
Zhang Xin menyerahkan surat pemberian dari ayahnya itu.
Dengan tatapan antara bingung bercampur dengan senang, senior Zi Yin menerima suart itu.
Tanpa berbicara apapun kepada Zhang Xin, senior Zi Yin langsung membuka segel yang di tempatkan untuk menutupi surat yang di mana jika Zhang Xin pun ingin membukanya, mungkin Zhang Xin tidak akan bisa membukanya walaupun menggunakan semua tenaga dan energinya.
Senior Zi Yin mengerutkan kening saat melihat segel yang berada pada surat tersebut. Sambil mengamati segel dan memikirkan bagaimana cara membukanya, senior Zi Yin bergumam dalam hati.
"Apa yang kau tulis Feng?,sampai memasang segel seperti ini hanya untuk sebuah surat?".
Lalu senior Zi Yin menoleh ke arah Zhang Xin sambil berkata,
"Xin'er, bergeser lah sedikit dan lakukan lah apapun yang kau bisa lakukan tentang pertahanan".
Zhang Xin mengangguk dengan ekspresi kebingungan, tapi tidak bertanya apa-apa langsung bergeser agak jauh dari senior Zi Yin.
Dengan hati-hati, senior Zi Yin menempatkan 4 jarinya di setiap sudut surat. Dengan hembusan nafas yang perlahan dan mata yang terpejam, senior Zi Yin menghentakkan jarinya bersamaan dengan keluarnya aura yang panas membara dari 4 jarinya
Dan dengan tiba-tiba.
'Boooommm'
__ADS_1
Ke empat jarinya menembakkan empat bola api seukuran kelereng bersamaan dengan hancurnya segel di setiap ke empat sisi surat.
'Boooom'
Bola api langsung menembus ke dalam tanah, memperlihatkan empat lubang yang sepertinya mencapai ke dalam bawah tanah.
'hnnnnngggh'
Zhang Xin terengah-engah kelelahan, hanya bisa berjuang sekuat tenaga menahan aura yang kuat dari pantulan serangan senior Zi Yin.
"Xin'er!"
Senior Zi Yin langsung berteriak dengan kaget saat melihat Zhang Xin yang hampir pingsan . Dengan sigap senior Zi Yin langsung berada disamping Zhang Xin, merangkulnya dan memberikan pil yang di ambil dari cincin penyimpanan nya.
'Wussstt'
Senior Zi Yin tiba-tiba menghilang dari sisi Zhang Xin, lalu mencul lagi berada beberapa meter dari Zhang Xin. Senior Zi Yin langsung membuka surat dan mulai membaca.
" Hahahaha Zi Yin, jika engkau sudah membaca surat ini berarti engkau sudah bertemu dengan anakku, sebelumnya aku menyesal karena dengan begini berarti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi untuk melihatmu memiliki pasangan dan anak....... "
"Feeenngg!!!!!"
__ADS_1
Baru saja membaca awal surat, Senior Zi Yin sudah di buat kesal dia langsung berteriak marah dalam hati.
" ckkkk, dasar kau ini Feng sudah mau mati masih saja berpikir untuk meledekku" senior Zi Yin berdecak dan bergumam dalam hati dengan keadaan kesal.
'huffft'
"Jika kau menulis banyak ledekan, aku tidak akan membaca surat ini". senior Zi Yin bergumam lalu kembali membaca surat itu.
" hahahaha sebelumnya maaf Yin, aku belum bisa menemuimu lagi sebelum ke pergianku. Langsung saja pada intinya saja Yin, aku ingin minta bantuan mu kali ini untuk melatih anakku dan menjadikannya muridmu. Dia sangat berbakat, kau tidak akan kecewa jika menjadikannya murid pertama dan terakhirmu . Xin'er berada di tahap awal ranah Bumi karena memang itu adalah pengaturan dariku dan ibunya, kami ingin Xin'er memiliki fondasi tubuh yang kuat sejak dini dan juga Energi Mental yang kuat karena aku ingin Xin'er bisa sempurna dalam melatih teknik 'Lima Reinkarnasi Api' , kau sendiri juga tahu kan Yin kalau aku dan kamu hanya bisa mencapai tahap ke tiga saja dari teknik itu karena fondasi kita yang kurang dan juga satu kekurangan kita juga sama yaitu Pusaran Api kita yang hanya satu seperti kebanyakan orang. Tapi tidak untuk Xin'er, kau pasti sudah tahu saat melihatnya kan Yin? kalau Xin'er berbeda dari kita, dia memiliki Tiga Pusaran Api sekaligus saat dia lahir. Dia di takdirkan untuk menjadi yang terhebat dan terkuat, yang pasti dia akan melampaui kita-kita orang tua ini. Dia memiliki Api Biru dengan Pusaran Api Biru dari kekaisaran Phoenix yang mungkin berasal dari garis keturunan ibunya dan Api Merah dari kekaisaran Naga yang berasal dari garis keturunan ku ,tapi untuk Pusaran Api terkahir yang berwarna Putih aku belum tau pasti Pusaran Api jenis Api apa yang berada di dalam tubuh Xin'er itu karena aku sendiri baru melihat nya pertama kali ini. Saat kelahiran Xin'er, dan mengetahui kalau dia memiliki Tiga Pusaran Api, aku dan Ling'er menyegel titik-titik Meridian Xin'er yang di mana tujuan kami adalah untuk memfokuskan Energi untuk mengisi ke Pusaran Api nya. Saat selesai menyegel Meridian nya, kami berencana ingin menyegel Pusaran Api nya agar energinya tidak keluar tapi saat ingin menyegel ke Tiga Pusaran Api, Pusaran Api Putih seperti memiliki kesadaran dan membuat penolakan ,itulah sebabnya kami sampai mengorbankan kultivasi kami untuk membuat segel itu. Kami ingin fokus melatih Xin'er pada tubuhnya dan Energi Mentalnya lebih dulu selama ini, agar saat waktunya tepat saat kami mulai mengajari teknik 'Lima Reinkarnasi Api' bersamaan dengan membuka segel di dalam tubuh nya itu Xin'er bisa langsung mengatasi tekanan dari serangan balik dari proses melatih teknik itu sendiri dan bisa langsung mulai membuat Cakram Lingkaran Api dari 'Lima Reinkarnasi Api' itu dengan bermodal energi yang terus tersimpan selama ini di dalam Tiga Pusaran Api milik Xin'er sendiri. Itu lah rencana yang selama ini kami siapkan untuk Xin'er, tapi ternyata takdir berkata lain, mungkin ini adalah takdir agar kau bisa merasakan bagaimana rasanya punya anak dengan mengajari anakku atau lebih tepatnya menjadikannya murid mu ,Hahahaha. Yin, kau tidak bisa menolak permintaan ku ini kali ini kau harus berjanji akan mengajarinya dengan baik dan menjaganya. Anggap saja kau mebalas Budi padaku karena dulu aku pernah menyelamatkan mu dari pemilik tempat bordir gendut itu Hahahaha....."
"Fennngg! aku menyesal karena bukan aku yang membunuhmu!.".
Senior Zi Yin mengepalkan tangannya dengan erat berteriak dalam hati sambil menahan emosi.
'hufffffftt'
Setelah menghela nafas senior, Zi Yin mulai membaca lagi.
"Yin, berjanji dan bersumpahlah untuk menjadikan anakku menjadi muridmu. Aku ingin kau benar-benar mengajarinya serta menjaganya dengan nyawamu sendiri. Itu saja pesanku Yin, Kau bisa mengambil hadiah pada cincin penyimpananku yang di pakai Xin'er kalau kau berani Hahahaha. Terima kasih banyak Yin, akan ku balas saat kita bertemu lagi di masa depan".
'hufffffftt'
__ADS_1
Senior Zi Yin menghela nafas lalu menoleh ke arah Zhang Xin.
"Murid?"