
"Murid?".
Senior Zi Yin bergumam di dalam hati sambil melihat ke arah Zhang Xin.
"Senior, apakah anda sudah selesai membaca surat nya?". Tiba-tiba suara Zhang Xin menyadarkan senior Zi Yin dari kesibukan dalam pikirannya sendiri.
"Eh Xin'er, ternyata kau sudah selesai dari pemulihan ya . Iya benar Xin'er, aku sudah selesai membaca surat dari ayahmu. Tapi hanya surat lembar pertama saja, karena ada dua lembar surat di dalam bungkusan surat ini jadi aku akan membaca yang ke duanya nanti saja ". jawab senior Zi Yin dengan tatapan hangat di wajahnya.
Tanpa menunggu jawaban dari Zhang Xin, senior Zi Yin langsung melanjutkan perkatan nya.
" Xin'er, ayahmu berpesan agar aku menjagamu dan menjadikan mu muridku. Jujur saja, sebenarnya aku juga belum pernah mempunyai murid dan juga tidak berkeinginan untuk menerima siapapun untuk menjadi murid ku, tetapi karena ini adalah permintaan terakhir ayahmu maka aku akan menerima mu sebagai murid pertama dan mungkin juga yang terkahir".
Karena Zhang Xin anak yang cerdas dia tidak bertanya apa-apa tentang perkataan senior Zi Yin, dia berpikir kalau perintah ayahnya untuk pergi ke suatu tempat di dalam kekaisaran Naga untuk mengantarkan surat ke seseorang adalah awal mula dia berlatih dalam kultivasi dengan bimbingan seorang guru.
Zhang Xin ingin berkata tapi sebelum dia bisa mengucapkan satu kata pun, senior Zi Yin sudah mendahului nya untuk melanjutkan perkataannya yang di hentikan tadi.
"Itu pun jika kau berkenan menjadi murid ku, melihat ekspresi mu ini sepertinya kamu juga tidak tahu mengenai apa yang ada di dalam surat ini. Oh iya Xin'er, semenjak kita bertemu aku selalu menghujani mu dengan berbagai pertanyaan, kamu bahkan tidak tahu siapa aku ini yang tiba-tiba datang langsung pingsan saat bangun sudah seenak nya sendiri Hahahahaaha. Aku juga belum bercerita apapun tentang apa siapa dan dari mana aku kan?. Sekarang, kamu boleh bertanya apapun yang ingin kamu ketahui Xin'er. Aku akan menjawab yang bisa aku jawab". Senior Zi Yin berkata dengan hangat sambil mengelus-elus kepala Zhang Xin.
__ADS_1
"Nah gitu dong senior, gantian aku yang nanya sekarang. Dari tadi aku tu tertekan karena berderet-deret pertanyaan dari senior". Zhang Xin menjawab sambil tersenyum dengan polosnya.
"hehehe" senior Zi Yin hanya terkekeh mendengar perkataan calon muridnya itu.
"Senior, anda ini siapanya ayah? teman? saudara?,,,,,emm sepertinya bukan saudara ya senior karena wajah kalian tidak mirip sama sekali" Tanya Zhang Xin.
"Aku siapanya ayahmu?, ah ini pertanyaan mudah tapi sulit Xin'er". senior Zi Yin menjawab sambil mengelus-elus jenggotnya.
"Apakah kamu mendengar beberapa cerita Xin'er? cerita tentang aku dan ayahmu dulu. Jadi kau bisa menyimpulkan nanti apa hubungan aku dan ayahmu". Senior Zi Yin langsung melanjutkan bertanya.
"Beberapa puluh tahun silam, ada kabar bahwa seseorang yang tidak diketahui identitasnya memasuki wilayah Gunung Langi, dia melintasi Gunung dan berada di sebelah Utara Gunung Langi yang diceritakan tidak ada orang yang berani memasuki wilayah tersebut kecuali orang-orang yang berada ditahap 7 ranah Surgawi, karena bahaya yang ada di dalamnya dikatakan sangat besar karena dihuni oleh binatang-binatang spiritual yang sudah di luar nalar. Dan benar saja, setelah beberapa hari orang misterius itu memasuki hutan Gunung Langi dikatakan bahwa orang itu telah menyinggung salah satu binatang spiritual disana. Dan saat dia keluar sudah dalam kondisi yang terluka parah, dia masih dikejar oleh binatang spiritual itu. Binatang itu mengamuk di dalam wilayah kekaisaran Naga, memporak-porandakan pemukiman untuk mencari keberadaan orang misterius itu. Setelah ketemu orang misterius itu langsung dibawa oleh binatang spiritual itu tanpa menghiraukan yang lainnya lagi. Aku dan ayahmu waktu itu masih kecil dia mungkin berumur 7 tahunan sedangkan aku saat itu berumur sekitar 10 tahunan, kami bertemu saat semua orang-orang biasa dikumpulkan untuk mengurangi korban jiwa dari amukan binatang spiritual. Singkat cerita, setelah insiden itu kami berdua bersama-sama mencari orang tua kami,tapi naas kami tidak menemukan mereka. Sepertinya mereka sudah ikut meninggal dalam insiden itu".
Senior Zi Yin berhenti sejenak, terlihat kesedihan yang mendalam dalam ekspresinya.
'hufffffft'
Setelah menghela nafas, senior Zi Yin melanjutkan ceritanya lagi.
__ADS_1
"Semenjak itu kami berdua bersumpah menjadi saudara, bersama berlatih sejak kecil berjuang bersama menghadapi tantangan dan melewati rintangan. Hubungan kami semakin lama semakin dekat, tetapi karena suatu alasan akhirnya kami berpisah untuk menjalani kehidupan dengan jalan pikiran kami sendiri-sendiri". Senior Zi Yin berhenti sebentar lalu menatap Zhang Xin. Lalu mulai melanjutkan lagi.
"Aku akan menceritakan cerita yang lengkap ketika kamu sudah menjadi lebih kuat dan lebih kuat. Karena cerita itu akan menjelaskan tentang siapa ayahmu itu. Jadi agar tidak membahayakan dirimu, maka lebih baik kamu jangan tahu hal-hal itu" Senior Zi Yin berkata sambil mengelus-elus kepala Zhang Xin.
" Xin'er, jadi apa kau sudah tahu seperti apa gambaran hubungan aku dan ayahmu?". tanya senior Zi Yin.
"Sudah senior, Zhang Xin sudah mengerti" jawab Zhang Xin dengan mantab.
"Jadi sekarang apakah kamu mau menjadi murid ku? Menerima perintah ayahmu untuk menjadikanku gurumu?". Senior Zi Yin langsung memberikan pertanyaan lagi, tapi kali ini dengan tatapan kehangatan yang dipenuhi harapan.
Zhang Xin memberanikan diri menatap wajah yang ada dihadapannya . Dengan tegas dia menjawab.
"Baik senior, tolong terima Xin'er jadi murid anda". Dengan instingnya sendiri Zhang Xin berlutut dengan satu kaki dan satu tangannya disilangkan didada.
"Hahahaha bagus bagus bagus"
senior Zi Yin tertawa sambil menepuk pundak Xin'er.
__ADS_1