
Apa yang terlintas dalam benak anda saat melihat rumah tua atau gedung yang besar dan megah namun dibiarkan begitu saja hingga usang termakan waktu. Terbengkalai. Iya hanya itu yang cocok untuk menggambarkan bangunan tua yang telah kosong tak terawat.
Tapi pernahkah anda berpikir, faktor apa yang membuat bangunan-bangunan itu menjadi terbengkalai? Aneh rasanya jika bangunan yang direncanakan sedemikian rupa, tiba-tiba terhenti begitu saja tanpa alasan yang jelas.
Andai saja kita ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti semua memiliki akar cerita masing-masing. Walau tak sedikit orang menutupinya dengan pernyataan yang logis. Tapi tak sedikit pula yang mengkaitkannya dengan peristiwa mistis yang disebabkan oleh hal yang berbau metafisik.
Keluhannya sangat beragam, terutama untuk alasan yang logis, dari kehabisan dana atau terjadi masalah pada lahan yang tengah digarapnya.
Dan ada juga yang mengatakan jika terhentinya pembangunan disebabkan oleh gangguan mahluk tak kasat mata yang timbul akibat bangunan berdiri di atas lahan yang dulunya bekas pemakaman keramat, ada juga yang menarik kesimpulan jika di lokasi itu memiliki kisah kelam yang pernah terjadi di masa lampau. Seperti pembantaian massal, bunuh diri, atau korban saat jaman kolonial Belanda.
Mungkin pernyataan di atas itu yang paling cocok untuk menggambarkan peristiwa aneh yang kerap aku alami saat mendiami rumah Loji. Hingga saat ini rumah itu tak ada perubahan sedikitpun, masih menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap.
***
Yudi adalah seorang anak dari kakak Ibu-ku, saat ia masih berusia empat tahun, Yudi seringkali ditinggal berpergian oleh keluarganya, hingga ia dititipkan kepada ibu-ku untuk waktu yang cukup lama. Tak heran Yudi kecil lebih senang tinggal bersama keluargaku dan menganggap aku sebagai adiknya. Hingga suatu ketika saat Yudi berusia 19 tahun, ia memutuskan untuk merantau di kota Serang Banten dan sukses dengan bisnis batu baranya.
Hingga suatu ketika ia membeli rumah yang berlokasi di Loji, tepatnya di Bogor Jawa Barat. Bukan rumah yang megah dan mewah yang menarik perhatiannya, namun justru rumah tua dan kumuh yang menjadi daya tariknya.
Namun bukanlah tanpa alasan Yudi membeli rumah tua tersebut. Ia bermaksud untuk mengambil lahan luasnya saja, guna dibangun rumah megah berlantai lima seperti rumah lainnya, yang ia miliki di berbagai provinsi
__ADS_1
Namun kali ini keberuntungan tidak memihak kepadanya, selang bangunan yang ia rencanakan setengahnya berjalan. Ia kerap didatangi oleh berbagai macam masalah yang begitu bertubi-tubi.
Di mulai dari sang Istri yang kerap dirasuki makhluk halus yang tiada hentinya. Walau segala upaya telah Yudi tempuh untuk menyembuhkan sang Istri, namun tak ada satupun usahanya yang membawakan hasil, tentu itu membuat Yudi mengalami guncangan batin yang begitu hebat.
Belum lagi bisnisnya yang mengalami kemunduran, ketika sebuah kapal pengangkut batu bara yang ia investasikan mengalami maslah di perairan Singapura membuatnya merugi ratusan juta. Dan lagi denda angsuran yang terus membengkak, yang dihasilkan dari biaya pembangunan rumah, hingga memaksa Yudi untuk terbelit hutang dengan jumlah yang besar.
Belum cukup sampai di situ. Nasib buruk pun kini menimpa adiknya. Berbulan-bulan Arif tersiksa oleh rasa gatal yang terus menggerogoti sekujur tubuhnya hingga menimbulkan benjolan sebesar telur puyuh yang mengeluarkan nanah kental, dan anehnya, penyakit itu bertambah parah di saat hari tertentu.
Hingga suatu saat keluarganya membawa Arif pada rumah sakit ternama di Kota Bogor, dan kami terheran-heran ketika dokter menyimpulkan tidak di temukan kulit yang mengalami iritasi atau alergi yang menyerang tubuh Arif. Sungguh penyakit itu sangat sulit untuk disembuhkan, semua obat antibiotik seakan tak ada khasiatnya, bukan hanya Yudi dan Arif yang merasakan hal buruk.
Aku, Ardan dan Alvien yang selalu berada di rumah tua itu pun mengalami hal yang serupa.
Di sisi lain Alvien pun merasakan gejala aneh pada tubuhnya, ia mengalami cegukan yang tak berujung selama berminggu-minggu, membuatnya tak lagi bisa mengucap sapatah katapun. Saat itu Alvien dibawah keluarganya ke Bekasi untuk menjalani pengobatan tertutup, entah apa yang terjadi selanjutnya aku tidak tahu.
Terakhir kejadian itu menimpaku dengan diawali penyakit lambung yang aku derita dalam waktu yang sangat lama, sakit yang aku rasakan awalnya seperti gejala Maag biasa, namun lama kelamaan timbul tiga benjolan yang melintang dari pinggang hingga ulu hati, aku tahu sekali gejala Maag pada umumnya, tapi kali ini jelas sangat berbeda, tidak ada gejala perih atau mual sedikitpun, yang hanya aku rasakan hanyalah ngilu yang begitu hebat jika benjolan itu bergeser ke sisi lain di perutku. Sempat aku berpikir jika aku terkena penyakit kangker lambung yang sempat mematahkan semangat hidupku.
***
Rumah terbengkalai 2017 Nampak depan
__ADS_1
Tampak dari sisi kanan belakang.
Hingga saat ini warga sekitar tidak ada yang mau menginjakan kaki ke dalam bangunan itu.
Saat Idul Fitri kemarin aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Arif yang di Gg. Rantai Bogor dan mengajaknya untuk mengunjungi rumah yang berada di Loji.
"Sudah berpindah pemilik, bukan punya bang Yudi lagi," ujar Arif, menyeringai tersenyum.
Aku penasaran dengan pendapat warga sekitar dengan rumah tua itu, apakah pernah mendengar hal aneh yang terjadi di rumah itu, "Ah, itu sih bangunan Tua, sarang setan, Mas. Yang dari mana-mana masuk ke rumah itu," ujar Hamdi, pemilik toko, "Berapa kali dikasih lampu, tapi nggak lama udah mati lagi, jadi dibiarkan saja gelap seperti itu."
Saat tiba Aku hanya di depan rumah dan memotret bagian depan dan belakang yang terlihat dari jalan. Setelah itu kami bergegas pergi, tak ingin berlama-lama menatap bangunan yang berdiri angkuh tak berpenghuni itu, masih jelas tersirat semua kejadian aneh yang kerap kami alami di dalam rumah ini.
Aku orang pertama yang menyadari jika ada hal ganjil yang menghantui rumah tua itu, entah mengapa aku selalu merasa diawasi oleh sesuatu yang tak berwujud, perasaan itu timbul setiap kali aku berada di sekitaran rumah Loji.
"Itu pertama kalinya aku merasakan hal yang berada di luar nalar manusia, memang awalnya aku tidak mempercayainya, namun setalah aku kaitkan, semua hal ganjil yang aku alami baru nampak berhubungan," kata Deni (narasumber) yang membalas BBM 'ku.
Kisah seram apa yang ia dapatkan ? pengalaman apa yang ia tahu tentang makhluk tak kesat mata?
Ada kejadian yang sampai saat ini aku tidak bisa lupakan, itu di saat aku hendak pergi ke kamar mandi, aku melihat sebuah gumpalan hitam yang menyerupai rambut, nampak dari sudut atas pintu kamar mandi, seakan gumpalan meronta-ronta ke arahku dengan penuh amarah! Semakin lama aku pandangi, gumpalan hitam itu semakin berbentuk, hingga terlihatlah, seraut wajah pucat pasi, dengan mata menghitam lebam.
__ADS_1