SALAH SIKAP

SALAH SIKAP
Halal bi-halal


__ADS_3

Acara yang sudah di nanti-nantikan ahirnya datang juga. Aku segera bersiap-siap dan pergi kerumah Lili. kita berangkat bersama.


"udah siap?"


Lili mengangguk. dia menjadi panitia halal bi-halal, tapi lebih memilih berangkat bersamaku. padahal harusnya berangkat duluan membantu timnya menyiapkan acara.


"yuk."


aku dan Lili berangkat mengendarai sepeda motornya. setelah sampai di sana, aku dan Lili segera bergabung. suasana sangat ramai tak seperti yang aku bayangkan. aku merasa lega karna kebanyakan tamu yang di undang datang menghadiri.


"Han, aku kesana dulu yah. takut nanti mereka ngomel."


aku mengangguk.


"oh iya, kamu duduknya di sana yah!"


Lili menunjuk salah satu kursi kosong di barisan ke tiga. aku melirik mengikuti arah telunjuk Lili. aku segera mengangguk. Lilipun segera pergi bergabung dengan panitia lain. aku segera berjalan ke arah tempat duduk yang di tunjuk Lili barusan. tapi, langkahku terhenti karna seseorang memanggil namaku.


"Hana..."


"Uki, kamu di sini juga?"


"iya. lagian acara sebesar ini masa aku gak dateng?"


aku tertawa pelan. tapi sepertinya memang benar apa yang dia ucapkan. di sini berasa satu desa datang semua. acara sudah hampir mulai.

__ADS_1


"kamu sudah mendapat tempat duduk?"


aku mengangguk dan menunjuk ke arah kursi kosong di depan.


"ok. kalau begitu aku pergi ke sana dulu. ada yang harus aku urus."


aku mengangguk dan mempersilahkan dia pergi. entah kenapa rasanya aku merasa senang saat ngobrol dengannya. aku segera duduk saat mendengar MC mulai berbicara di atas panggung. aku menikmati setiap acara yang di tampilkan hingga ahir. jarang-jarang aku mengikuti acara seperti ini. aku hadir di sinipun karena ada Lili. setelah selesai, aku segera menemui Lili.


"kamu mau pulang kapan?"


"kamu duluan aja yah. aku masih harus bebersih dulu. maaf yah."


Lili memegang tanganku. aku tersenyum mengangguk.


"beneran loh, Han. aku nggak enak nih."


Lili menunjukkan senyum leganya. setelah berpamitan, aku segera pergi. karna sudah mulai larut malam. di tengah jalan, aku lagi-lagi bertemu dengan Uki.


"Han, kamu pulang sendiri?"


"iya. soalnya Lili masih ada kerjaan."


"mau aku antar?"


aku segera menggeleng. sebenarnya aku bukan berniat menolaknya. tapi fikiranku segera tertuju pada tetanggaku. mulut mereka tak henti-hentinya bergosip. bagaimana jika mereka melihatku pulang dengan cowok? aku gak bisa bayangin.

__ADS_1


"kenapa? ini udah malem loh. kamu gak takut?"


'aku justru lebih takut dengan omongan tetangga di bandingkan hal lain.' batinku.


"nggak papa kok. aku udah biasa sendiri."


"yakin nih?"


Uki masih terus membujukku. aku jadi bingung.


"kamu tau nggak yang lagi rame sekarang? katanya kalau sudah larut malam kaya gini tuh di sana ada yang nungguin."


"ngomong apa sih kamu!"


aku menjadi sedikit merinding. jujur aja walaupun aku terlihat pemberani, tapi sebenarnya aku penakut. hanya karna gengsi saja yang membuat aku menutupinya sampai sekarang.


"beneran loh!"


aku yakin ini hanya triknya saja. aku menghela nafas dan membiarkannya mengantarku. karna pasti dia akan terus menakutiku kalau aku masih tak menyetujuinya.


"ya udah. tapi nggak usah sampe rumah yah."


Uki terdiam sejenak. sepertinya dia sedang berfikir. tebakanku dia pasti akan bertanya lagi.


"ok. yuk!"

__ADS_1


untungnya Uki tak memperpanjangnya lagi. kalau dia bertanya kenapa?, aku harus jawab apa. aku takut gosip? oh nggak mungkin!------------------''?!!!


__ADS_2