
Zhang Xin kaget melihat orang yang terbang kearahnya tadi langsung jatuh berada disampingnya dengan keadaan yang begitu mengenaskan. Zhang Xin lalu mengecek kondisi orang tersebut ternyata masih bernafas.
"Ternyata dia pingsan, Kata ayah dan ibu didaerah 4 pegunungan ini ada banyak binatang spiritual yang bermacam-macam tingkatan dan juga tempat berburu para kultivator, apakah dia terluka karena binatang-binatang spiritual atau orang lain?" Zhang Xin berkata sendiri sambil melihat sekitar.
Dia bimbang harus melakukan apa, dia ingin pergi karena takut bila orang yang sekarang sedang pingsan ini terluka baru saja bertarung dengan orang lain dan takut bila musuhnya masih mengejar orang tersebut, di satu sisi dia ingin menolong karena ajaran dari ayah dan ibunya yang selalu mengatakan untuk selalu baik terhadap orang lain.
'huufftt'
Zhang Xin menghela nafas, setelah berfikir sejenak dia memutuskan untuk menolong orang tersebut.
" Ayah bilang kalau binatang spiritual di daerah 4 pegunungan jarang keluar karena selalu menjaga dan berada di wilayah masing-masing, di sini masih termasuk wilayah Gunung Lung pegunungan terluar dari 4 Pegunungan yang Ayah bilang hampir tidak ada Binatang spiritual di pegunungan ini karena tempat ini paling dekat dengan pemukiman warga, jadi mungkin orang ini tidak bertarung dengan binatang spiritual. Jika dia bertarung dengan orang lain maka seharusnya dia bertarung di daerah pegunungan yang lain karena tadi aku tidak mendengar suara orang bertarung, dan juga orang ini datangnya pun tadi terbang, berarti kultivasinya harus berada di ranah Saint atau lebih tinggi. Ayah bilang kalau orang yang berada diranah Saint bertarung pasti mengakibatkan efek hancur yang besar dan luas, karena tidak ada tanda-tanda suara ledakan dari pertarungan berarti orang ini bertarung dari tempat yang jauh dan mungkin saja lawannya juga terluka. Sudah aku putuskan, aku akan menolong orang ini dulu lalu melanjutkan perjalanan".
Zhang Xin langsung membenarkan posisi orang itu lalu mulai membersihkan bekas-bekas darah yang berasal dari lukanya . Setelah membersihkan darah-darah pada luka orang tersebut Zhang Xin mengambil obat bubuk lalu menaburkan pada luka-luka tadi, setelah selesai Zhang Xin mengambil Pil Penyembuhan dari cincin penyimpanannya lalu memasukkannya kedalam mulut orang tersebut. Saat sudah merasa cukup, Zhang Xin mengambil kain dari cincin penyimpanannya lalu menyelimuti orang tersebut.
" Sekarang sudah malam, binatang spiritual banyak yang mulai berkeliaran. Jika aku melanjutkan perjalanan takutnya bertemu binatang di ranah Langit atau diatasnya, itu pasti merepotkan dan sangat berbahaya . Kalau begitu aku akan tidur disini saja dulu dan melanjutkan perjalanan besok ". Zhang Xin sudah memantapkan rencananya.
Melihat sekitar dan merasa aman Zhang Xin pun mulai tidur.
Pagi yang cerah dengan merdunya kicauan burung-burung yang berada di pohon-pohon, di pinggiran sungai terdapat anak umur belasan tahun sedang tidur dan juga ada orang tua dengan rambut putih yang terbaring dengan nafas yang lemah.
Ya, anak itu adalah Zhang Xin dan di sebelahnya adalah orang yang dia tolong kemarin.
Zhang Xin membuka matanya dan langsung bangun, dengan waspada melihat sekitar lalu berhenti pada orang tua yang masih tergeletak disebelahnya.
" Sepertinya dia mungkin benar-benar kehabisan energi kemarin, karena terlalu lelah jadi dia belum sadar sampai saat ini " Zhang Xin bergumam dalam hati.
__ADS_1
Zhang Xin lalu berjalan ke sungai untuk membasuh muka.
'kkkkrrrrkkkr'
Tiba-tiba perutnya berbunyi.
" Ah sepertinya aku merasa lapar, mungkin tidak apa-apa menangkap beberapa ikan sebentar sebelum melanjutkan perjalananku ".
Setelah selesai membasuh muka Zhang Xin langsung mulai menangkap ikan, setelah mendapat 4 ekor ikan Zhang Xin langsung membuat Api menggunakan ranting-ranting kayu yang sudah berjatuhan.
" Setelah makan aku akan langsung melanjutkan perjalanan, mungkin hanya ikan ini yang bisa aku berikan untuk yang terakhir kali pada pak tua itu karena aku tidak tau terlalu dalam soal luka dalam dan cara pengobatannya karena ayah dan ibu hanya mengajariku dasar-dasarnya saja". Zhang Xin berkata lirih sendiri sambil membakar ikan hasil tangkapannya tadi.
Setelah matang, Zhang Xin langsung memakan dua ikan dengan lahapnya. Menyisakan dua ikan lagi untuk orang yang dia tolong kemarin.
Tapi tanpa Zhang Xin sadari, ternyata orang tua itu sudah bangun saat Zhang Xin mulai membakar ikan. Dia hanya tersenyum memperhatikan Zhang Xin dan mendengar perkataannya tadi.
Tiba-tiba orang tua itu sudah berada didepan Zhang Xin dengan terpisah oleh Api.
Refleks Zhang Xin melompat dengan kaget, lalu menoleh ke tempat berbaring nya orang tua itu tadi.
"Kapan dia bangun? kapan dia pindah ke situ?" Zhang Xin bergumam dalam hati.
Kembali menoleh ke arah orang tua itu dengan kaki agak gemetar dan was-was Zhang Xin pun memberanikan diri menjawab.
"I,,,iya pak tu,,,, eh Iya senior"
__ADS_1
Orang tua itu tertawa lalu berkata lagi "Hahahaha tidak usah gugup dan takut, seharusnya saat kau melihatku datang dengan terbang kau pasti tahu kalau aku adalah seorang kultivator dan berada diranah Surgawi atau diatasnya kan? kenapa kau tidak lari dan meninggalkan aku saat aku pingsan?"
Zhang Xin menjawab "Instingku menyuruhku untuk menolong anda senior" kali ini Zhang Xin sudah agak tenang dalam menjawab pertanyaan orang tua itu.
Orang tua itu tidak langsung menjawab lagi, tapi mengambil ikan lalu memakannya.
'Duduklah'.
Hanya itu yang dikatakan dan mulai makan lagi.
Zhang Xin pun duduk, sambil berfikir kalau dia benar kalau orang tua ini bukan orang jahat. Walaupun orang tua ini jahat dan Zhang Xin ingin melarikan diri dia merasa dia sudah terlanjur tidak akan bisa melarikan diri dari orang tua ini sekarang.
Suasana pun hening, hanya ada suara burung, dedaunan yang di tiup angin dan air sungai yang mengalir. Zhang Xin tidak berani menatap orang tua itu apalagi bertanya beberapa hal yang takutnya nanti malah mengganggu makan orang tua itu dan menyinggungnya.
Orang tua itu masih melanjutkan makannya untuk beberapa saat, dan setelah selesai langsung melihat-lihat dan meneliti Zhang Xin.
Tiba-tiba orang tua itu terkejut lalu tersenyum.
'menarik'
Orang tua itu bergumam dalam hati.
"Terima kasih anak muda atas bantuan mu yang telah mengobati luka-lukaku dan menjagaku" Orang tua itu berkata sambil menangkupkan ke dua tangannya.
"Eh tidak usah terlalu sopan begitu padaku senior, lagi pula aku juga sedang istirahat kemarin jadi kalau pun senior tidak ada disini pasti aku juga tetap ada disini malam ini dan juga tidak ada binatang spiritual yang mendekat kesini tadi malam, jadi karena itu juga aku tidak bisa dibilang menjaga senior" Zhang Xin menjawab sambil menangkupkan ke dua tangannya.
__ADS_1
"Masih muda tapi memiliki sifat yang kerendah hatian yang tinggi. Tidak peduli bagaimana jawabanmu, sekali lagi aku ucapkan terima kasih" Orang tua itu menjawab sambil menangkupkan ke dua tangannya lagi. Tanpa menunggu jawaban dari Zhang Xin, orang tua itu langsung meneruskan perkataannya.
"Perkenalkan namaku Zi Yin, Sebelumnya bolehkah aku tau namamu anak muda?, dari penglihatan ku seharusnya umurmu masih belasan tahun, kalau boleh tahu apa alasanmu bisa sendirian berada di daerah 4 pegunungan yang sangat luas ini yang di huni berbagai macam binatang spiritual yang bisa membahayakan nyawamu?."