
Pagi yang cerah nan indah karena dihiasi oleh kicauan-kicauan burung yang merdu.
Di sebuah pinggiran sungai, terdapat dua orang yang satunya sedang tidur terlentang dan yang satunya sedang membakar 4 ikan tidak jauh dari orang yang tertidur.
Ya, dua orang itu adalah Zhang Xin dan guru nya, senior Zi Yin. Zhang Xin belum sadarkan diri selama semalaman penuh.
"Xin'er Xin'er, kau terlalu ceroboh. Jika ini adalah pertarungan hidup dan mati yang sesungguhnya, bagaimana kau akan menyelamatkan nyawamu jika kau sendirian?,,," ucap senior Zi Yin menatap tubuh murid nya yang tergeletak tak berdaya sambil menggelengkan kepala nya.
"Jika kau tidak bangun hari ini apakah kau tega membiarkan gurumu ini memakan ikan bakar yang sangat banyak ini dan menjadikan tubuh gurumu ini gemuk seperti babi hutan,,?" Gerutu senior Zi Yin.
...'Sreekkkkkh'...
Seperti mendengar perkataan gurunya, jari Zhang Xin menunjukan pergerakan yang menunjukkan bahwa ia telah sadar.
"Xin'er,,!!" senior Zi Yin tersentak kaget bahagia melihat muridnya sadar.
"Hehehe sepertinya kau tidak merestui guru untuk menjadi gemuk ya,,," Senior Zi Yin terkekeh sendirian.
__ADS_1
" Hnnnnghk, kenapa sudah pagi? eh,,,?" Zhang Xin terbangun dengan kebingungan dan langsung mengingat kejadian sebelumnya yang terjadi pada nya.
" Aku baru ingat aku pingsan setelah melawan tiga serigala bulan perak, berapa lama aku pingsan ya,,," Zhang Xin bertanya-tanya sendiri tanpa menghiraukan keberadaan gurunya.
" Oii Xin'er, kau ini ya!. Hanya pingsan satu malam lebih tapi sudah berani mengabaikan gurumu ini,,,!!" Bentak senior Zi Yin yang menyadarkan Zhang Xin dari pikirannya.
"Eh guru, hehehe bukan begitu maksudku guru" jawab Zhang Xin malu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Oiya guru, aku pingsan dari kemaren sore sampai pagi ini? apakah ada masalah setelah aku pingsan?". lanjut Zhang Xin.
"Kita bahas nanti, sekarang makanlah dulu. Ataukah kau sudah kenyang dengan tidur setengah matimu itu?" Ucap senior Zi Yin setengah meledek.
" Soal makan saja pasti kau nomor satu ". ucap senior Zi Yin lirih yang tidak sampai ke kelinga Zhang Xin.
...----------------...
Zhang Xin dan senior Zi Yin langsung memakan ikan-ikan bakar dengan lahap yang sekali-kali diisi dengan obrolan-obrolan dan candaan ringan. Dan tidak lama mereka pun selesai makan.
__ADS_1
" Xin'er, semakin kesini semakin guru yaqin bahwasannya kalau 'Lima Reinkarnasi Api' milikmu dan milik guru itu sangat-sangat berbeda dan Lima Reinkarnasi Api milik guru seperti berada di level yang jauh berada di bawah Lima Reinkarnasi Api milikmu. Apakah kau setuju dengan pendapat gurumu ini Xin'er? atau kau punya penjelasan lain Xin'er? karena walaupun guru lebih dulu mempraktekkan Teknik Lima Reinkarnasi Api akan tetapi jika guru lihat malah kau seperti lebih tahu tentang Lima Reinkarnasi Api kita ini " setelah selesai makan, tiba-tiba senior Zi Yin langsung bertanya kepada Zhang Xin dan langsung mengeluarkan Lima Reinkarnasi Api miliknya.
" Bukankah guru bilang jika Lima Reinkarnasi Api bisa dipraktekkan sampai tahap ke Lima ataupun sempurna, itu bisa menunjukkan kekuatan yang tidak bisa di bayangkan. Lima Reinkarnasi Api milikku sudah berada di tahap sempurna walaupun aku belum bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya, sedangkan Lima Reinkarnasi Api guru baru berada di tahap ke tiga bukan? mungkin itu yang membuat Lima Reinkarnasi Api milikku ini berbeda dari milik guru,,," jawab Zhang Xin yang masih menyembunyikan informasi tentang Lima Reinkarnasi Api yang didapat nya dari tulisan-tulisan peninggalan senior Xi yang berada di dalam pikirannya sambil ikut mengeluarkan Lima Reinkarnasi Api miliknya.
" Tapi Xin'er juga tidak sepenuhnya membenarkan pendapat Xin'er sendiri guru, karena Xin'er juga merasakan kalau Lima Reinkarnasi Api milik Xin'er dan guru memang sedikit berbeda. Akan tetapi untuk alasannya Xin'er belum sepenuhnya tahu. " lanjut Zhang Xin yang tidak ingin terlalu banyak membohongi gurunya.
"hmmm begitu ya, baiklah tidak usah dipikirkan lagi. Mungkin kamu bisa memberitahu guru saat kamu sudah memahami dan mengendalikan Lima Reinkarnasi Api dengan sepenuhnya atau mungkin guru bisa mengetahui nya saat guru bisa membuat Lima Reinkarnasi Api milik guru ini menjadi sempurna". ucap senior Zi Yin yang langsung menghilangkan tiga Lingkaran Cakram Api di belakang punggungnya.
"hnnggk". Zhang Xin hanya mengangguk dan ikut langsung menghilangkan Lima Reinkarnasi Api milik nya.
" Melihat pertarungan mu kemarin, serangan Tombak Api Suci milikmu sudah mencapai level yang bisa menyakiti seseorang di tahap satu ranah Surgawi normal. Untuk pertahanan Pilar Api mu sepertinya sudah sangat meningkat dari saat terakhir kau gunakan untuk latih tanding melawan guru, dan yang paling tidak bisa guru mengerti adalah kemampuan unik dari benang-benang Api yang kau keluarkan dari Pilar Api mu, guru merasa bahwa guru sendiri mungkin tidak bisa selamat jika terperangkap oleh benang-benang Api dari pilar Api milikmu itu,,,," ucap senior Zi Yin sambil menatap Zhang Xin dengan sedikit ketakutan bercampur dengan kekaguman.
"Tapi sepertinya juga karena mengeluarkan benang-benang Api dari pilar Api itulah yang membuat mu pingsan, jadi guru sudah memutuskan untuk pelatihan mu selanjutnya adalah benar-benar fokus pada pengendalian mu atas Lima Reinkarnasi Api mu saja dulu. Karena guru merasa Lima Reinkarnasi Api milikmu bisa membuatmu bertarung dengan level kultivasi yang jauh di atas mu dengan mudah, dan untuk masalah kultivasi guru tidak terlalu takut kau akan lambat dalam peningkatan nya karena kau sendiri yang bilang kalau 'Lima Reinkarnasi Api' milikmu bisa membantu mu menyerap dan memurnikan energi. Jadi selama kau menggunakannya saat berlatih, otomatis kau juga bisa di sebut sedang berkultivasi". ucap senior Zi Yin.
" Murid akan mengikuti setiap arahan guru ". jawab Zhang Xin mantab sambil membungkuk.
" Bangunlah dan ayo kita lanjutkan perjalanan. Kita akan melanjutkan latihan mu saat berada di wilayah pedalaman gunung Sunshi ". ucap senior Zi Yin.
__ADS_1
...'Swosssssh'...
senior Zi Yin langsung melesat masuk ke arah pedalaman hutan yang langsung diikuti oleh Zhang Xin.