Sang Dewa Api

Sang Dewa Api
13. Bermain-main?


__ADS_3

"Hahahaha kau sangat mengesankan Xin'er, guru tidak menyangka kamu hanya membutuhkan dua serangan langsung bisa membunuh Badak Batu Api itu. Guru terlalu meremehkan kekuatan Lima Reinkarnasi Api mu". ucap senior Zi Yin mengagetkan Xin'er yang sedang menyimpan hasil buruannya.


"Eh iya guru . Aku juga tidak menyangka guru, kalau 'Lima Reinkarnasi Api' ternyata lebih kuat dari yang aku bayangkan. Akan tetapi guru, saat serangan pertamaku tadi berbenturan dengan tubuh Badak Batu Api itu aku juga merasakan sakit dari efek ledakan itu. Sepertinya jika pertahanan ataupun serangan musuh yang lebih kuat bertemu dengan salah satu Lingkaran Cakram Api maka aku akan menerima efeknya secara langsung dan terluka. Kekuatan masing-masing Lingkaran Cakram Api dari Lima Reinkarnasi Api memang kuat tapi kultivasiku masih terlalu lemah untuk mengimbangi kekuatan yang dikeluarkan oleh 'Lima Reinkarnasi Api' ku sendiri. Jika hanya mengandalkan Lingkaran Cakram saja untuk menyerang ataupun bertahan, mungkin untuk saat ini itu akan sangat berbahaya untuk ku jadi aku harus selalu berhati-hati dulu dan lebih teliti lagi untuk memahami musuh" Ucap Zhang Xin .


"Hahahaha ternyata kau juga sangat cepat mengevaluasi kekuatan mu sendiri, bagus bagus. Tapi kau tak usah berkecil hati Xin'er, seharusnya kau bangga dengan bisa membunuh Badak Batu Api di Ranah Nirvana yang sama denganmu hanya dalam dua serangan, kalau itu orang lain mungkin mereka hanya bisa pasrah menerima kematian atau langsung lari terbirit-birit" Jawab senior Zi Yin sambil mengusap-usap kepala Zhang Xin.


"Guru setuju dengan evaluasi mu pada dirimu sendiri Xin'er, jadi untuk saat-saat ini kita akan fokus pada pengendalian mu pada Energi Pusaran Api dulu saja agar kau bisa dengan leluasa menggabungkan dengan Lima Reinkarnasi Api mu dan merubahnya sewaktu-waktu dalam kondisi yang diperlukan. Kau tadi mendapatkan kristal roh Badak Batu Api yang bertipe Api Merah seperti Inti Api merah mu, jadi kau bisa menyerap nya menggunakan Pusaran Inti Api Merah saja agar lebih efektif, untuk perkembangan Pusaran Inti Api mu yang lain kita bisa sambil mencarinya saat latihan nanti. Kau harus menyeimbangkan Ketiga Pusaran Inti Api mu" Guru Zi Yin berkata sambil membelai janggutnya.


"Baik guru. Emmh guru, kapan kita mencari lawan untuk ku lagi? Xin'er sangat menyukai pertarungan seperti tadi, sangat menyenangkan ekekwkwke" Zhang Xin berkata sambil terkekeh.


"Dasar kau anak kecil,,,,Hahahaha" Senior Zi Yin tertawa melihat kepolosan muridnya. Orang lain lebih memilih untuk berlatih dengan aman tapi Zhang Xin yang belum mengetahui macam-macam latihan menganggap bahwa pertarungan hidup dan mati bagi orang lain adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.


" Tapi itu bagus, Latihan terbaik adalah pertarungan langsung hidup dan mati karena itu bisa secara tidak langsung memunculkan potensi sebenarnya kekuatan mu Xin'er. Tapi kau juga jangan terlalu jadi maniak bertarung, bisa-bisa nanti kau malah menjadi pembunuh" ucap Senior Zi Yin mengingatkan Zhang Xin.


'Roooaaaarrrrrr'


...----------------...


'Bukkk Bukk bukkk'


'Roooaaarrrr'

__ADS_1


Di sisi lain di dalam jarak dua kilometer dari duo guru murid Zhang Xin dan senior Zi Yin segerombolan Badak Batu Api mengaum sambil berlari ke arah Zhang Xin dan senior Zi Yin.


...----------------...


'Roooaaarrr'


"I,,,ini Gawat Xin'er. Ada hampir 7 Badak Batu Api menuju ke arah kita, kita pergi dulu dari sini dan pulihkan dulu energimu. Kita bisa mencari mereka kalau kau sudah pulih" Ucap senior Zi Yin saat mendengar Auman Badak Batu Api dan langsung melesat ke arah berlawanan dari gerombolan Badak Batu Api.


"hnnggk" Zhang Xin hanya mengangguk dan langsung mengikuti gurunya.


Beberapa saat setelah Zhang Xin dan senior Zi Yin pergi, segerombolan Badak Batu Api tiba.


'Roooooaaarrrrr'


Semua Badak Batu Api mengaum dengan mata menunjukkan kemarahan, seperti mengetahui arah Zhang Xin dan senior Zi Yin mereka langsung menembak ke arah duo murid itu pergi.


...----------------...


" Kita mencari tempat yang aman dulu yang tidak dihuni oleh binatang spiritual apapun, kita akan berlatih dengan saling bertarung sambil guru kan mengajarimu dalam mengendalikan energi Pusaran Inti Api mu Xin'er. Setelah kau bisa mengendalikan penuh semua Inti Pusaran Api mu, guru ingin melihat kau bertarung dengan semua Badak Batu Api itu,,,,,,," senior Zi Yin berkata disela-sela pelarian mereka sambil menatap Zhang Xin dengan senyuman menggoda-goda.


"Dan membantai mereka semua,,,,,,hahahaha" senior Zi Yin tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahahaha Xin'er tidak akan mengecewakan guru pastinya" Zhang Xin menjawab dengan kegirangan.


...----------------...


...----------------...


Tak terasa hanya dalam sekejap Seminggu sudah berlalu. Di pagi yang cerah, di dalam hutan yang tidak menjadi wilayah binatang spiritual terlihat seorang anak laki-laki yang sedang berlatih tanding dengan seorang paruh baya.


Ya, mereka berdua adalah duo murid Zhang Xin dan gurunya yaitu senior Zi Yin.


Selama satu Minggu ini Zhang Xin berlatih dengan giat dan sangat keras. Saat pagi hari dia hanya akan fokus berlatih penguasaan nya terhadap pengendalian Energi, lalu siang harinya dia akan berlatih tanding dengan gurunya. Begitu saja terus yang Zhang Xin lakukan selama satu Minggu ini.


Anehnya, saat ini senior Zi Yin terlihat kewalahan saat menjadi lawan tanding Zhang Xin. Terlihat senior Zi Yin sangat kesulitan untuk mengimbangi intensitas kecepatan dari serangan-serangan tiga Lingkaran Cakram Api milik Zhang Xin. Apalagi saat Zhang Xin menggunakan energi Pusaran Api tiga Warna bersamaan, bahkan walaupun senior Zi Yin unggul dalam hal kultivasi itu tidak mempengaruhi hal sama sekali. Senior Zi Yin mau tidak mau harus mengakui bahwa muridnya telah berkembang dengan sangat cepat, kecuali jika dia tidak bertarung untuk niat membunuh dia merasa tidak akan mungkin untuk melukai ataupun mengalahkan Zhang Xin.


" Hahahaha perkembangan mu terlalu menakutkan Xin'er, dari segi apapun itu mungkin sekarang kamu bisa menjadi jenius nomor satu di dalam wilayah kekaisaran Naga kita ini jika kamu mau " Senior Zi Yin berkata sambil mengajak Zhang Xin untuk menyudahi pertarungan.


"Guru terlalu tinggi memuji Xin'er. Xin'er hanya beruntung bisa membuat Lima Reinkarnasi Api sebagai fondasi kultivasi Xin'er dan mempunyai guru yang sangat hebat seperti anda . Jika hanya dilatih orang biasa, mungkin perkembangan Xin'er tidak akan secepat ini" Jawab Zhang Xin tetap dengan kerendahan hatinya.


Ya, penguasaan Zhang Xin terhadap Energi sudah sangat halus. Apalagi untuk Teknik Lima Reinkarnasi Api, Zhang Xin sudah jauh melampaui guru dan ayahnya.


"Sudah satu Minggu Xin'er dari hari itu, apakah kau tidak ingin mencoba kekuatan mu sekarang dan bermain-main dengan Badak-badak itu? Hahahahaaha". Senior Zi Yin berkata sambil menaik-naikkan alisnya. Senior Zi Yin sangat percaya pada kekuatan muridnya itu.

__ADS_1


"Hehehehe Xin'er sudah sangat tidak sabar guru. Kalau boleh, Xin'er bisa memulai pertunjukkan untuk guru" Zhang Xin menjawab sambil terkekeh.


"Kalau begitu ayo kita ke sarangnya Badak-badak itu, guru akan menonton pertunjukan mu itu. hahahaha" Senior Zi Yin berkata dan langsung melesat pergi yang diikuti Zhang Xin.


__ADS_2