SALAH SIKAP

SALAH SIKAP
Lupa


__ADS_3

Seharian ini aku hanya duduk dirumah karna tak ada kegiatan. lili juga entah bagaimana kabarnya. aku malas menghubunginya. sampai sore pun aku belum beranjak dari tempat dudukku. aku hanya memegang ponselku melihat vidio, bermain game, atau nonton film. untungnya ibuku nggak marah.


"assalamualaikum..."


"waalaikum salam."


aku mendongak menatap siapa yang mengucapkan salam. seketika raut wajahku langsung berubah.


"ngapain kamu kesini?"


tanyaku ketus.


"nyari ibumu lah. lagian nggak penting banget ngomong sama kamu!"


Amad langsung masuk meninggalkanku seakan tau kalau ibuku ada di dalam.


"loh, Amad. ada apa?"


kebetulan ibuku baru saja keluar dari dapur. Amad tersenyum dan memberikan bingkisan kepada ibuku. aku tak mempedulikannya dan kembali bermain game.


"apa ini?"


"dari mamah. biasa ada pengajian kecil-kecilan. tapi kemarin udah ngomong kok ke Hana buat bilang sama ibu suruh dateng."


Ibuku menatap heran Amad lalu berteriak kepadaku.

__ADS_1


"han... kamu gak bilang yah kalau di undang sama mamahnya Amad?"


aku langsung melongo. aku benar-benar lupa. aku segera memutar otak mencari alasan yang tepat. ibuku pasti ngomel-ngomel.


"eh tadi, kemarin tuh ..."


"udah nggak usah banyak alasan!"


Amad yang melihat aku hendak di marahi ibuku tersenyum mengejek. dasar babi liar! ucapku dalam hati.


"makasih yah mad. maaf ibu nggak datang."


"nggak papa kok buk. Amad pamit pulang dulu yah."


"iya mad. hati-hati yah.."


"makanya lain kali jangan lepas dari handphone mu itu. bahkan sampai tidurpun jangan kamu lepas. biar tambah pikun sekalian."


"jangan gitu dong buk. jadi takut aku. kalau omongan seorang ibu itu kan doa. aku gak mau ah."


"makannya jangan main handphone terus. ngaji sana!"


aku hanya mengguk menurut. walaupun ibuku sering marah padaku, aku yakin dia sangat sayang padaku. aku selalu berfikir, mungkin sikap pemarah dan jutekku juga keturunan dari ibuku. banyak yang bilang kalau ibuku itu waktu masih muda pemalu orangnya. bahkan jarang keluar rumah. tapi sayangnya info itu gak bisa aku korek langsung. karna ibu selalu mengalihkan pembicaraan kalau di tanya masalalu.


Dulu pernah aku nanya sama ibu gimana dulu pertemuan ibu sama bapak.

__ADS_1


"bu, dulu gimana cerita ibu sama bapak?"


"cerita apa?"


"yah pertemuan ibu sama bapak? yang ujung-ujungnya ke pelaminan."


ibu diam cukup lama. aku yang semakin penasaran jadi tak sabar.


"ibu ih ditanya juga!"


"ya biasa kaya orang-orang."


"yah gak mungkin sama perais kan. ayo cerita donk!"


ibuku berbalik menatap kebelakang dan segera beranjak dari duduknya.


"loh mau kemana?"


"ibu lupa matiin kompor. nanti kalau kebakaran gimana?"


aku hanya diam merelakan pertanyaan yang masih mengganjal sampai sekarang. entah karna ibuku benar-benar pemalu atau hanya ingin menyembunyikannya sendiri akupun tak tau.


Malamnya ketika aku sedang mengaji, lili datang kerumahku. dia mengajakku pergi membeli cemilan.


"hey. ada paemeran yang baru buka loh! mau kesana nggak?"

__ADS_1


"hehe.. jangan tanya donk! eh tapi aku izin dulu yah."


lili menganggukkan kepalanya. setelah minta izin sama ibu, aku dan lili segera pergi ke pameran itu.


__ADS_2