
Sebelum pulang ke rumah, aku mampir sebentar di toko yang ada di dekat rumah nenekku. kebetulan di sana ada es campur yang enak. aku sering beli di sana sama lili.
"mba... mau beli es campurnya."
belum ada sautan dari dalam. seperti tak ada orang. sekali lagi aku berteriak.
"mba... beli es.."
"iya. sebentar."
seseorang menyaut. tapi sosoknya belum muncul dan itu juga bukan suara mba-mba yang sering menjadi pelayan.
aku menunggu cukup lama sampai dia datang.
"beli apa?"
"es campurnya satu. es batunya agak di banyakin yah!"
"iya."
aku menatpnya penasaran. karna baru kali ini pelayannya cowok. dan sialnya wajahnya itu tertutup sama jajanan yang di gantung di depannya. aku jadi gak bisa melihat jelas seperti apa dia.
"ini mba."
"oh iya. makasih. ini uangnya."
sebenarnya aku masih penasaran. tapi ya sudahlah. aku segera kembali kerumah sebelum ibuku ngomel karna sampai sore aku belum pulang.
setelah sampai dirumah, aku melihat ibuku sedang duduk di teras.
"dari mana aja kamu?"
tuh kan benar saja. aku langsung di introgasi.
__ADS_1
"kerumah nenek tadi."
"kamu tuh keseringan kesana. malu ibu tuh. nanti dikira gak bisa ngasih makan anak."
"kenapa jadi ngomongnya ke nggak bisa ngasih makan anak?"
ibuku menarik nafas seperti hendak marah tapi menahannya. mungkin sebenarnya ibuku juga kesal padaku yang selalu membantah.
"kamu pasti makan disana kan?"
aku hanya cengengesan. karna memang benar tadi siang aku makan disana. tapi bukan berarti aku minta-minta.
"tadi si lili nyariin kamu tuh!"
"di mana?"
aku langsung semangat. karna teman aku satu-satunya ahirnya pulang juga.
aku yang hendak pergi kerumah lili kembali mengurungkan niatku dan masuk ke dalam rumah. aku cuma berharap kalau lili nanti malam datang lagi kerumahku.
karna tadi malam lili nggak datang kerumahku, paginya setelah aku membereskan rumah dan mandi aku langsung datang kerumahnya.
"aku kira kamu bakalan datang lagi malam."
"aku tuh capek. lagian nih ya, aku gak mau kecewa lagi. kamu tuh kalau udah ada di rumah nenekmu itu pasti lama disana. bisa sampe jamuran."
"lah gitu banget sih ngomongnya."
aku pura-pura kesal padanya. lili tersenyum dan langsung merangkulku.
"ada tukang es cream baru loh. katanya lebih enak."
aku langsung tersenyum dan segera pergi bersama lili. setelah membeli dua es cream, aku dan lili duduk di bangku yang ada di pinggir jalan. kebetulan disana itu biasa jadi tempat nongkrong orang-orang yang lagi ingin bersantai. tempatnya cukup ramai.
__ADS_1
"beneran enak ternyata."
"tuh kan apa aku bilang"
lili langsung menyombongkan diri. aku langsung menatapnya sinis.
"gak bawa apa-apa gitu buat aku. habis ada acara udah lupa temen aja."
"tenang guys. ketinggalan dirumah."
lili memamerkan senyum lebarnya itu. aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. ketika lagi asyik ngobrol, oli tiba-tiba muncul di dipan kami. aku dan lili langsung diam karna kaget.
":han, li.. kalian asyik banget sih ngobrolnya."
"hehe.. iya nih"
lili menjawab singkat. sedangkan aku hanya diam saja. sudah jelas aku tidak menyukainya. tapi tetap saja dia mengganggu.
"aku boleh ikutan dong."
" yah aku sih gimana hana?"
lili menatapku. aku jadi semakin kesal. apa lagi lili meyudutkanku.
"lah kok aku sih?"
"berarti boleh donk!"
aku segera berdiri dan mencari-cari alasan agar bisa pergi dari sini. aku gak mau berlama-lama dengan oli yang hanya membuatku muak.
"yaudah kalian ngobrol dulu aja yah. aku lupa tadi di suruh ibuku beli gula. dah.."
aku segera pergi. tak peduli dengan teriakan lili yang terus memanggilku.
__ADS_1