SALAH SIKAP

SALAH SIKAP
Nenek


__ADS_3

Hari ini aku sendirian karna lili sedang ada acara keluarga. karna bukan keluarga dekat, aku jadi gak bisa ikut. tapi gak papa lah kan udah biasa. biasanya kalau aku bosan aku pergi kerumah nenekku. mumpung sekolah juga sekarang lagi libur mau kenaikan kelas.


"Hana... hey."


dijalan seseorang menyapaku dan tersenyum. aku menoleh menatapnya. sepertinya aku mengenalnya.


"oli?"


dia menganggukkan kepalanya. bahkan senyumnya bertambah lebar. aku ceritain yah. dia itu dari aku SD sampe sekarang... tunggu dulu. mungkin kali yah sampai sekarang, dia itu suka sama aku. tapi gak tau kenapa aku gak suka sama dia.


"kenapa li?"


"kamu mau kemana?"


"kerumah nenekku. duluan ya li."


aku terpaksa senyum ramah sama dia dan buru-buru pergi. aku kadang merasa kalau aku begitu jahat sama dia. tapi sudahlah mau bagaimana lagi?


"assalamualaikum.."


setelah sampai dirumah nenekku, aku langsung masuk. walaupun salamku belum di jawab.


"eh Hana. sendirian ke sini?"

__ADS_1


aku menganggukkan kepalaku.


"kamu laper gak? kalau mau makan tuh udah ada lauknya di dalam. ambil aja."


"iya nek. nanti aku makan."


aku baru sadar kalau aku datang kerumah nenekku tepat saat jam makan. harusnya aku gak datang sekarang. entah kenapa aku selalu merasa malu kalau numpang makan dirumah nenekku. padahal aku sering kesini.


"biasanya kamu sama lili?"


"lili lagi ada acara keluarga."


nenekku mengangguk mengerti. nenek pernah bilang sama aku kalau dari kecil aku sering kerumahnya. bahkan tidur di sana karna gak mau pulang. parahnya aku juga sering pipis di kasurnya saat tidur. dan kalau aku sadar aku nangis sejadi-jadinya. menurutku nenek itu orangnya asyik kalau di ajak ngobrol apalagi ngegosip.


"yang mana nek. kan ustad banyak."


"yang baru itu loh. yang ngurusin masjid sekarang."


aku mengangguk memberi sinyal kalau aku mengetahuinya. sambil menonton tv aku mendengarkan nenek. kalau boleh jujur nih ya, tv dirumah nenek tuh lebih asyik. yah walaupun sudah jadul. dibandingkan dengan tv dirumahku sendiri yang model baru.


"nenek tuh gak terlalu suka sama dia. orang -orang juga banyak yang gak suka sama dia."


"emang salah apa dia nek?"

__ADS_1


nenek berjalan mengambil nasi dan lauk. mungkin dia hendak makan.


"dia itu masih muda saja sudah sok-soan. selalu datang ke masjid memimpin seluruh pengajian, mengajar, membimbing hadroh, mengantar santri, semuanya lah pekerjaan dia lakukan. padahal dia itu siapa? anak muda yang baru lahir kok. tengok tuh pak kyai abu. dia aja masih bilang kalau ilmunya itu masih kurang. masih belum pantas untuk membimbing orang lain. lah dia? gak ada tawaddu' nya sedikitpun."


aku menyimak ucapan nenek dan berusaha mencari respon yang baik.


"yah mungkin aja dia pengen segera membagikan ilmunya. mumpung belum lupa kan?"


aku sama nenek kalau ngobrol kebanyakan tentang agama. apa lagi aku dan keluargaku beragama islam. nenekku apa lagi. agamanya sangat kental.


"itu namanya terlalu percaya diri. dari mana dia tau kalau ilmunya sudah banyak."


"ya udah lah nek. biarin saja dia. itukan kemauannya."


"yah iya nenek gak ngelarang. tapi seharusnya dia itu menghargai yang lebih tua dulu. malah main terjang aja dia."


aku tertawa pelan melihat ekspresi marah nenekku. dia tuh bisa saja membuat orang tertawa.


"nggak lucu loh han."


"haha.. maaf nek. abis nenek ngotot banget."


"yaelah kamu mah begitu. udah makan dulu yuk."

__ADS_1


aku nengangguk. kami makan bersama sambil nonton tv. rasanya begitu tentram.


__ADS_2