SALAH SIKAP

SALAH SIKAP
Aku


__ADS_3

Untuk pertama kali menyapa orang-orang yang belum mengenalku, kenalin aku Hana. yah walaupun orangnya tidak se indah Hana yang kalau bahasa jepang artinya bunga. aku keturunan orang biasa. tinggalnya juga di kampung. yang lebih parahnya lagi, temanku sedikit. bukan karna aku malas cari temen, tapi kebanyakan gak ada yang mau temenan sama aku. malahan banyak yang ngajak musuhan. tapi ada satu yang betah temenan sama aku. namaya lili. heran aku juga kenapa dia mau temenan sama aku. banyak orang bilang aku itu pemarah, makanya pada gak suka. tapi aku gak peduli. ini hidup ku.


"dicariin kemana-mana juga. ternyata disini!"


lili menghampiriku. aku hampir lupa kalau tadi dia ngajak aku pergi ke pasar minggu. tapi aku malah duduk merenung di depan rumah.


"hehe... aku kira kamu lupa."


"alah. adanya juga kamu yang suka lupa."


"yaudah ayo jalan."


kalau pergi kemana-mana aku pasti di temani lili. pokoknya bener-bener aku gak punya temen deket lain. setelah hampir dua jam aku dan lili muter-muter, ahirnya kita mutusin buat pulang dan makan di rumahku.


"untung bawa uang banyak. kalau gak kita gak bisa beli sebanyak ini. mana makana..."


"nawa.."


belum selesai aku nyrocos sama lili, ada yang manggil namaku. tapi bukan prinsip ku kalau orang yang menurut aku orang asing itu aku sapa balik. aku hanya menatap heran lalu ngajak lili pulang.

__ADS_1


"eh, itu di sapa sama dia."


aku gak peduli dan tetap menarik tangan lili agar segera pulang.


"kamu kenapa sih? penyakit kamu kambuh lagi?"


aku melotot. lili bilang aku penyakitan dong? aku hendak marah karna nggak terima. tapi dengan santainya lili bilang


"kalau gak penyakitan yah gak usah marah-marah."


aku segera mengatur nafasku dan membuka kantong belanjaan tadi. lupakan hal yang tadi.


"eh, kamu tuh harusnya gak terlalu cuek sama orang. itu tuh semakin membuat kamu susah dapet temen, apalagi jodoh."


"yah tapi kamu tuh ha.."


"sssttt... mulai kan dakwah."


"ya ampun han... kamu tuh kalau di nasehatin gitu yah! sebel deh aku."

__ADS_1


"heheh.. udah nih makan- makan."


hal ini yang membuat aku senang berteman dengan lili. walaupun dia marah, itu cuma sesaat. tapi aku juga sering berfikir, padahal aku sering buat dia emosi, tapi dia tetep baik sama aku. lili itu orangnya kalem. cepet berbaur dengan orang lain. aku juga kadang cemburu kalau dia lagi asyik sama temennya yang lain. tapi bukan berarti aku cinta sama lili. aku masih waras.


aku dan lili siap menyantap martabak yang baru di beli tadi. sengaja tadi sore aku sama lili nggak makan. biar nanti ngak kekenyangan.


"han, aku saranin nih sama kamu. kamu tuh harus banyak berteman. biar gak bosanlah sama aku terus."


"yah gimana? susah sih. gak ada tuh yang mau terima sikap aku yabg kaya gini selain kamu. yah kamu mah enak. gampang berbaur dengan orang!"


"maknnya kamu tuh harus berubah."


"kaya kamu gak pernah liat orang tua aku aja. ini tuh sudah mendarah daging."


lili mengangguk mengerti. dia mungkin tau kalau sikap seseorang itu sudah dirubah.


"tapi aku heran deh, padahal kamu tuh jarang berteman. tapi kok banyak yang nyapa kamu?"


aku berfikir sejenak. memang benar sih sepertinya banyak orang yang tau tentang diriku. tapi bodo amat lah.

__ADS_1


"ahhh... paling juga mereka cuma jail. gak usah di fikirin lah orang-orang kaya gitu."


lili mengangguk dan kembali makan.


__ADS_2