SALAH SIKAP

SALAH SIKAP
Uki


__ADS_3

Gara-gara kejadian kemaren, gak tau kenapa aku jadi kepikiran terus sama cowok itu. aku mulai gila nih!


"hai.."


aku langsung sadar dari lamunanku saat lili mengagetkanku.


"kamu nglamun?"


"kamu sih ngagetin!"


lili duduk di sampingku. ahir-ahir ini lili sibuk karna dia mengikuti acara halal bi-halal dan menjadi salah satu panitianya. kalau aku, yah pengangguran. gak pernah ikut apa-apa.


"eh, yang waktu kita ke pameran itu. aku kenalan sama orang."


"siapa?"


lili langsung mendekatiku dan menatapku penasaran. karna aku memang jarang banget kenalan sama orang. bahkan hal itu hampir tak pernah terjadi.


"yah nggak usah maju-maju gitu kali!"


aku sedikit mendorong lili.


"heheh.. sorry. cepetan cerita dong!"


"pas waktu aku nungguin kamu yang beli makanan lama banget, dia ngajakin aku kenalan."


"cowok?"


aku hanya menganggukkan kepala. lili seperti tak percaya padaku. karna mungkin lili berfikir kalau itu sangatlah mustahil.


"dia nggak macem-macem kan sama kamu?"

__ADS_1


"ya nggak lah. cuma kenalan doang kok!"


lili mengangguk. setelah aku menceritakan kepada lili, aku merasa sedikit lega. karna kalau aku simpan sendiri, yang aku lakukan pasti hanya melamun. tapi aku bukan termasuk orang yang suka curhat sama siapa aja. aku juga pilih-pilih. mencari orang yang menurutku bisa di percaya.


"tuh cowok namanya siapa?"


aku berfikir sejenak. karna perkenalan yang singkat, aku hampir melupakan namanya.


"Uki kalau nggk salah deh."


"gimana sih, kamu yang kenalan kok kamu yang lupa. oh iya! bentar lagi kan ada acara halal bi-halal. aku dapet tugas bagi undangan. bantuin yah!"


"bukannya kamu sama, siapa tuh namanya?"


"Arifin?"


aku menganggukkan kepala.


aku mengangkat alisku berpura-pura mempertimbangkan ajakannya. padahal aku nggak ada kegiatan apa-apa dan bisa langsung mengiyakannya.


"nggak usah banyak mikir lah. lagian nggak ada kerjaan juga!"


"ish.. ngejek nih!"


aku hendak memukul lili, tapi dia keburu kabur.


"besok yah! jam sepuluh!"


lili berteriak sambil berlari meninggalkan ku. akupun segera masuk kerumah karna langit sudah mulai gelap.


Paginya, aku segera membereskan rumah supaya tepat nanti pukul sepuluh aku bisa membantu lili.

__ADS_1


"kamu buru-buru banget sih?"


ibuku datang menghampiriku yang sedang menyapu.


"yah soalnya aku ada janji sama lili. mau bantuin dia bagi undangan."


"tapi tuh liat. nggak bersih!"


aku hanya menunjukan senyum lebarku dan segera menyelesaikannya. aku bukan termasuk anak yang manja dan suka ber leha-leha. karna aku anak satu-satunya, aku harus bantu ibuku yang juga sendirian. kita sering bagi tugas kalau ngurus rumah. jadi cepat selesai.


"jam berapa kamu pergi?"


"sepuluh."


ibuku kembali kedapur tanpa berkata apa-apa lagi. setelah semuanya beres, aku segera mandi dan bersiap-siap. kebetulan tepat pukul sepuluh dan lili datang menjemputku.


"udah siap?"


aku menganggukkan kepala. kita berdua pergi dengan mengendarai sepeda motor milik lili. aku sendiri? ngak punya.


"kemana dulu nih?"


aku melihat daftar nama di tas lili. banyak sekali undangan yang harus di bagikan.


"dari mana aja boleh"


lili yang sedang menyetir menoleh sebentar.


"ok. dari ujung dulu aja."


lili mengangguk. hari cukup cerah hingga cuaca terasa begitu panas. setelah hampir sebagian undangan sudah di bagikan, kebetulan kami berpapasan dengan Arifin.

__ADS_1


__ADS_2