Sang Dewa Api

Sang Dewa Api
4.


__ADS_3

Flash back on:


" Xin'er, ayah merasa hidup ayah sudah tidak lama lagi jadi jika nanti ayah sudah meninggal kamu pergilah menuruni Gunung Lung ini, pergi ke arah Timur dengan terus mengikuti arah arus sungai agar kamu tidak memasuki wilayah-wilayah terlarang yaitu wilayah kekuasaan binatang-binatang spiritual. Sebisa mungkin kamu menyembunyikan jati diri mu sebagai anak dari seorang yang bernama Zhang Feng, tapi jika kamu sudah memiliki kekuatan di ranah Surgawi atau di atasnya kamu boleh memberitahu kan kebenaran tentang jati diri mu yang adalah anak dari Zhang Feng. Jika kamu sudah sampai di daerah terluar Gunung Shinger maka berarti kamu sudah berada di wilayah perbatasan daerah 4 pegunungan dengan wilayah kekaisaran Naga, kamu carilah seseorang yang yang bernama Zi Yin di dalam sebuah Pasar Gelap lalu berikanlah surat ini ke padanya". Sang ayah berkata sambil menyerahkan sebuah surat kepada Zhang Xin.


Zhang Xin menerima surat itu, tapi sebelum Zhang Xin bisa berkata atau bertanya apa-apa ayahnya langsung berkata lagi.


" Di dalam 4 peti kotak itu ada berbagai macam barang masing-masing berisi beberapa teknik bela diri senjata pil pakaian dan juga ada sebuah peta serta cincin penyimpanan ", sambil menunjuk ke pojokan gua tempat terletaknya peti kotak itu ayah Zhang Xin berhenti bicara sebentar.


" Kamu ambil cincin itu dan pakailah lalu masukkan lah semua barang-barang itu ke dalam cincin, sebelum itu nanti ayah akan membantumu untuk menaruh kekuatan spiritual mu ke cincin itu, lalu untuk peta itu kamu gunakanlah untuk menjelajahi betapa luas dan kerasnya benua ini. Ayah minta maaf karena mungkin tidak bisa menemanimu lagi di masa depan. Satu hal yang penting yang harus kamu ingat, jangan pernah salahkan ibumu untuk semua hal ini. Kamu akan mengetahui sendiri dari berbagai macam pertanyaan di dalam pikiranmu itu di masa depan setelah kamu mulai bertambah kuat, karena bila ayah memberitahumu sekarang itu hanya akan membahayakan nyawamu saja".


Zhang Xin pun menjawab .


"Baik ayah, aku berjanji pasti akan menemukan senior Zi Yin dan berlatih dengan giat agar bisa menjadi orang terkuat di benua ini lalu aku bisa menyelamatkan ibu!".


Flash back of.


"Perkenalkan namaku Zi Yin, Sebelumnya bolehkah aku tau namamu anak muda?, dari penglihatan ku seharusnya umurmu masih belasan tahun, kalau boleh tahu apa alasanmu bisa sendirian berada di daerah 4 pegunungan yang sangat luas ini yang di huni berbagai macam binatang spiritual yang bisa membahayakan nyawamu?."


Mendengar orang tua itu menyebut dirinya dengan nama Zi Yin membuat Zhang Xin terkejut.


"Zi Yin? apakah senior ini yang dimaksud ayah?". Zhang Xin bergumam dalam hati.


"Nama ku Zhang Xin senior, aku sendirian sedang dalam perjalanan menuju kekaisaran Naga. Aku sering berpindah-pindah tempat dengan orang tuaku, tapi ayahku baru saja meninggal kemarin dan ibuku di culik sekitar satu bulan yang lalu" Zhang Xin menjawab dengan jujur, entah kenapa dia merasa orang tua ini benar-benar orang yang di maksud ayahnya, jadi dia berpikir untuk tidak berbohong.

__ADS_1


"Zhang Xin? Zhang? sering berpindah-pindah tempat? mungkinkah dia ini anaknya,,,?" Senior Zi Yin bergumam dalam hati.


"Si,,,Siapa nama ayahmu anak muda? bisakah kamu menjawab dengan jujur!?" senior Zi Yin bertanya dengan gugup dan gemetar.


Zhang Xin terkejut melihat reaksi dan ekspresi dari senior Zi Yin.


"Sepertinya aku tidak salah, senior ini memang orang yang dimaksud ayah. Kalau begitu mungkin tidak masalah kalau aku berkata jujur". Zhang Xin bergumam.


"Nama ayahku Zhang Feng senior, nama ibuku,,,,, hnggghh"


'Booommmm'


Sebelum Zhang Xin selesai menjawab, tiba-tiba aura senior Zi Yin keluar tanpa tertahan membuat Zhang Xin terpental. Sebelum tubuh Zhang Xin terpental lebih jauh, senior Zi Yin sudah sadar lalu menarik kembali aura nya dan langsung melesat menangkap Zhang Xin ke dalam dekapan nya. Tanpa menanyakan keadaan Zhang Xin yang baru saja terpental karena auranya, setelah meletakkan Zhang Xin senior Zi Yin langsung bertanya.


Dengan nafas yang masih terengah-engah Zhang Xin pun langsung menjawab.


"Be,,,benar senior, Ling Ling adalah nama ibuku"


Mendengar itu, senior Zi Yin mengerutkan kening lalu menghirup nafas dan menghembuskan nya beberapa kali. Setelah cukup tenang, senior Zi Yin berkata.


"Maukah kamu menceritakan soal kematian ayahmu dan penculikan ibumu? aku akan sangat berterima kasih. Atau jika kamu mau menceritakan keadaan bagaimana kehidupan kalian bertiga selama ini, aku dengan senang hati akan mendengarkan". Dengan senyum yang hangat, senior Zi Yin melihat ke arah Zhang Xin dengan tatapan penuh harap.


Melihat tatapan dan senyuman hangat senior Zi Yin, entah kenapa Zhang Xin merasa hatinya benar-benar Yaqin bahwa orang ini benar-benar orang yang dimaksud ayahnya.

__ADS_1


Dengan tegas dan mantap Zhang Xin pun menjawab.


"Baik senior".


Lalu Zhang Xin pun menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya saat masih bersama ayah dan ibunya dengan rinci.


Senior Zi Yin mendengar kan dengan seksama cerita dari Zhang Xin, dan dia hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepala melihat bagaimana polosnya anak muda yang ada di hadapannya ini. Tapi saat mendengar Zhang Xin menceritakan tentang kedatangan kelompok Tujuh orang yang menyerang dia beserta keluarganya, menculik ibunya, meracuni ayahnya tiba-tiba ekspresi senior Zi Yin berubah. Berubah menjadi sebuah ekspresi kebencian dan kemarahan.


Zhang Xin pun terkejut ketakutan, dan berhenti bercerita.


Senior Zi Yin tiba-tiba tersadar karena tidak ada lagi suara anak muda yang bercerita dari tadi. Dia pun langsung dibuat kaget melihat ekspresi Zhang Xin yang sedang ketakutan, senior Zi Yin pun langsung memeluk Zhang Xin dan berkata sambil mengelus-elus kepalanya.


"Maaf Xin'er, Aku tidak bermaksud untuk menakut-nakuti mu".


"Xin'er? kenapa dia memanggilku begitu? seolah-olah dia adalah orang terdekatku?" Zhang Xin bergumam dalam hati dengan keadaan bingung.


"Kamu bisa melanjutkan lagi ceritamu nak bila masih ada yang mau kamu ceritakan". Zhang Xin tersadar dari kebingungan nya karena mendengar perkataan senior Zi Yin.


" Tidak ada Senior, semua nya sudah aku ceritakan ". Zhang Xin menjawab sambil berpikir, dia mau bertanya tentang hal apa yang tiba-tiba membuat senior Zi Yin memanggilnya Xin'er.


Tiba-tiba Zhang Xin teringat sesuatu, lalu mengambil sebuah surat di dalam cincin penyimpanan nya.


"Senior, ayahku pernah berpesan ke padaku sebelum ayah meninggal. Dia menyuruhku pergi ke wilayah kekaisaran Naga untuk mencari seseorang bernama Zi Yin dan memberikan surat ini kepadanya. Aku merasa kalau Senior lah orang yang di maksud ayah itu, jadi Senior tolong terima surat dari ayahku ini". Zhang Xin berkata sambil menyerahkan surat pemberian dari ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2