Ritual Santet

Ritual Santet
Bab 8 : Rumah Mbok Tuti


__ADS_3

kami pun mulai berangkat menuju rumah mbok tuti, ini kabar yang sangat mengejutkan, mengingat mbok tuti yang tiga hari yang lalu masih sehat wal'afiyat, namun entah kenapa tidak ada yang memberikan kabar jikalau beliau ini sudah meninggal dunia, untuk sekarang ini kami ingin langsung menuju rumahnya dan mengobrol dengan keluarga yang ditinggalkan.


Sesampainya disana, kami bertemu dengan riza anak sulung nya mbok tuti, dan kami pun langsung meminta penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, menurutnya mbok tuti mengalami hal - hal aneh selama beberapa hari yang lalu, ia kerap kali kedapatan seperti sedang ketakutan, bahkan ia sering berteriak-teriak berkata " jangan ", sudah lama sekali keluarga mbok tuti tidak menginzinkannya keluar rumah, karena mereka takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pernah sekali mereka lalai dan benar saja mbok tuti kabur dari rumah, kemuadian ia kedapatan oleh warga sedang memakan ayam hidup-hidup di dekat rumah tetanggganya, dan setelah hari itu keluarga mbok tuti langsung tidak lagi membiarkannya keluar rumah untuk hal apapun.


disini fatimah nampak terlihat kebingungan dan terheran-heran dengan semua klarifikasi yang di jelaskan oleh riza, bukan tanpa alasan, mbok tuti selama beberapa hari kebelakang masih membersihkan rumahnya dan bahkan masih sempat memasak sarapan untuk fatimah dan dani, menurutnya hal ini sangatlah tidak wajar dan diluar nalar, apalagi yang mendengar apa yang dilakukan mbok tuti hampir sama persis seperti yang dilakukan dani didalam mimpinya fatimah seminggu kebelakang.


Kemudian fatimah meminta riza untuk menceritakan detik detik kematiannya mbok tuti, riza pun dengan tidak merasa keberatan menceritan semua kejadiannya, riza menceritakan bahwa mbok tuti telah meninggal kemarin lusa malam tepatnya pada pukul 21.35, mbok tuti terlihat seperti mengalami kejang-kejang, muntah darah dan juga suhu ditubuh sangat lah tinggi, mereka tidak sempat membawa nya kedokter, karena waktu itu, mbok tuti langsung meninggal di tempat kejadian, riza terlihat sangat sedih sekali menceritakannya, dan terlihat ada air mata yang keluar dari kelopak mata nya, fatimah, dani dan zahra pun berbelasungkawa atas kematian mbok tuti.


" yang sabar ya, za " ucap fatimah

__ADS_1


" kamu harus kuat menghadapinya " sambungnya.


Mereka bertiga pun memberikan sebuah amplop kepada riza sebagai bentuk belasungkawa nya, lalu setelah itu mereka pun berpamitan dengan riza undur diri.


" oh iya, hati hati di jalan ya " ucap riza.


mereka pun undur diri dari rumah mbok tuti.


" nggk, enak aja " ucap fatimah

__ADS_1


" kakak pelit " lanjut dani


bumm.......


mereka pun berangkat


" riza....sampai jumpa " salam mereka bertiga


rumah mbok tuti memang agak jauh dari rumah mereka, mbok tuti biasanya pulang sebulan sekali ke rumahnya karna memang jaraknya lumayan jauh, dan yang biasa mengantarnya adalah riza, namun sangat aneh bila beberapa hari lalu yang lalu mbok tuti pulang ke rumahnya dan mengalami hal yang aneh-aneh disana, mengingat bahwa tiga hari kebelakang ia masih membersihkan kediaman rumah fatimah bahkan setelah mereka pulang dari rumah sakit pun, mbok tuti sempat memberi makan mereka berdua, walaupun pada akhirnya datang lah zahra yang memberi kabar bahwa mbok tuti sudah meninggal, ditambah lagi pernyataan dani yang mengatakan bahwa yang memasak sarapan pagi tadi bukanlah mbok tuti melainkan fatimah itu sendiri.

__ADS_1


banyak sekali kejadian aneh yang dialami fatimah beserta keluarga nya belakangan ini, terlebih setelah orang tua mereka berdua meninggal dunia, mereka berdua seperti mendapatkan teror dari hari ke harinya, namun mereka hanya bisa berpasrah diri kepada sang pencipta atas semua kejadian yang ada.


__ADS_2