
"wuih... rame juga yah. padahal baru buka."
lili menganggukkan kepalanya. dia juga sepertinya tak menyangka kalau pameran tahun sekarang sangat ramai. di desaku sering diadakan pameran tapi tak sesering pasar yang selalu di buka setiap hari minggu. di acara pameran itu biasanya banyak penjual karya-karya yang sudah di siapkan sebulum pameren di mulai. bagi siapa aja yang punya ide kreatif boleh ikut daftar buat jual karyanya juga di sini. tapi kalau aku sih jadi pembeli aja. soalnya gak punya bakat.. eh gak ketinggalan juga loh yang jual makanan. dari yang ter murah sampai yang ter mahal juga ada disini.
"mau kemana dulu nih?"
aku berfikir sejenak. karna tempatnya sangat luas, aku jadi bingung harus mulai dari arah mana dulu.
"bagaimana kalau kita liat-liat dulu aja. beli makanannya entar kalau mau pulang. biar tetap hangat."
aku mengangkat kedua alisku meminta persetujuan.
"ok! setuju."
aku dan lili ahirnya memilih melihat-lihat baju terlebih dahulu. yah walaupun nggak beli, seenggaknya cuci mata gitu biar seger.. hehe
"eh liat itu..bagus banget!"
lili menunjuk pedagang aksesoris. aku yang melihatnya juga merasa tertarik.
"ayo neng sini beli. bagus-bagus loh!"
aku dan lili masuk ke dalam dan melihat-lihat. setelah cukup lama di dalam, ahirnya kami membeli sepasang gelang. buat bukti persahabatan kita. kaya anak-anak SMA gitu..
"udah yuk keburu malem. langsung beli makanan aja."
setelah melihat jam, aku baru tersadar kalau aku dan lili sudah muter-muter selama dua jam lebih. aku langsung menyetujui perkataan lili. karna sudah malam, ahirnya kami berpencar. aku yang membeli minuman, sedangkan lili membeli makanan dan menentukan tempat untuk bertemu.
"ok kita ketemu di ujung sana yah!"
aku mengangguk setuju. setelah membeli minuman, aku segera ke ujung jalan menunggu lili. karna kebetulan tempatku membeli minum sepi, aku segera mendapatkannya.
__ADS_1
"hei.."
seseorang datang mengagetkanku dari samping. aku segera melirik. aku hanya tersenyum ramah kepadanya karna aku tak mengenal dia.
"kamu lagi ngapain?"
sekali lagi aku menatapnya. 'kenapa sih ni orang?' batinku.
"lagi nunggu temen."
"kamu lupa yah sama aku?"
aku jadi semakin heran. 'bahkan aku tak mengenalnya dia bilang lupa sama dia? gila parah. ngomong apa sih nih cowok?' lagi-lagi aku membatin.
"maaf aku gak kenal sama kamu."
"masa sih. ini aku loh yang penjaga toko tempat kamu sering beli es campur."
"kamu inget kan?"
aku langsung tersadar.
"iya. maaf ya. soalnya pas beli es campur muka kamu gak keliatan terus. jadi gak tau deh."
dia tersenyum lalu mengangguk. aku langsung mengalihkan pandangan karna takut aku malah jadi suka sama dia. sadar han.. baru aja ketemu.
"syukurlah kalau kamu inget. kalau begitu aku duluan yah!"
"oh iya."
aku teringat lili kembali. aku segera mengedarkan pandanganku mencari sosok lili yang sedari tadi belum muncul juga.
__ADS_1
"kemana sih tuh anak?"
ketika aku hendak mencari lili, cowok itu datang kembali.
"ada apa?"
"ada yang aku lupa."
"apa?"
aku menatap sekeliling barang kali ada barangnya yang ketinggalan.
"belum kenalan."
aku terdiam sejenak dan tersenyum. dia mengulurkan tangannya padaku.
"Uki... kamu?"
"Hana."
aku membalas uluran tangannya. setelah itu dia pergi dan kebetulan lili datang.
"udah yuk!"
"dari mana aja sih? lama banget."
"ngantri banget tadi banyak orang!"
aku dan lili segera pulang. seperti biasa kami selalu makan di rumahku. kalau aku tanya lili mau makan dimana?, lili selalu jawab "di rumah kamu ajalah!" pernah juga aku mengajaknya buat makan dirumahnya. tapi, lili menolak. dia bilang..
" jangan di rumahku lah. gak enak! enakan juga dirumah kamu. rumah aku tuh gak sejuk. udah yuk!"
__ADS_1
jadi aku selalu menyetujuinya. lagian aku juga bisa langsung ketemu sama ibuku. karna ibuku selalu marah kalau pulang malam.