar.


" assalamualaikum "


" iya walaikumsalam " Jawab Fatimah dan juga langsung menghampiri orang yang mengucapkan salam tersebut.


Dan ternyata dia adalah zahra, betapa senangnya Fatimah karena berkunjung ke rumah nya.


" eh ternyata kamu yuk mari masuk kita sarapan pagi dulu didalam "

__ADS_1


" oh iya makasih, tapi maaf banget soalnya aku dah sarapan tadi " Ucap Zahra


" oh iya nggak apa-apa, kebetulan sih tadi Mbok Tuti masak enak banget "


" apa Mbok Tuti ? " Tanya Zahra dengan penuh keheranan.


Fatimah juga merasa heran dengan ekspresi Zahra yang tidak seperti biasanya.


" i...iya emang kenapa ? " Tanya Fatimah.


Zahra merasa kebingungan karena ia baru saja mendengar kabar bahwa Mbok Tuti baru saja meninggal dua hari yang lalu.


" bukannya Mbok Tuti dah dimakamkan kemarin pagi ya "


" apa Mbok Tuti dah meninggal ? " Tanya Fatimah.


" iya aku juga baru dapat kabarnya kemarin pas aku selesai pulang ngejenguk Dani di rumah sakit " Ucap Zahra.


" terus tadi yang masak siapa ? "


" lah...mana aku tau " Ucap Zahra.


Mereka berdua pun langsung melihat nya kedalam, dan disana mereka tidak melihat Mbok Tuti, lantas Fatimah pun bertanya kepada Dani yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Kamu lihat Mbok Tuti nggak ? " Tanya Fatimah.


" lah... nggak tau tuh, dari tadi bukannya dia belum datang kesini "


" terus tadi yang masak sarapan kita dan buka pintu siapa ? "


" bukannya tadi yang masak itu kakak ya dan tadi perasaan yang buka pintu juga kakak " Ucap Dani yang juga merasa keheranan " emangnya kenapa sih kak, ada apa gitu ? " lanjutnya.


" tadi sih kakak merasa Mbok Tuti yang membuka pintu dan menyiapkan sarapan pagi kita, tapi tadi kakak denger kalau sebenarnya Mbok Tuti itu sudah meninggal dan dimakamkannya kemarin pagi " Ucap Fatimah.


" apa...Mbok Tuti meninggal ? " Tanya Dani yang terkejut dengan adanya berita duka tersebut " inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un " Ucapnya.


Mereka berdua pun terlihat begitu sedih karena telah ditinggal oleh sosok Mbok Tuti yang telah merawatnya selama ini.


Dani dan Fatimah merasa bahwa berita kematian nya ini terlalu mendadak, sebenarnya mereka berdua belum siap untuk ditinggal oleh sosok yang telah merawatnya selama ini, dan mereka berdua pun memutuskan untuk pergi mengunjungi rumah Mbok Tuti terlebih dahulu sebagai bentuk bela sungkawa kepada keluarga nya.


" Zahra seperti nya kami berdua akan mengunjungi rumah Mbok Tuti dulu, ngomong-ngomong kamu mau ikut nggak ? " Ajak Fatimah.


" oh iya aku juga mau berbela sungkawa kepada keluarga, kebetulan aku juga belum sempat untuk pergi kesana ".


Mereka bertiga pun bersiap untuk pergi ke rumah Mbok Tuti, Fatimah pun mengunci semua pintu-pintu yang masih terbuka dan membereskan terlebih dahulu rumahnya dan setelah itu mereka bertiga pun berangkat mengunjungi rumah Mbok Tuti untuk berbela sungkawa kepada keluarga nya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2