
Sebelumnya disini Author bakal ngejelasin dulu tentang level kultivasi.
Ranah Bumi ( dasar )
- awal
- menengah
- akhir
- puncak
Ranah Langit
- awal
- menengah
- akhir
- puncak
Ranah Nirvana
- awal
- menengah
__ADS_1
- akhir
- puncak
Surgawi
- satu
- dua
- tiga
- empat
- lima
- enam
- delapan
- sembilan
Ilahi
- awal
- akhir
- puncak
__ADS_1
Ranah orang tua Zhang Xin sebelum kelahiran Zhang Xin berada di tahap Surgawi tahap tiga semua, tapi karena suatu alasan mereka menurun ke tahap awal tahap Nirvana . Itu juga yang membuat Ayah dari ibu Zhang Xin terkejut bagaimana ranah orang tua Zhang Xin bisa menurun, padahal sebelumnya ranahnya sama dengan dirinya.
Ibu Zhang Xin bernama Ling Ling, Ayahnya Zhang Xin bernama Zhang Feng, Ayah sekaligus penculik ibu Zhang Xin bernama Ling Han.
Ibu Zhang Xin berasal dari salah satu kekuatan keluarga yang bernaung di kekaisaran Phoenix.
Sedangkan Ayah Zhang Xin berasal dari keluarga didalam naungan kekaisaran Naga.
Dua kekaisaran ini berselisih, mereka beranggapan kalau api mereka lebih hebat dari api yang lain. Api Biru adalah simbol kekuatan dari kekaisaran Phoenix, Api Merah adalah simbol dari kekaisaran Naga.
Zhang Xin Masih berada diranah bumi tahap awal. Ayah ibunya jarang memberikan sumber daya untuk ber kultivasi. Jadi mereka hanya melatih Zhang Xin dengan berbagai cara untuk penguatan tubuh saja tanpa melatih kultivasinya.
Zhang Xin seorang anak yang cerdas, jadi dia tidak mempertanyakan alasan itu kepada orang tuanya karena dia tahu pasti orang tuanya melakukan itu untuk kebaikannya.
Zhang Xin berada ditahap awal ranah bumi, tapi jika soal bertarung langsung dia sudah bisa bertarung melawan orang ditahap akhir ranah bumi.
Setelah membereskan barang-barang peninggalan orang tuanya kedalam cincin penyimpanan, Zhang Xin melihat dan mengambil sebuah peta.
Sesuai permintaan ayahnya sebelum meninggal, Zhang Xin akan mencari seseorang yang sudah dijelaskan ayahnya ke wilayah kekaisaran Naga dan mulai berlatih untuk meningkatkan kultivasinya dan bila kekuatannya sudah dirasa cukup dia akan kembali ke wilayah kekaisaran Phoenix untuk menyelamatkan ibunya dan balas dendam. Zhang Xin diberitahu ayahnya kalau ibunya dipaksa kembali karena putra mahkota kekaisaran mengincar ibunya dan ibunya dipaksa menikah dengannya.
" Sesuai permintaanmu ayah, aku akan pergi menuju wilayah kekaisaran Naga, aku akan meningkatkan kultivasiku dengan cepat agar bisa cepat-cepat menyelamatkan ibu dari para bajingan-bajingan itu " Zhang Xin mengepalkan tangannya dengan erat sambil bergumam dalam hati.
Zhang Xin mulai turun gunung untuk memulai perjalanannya.
" Seharusnya terbang keatas melewati gunung bisa membuatku lebih cepat, tapi karena kekuatanku yang lemah aku harus turun jalan kaki dan mengitari gunung ini " sambil berjalan turun Zhang Xin hanya bisa memaki dirinya terus menerus karena dirinya lemah.
Siang hari didekat sungai ada seorang anak laki-laki yang berdiri sambil memegang peta . "akhirnya aku sampai di sungai yang dijelaskan ayah, menurut perkataan ayah jika aku terus mengikuti sungai ini aku bisa sampai di hutan Gunung Sunshi selama 3 hari dengan jalan kaki dan menurut peta ini aku harus melewati hutan-hutan dari dua pegunungan lagi yaitu Gunung Langi dan Gunung Shinger, ayah bilang agar bisa sampai di wilayah perbatasan antara kekaisaran Naga dan kekaisaran Phoenix membutuhkan waktu setidaknya 10 hari jika aku berjalan dengan cepat dan tanpa ada masalah di perjalanan ".
__ADS_1
Zhang Xin terus berjalan sendiri sambil melihat ke kanan dan kiri, dia tidak melihat orang lain karena seingatnya dari perkataan ayahnya di daerah empat hutan ini bukan jalan utama untuk orang-orang yang bertujuan untuk pergi atau berdagang antara kekaisaran, melainkan tempat para kultivator untuk berburu binatang spiritual untuk diambil kristal rohnya untuk diserap dan meningkatkan kultivasi ataupun membuat pil.
Saat hari mulai sore saat Zhang Xin sedang istirahat, tiba-tiba dia melihat ada orang yang terbang kearahnya dan dalam dua nafas saja orang itu sudah sampai di sampingnya, dalam keadaan tubuh yang terluka parah dengan darah yang ada di pakaiannya yang compang camping dari berbagai luka di tubuhnya, orang itupun langsung pingsan.