
Setelah beberapa jam, Lin ying didalam gubuk, akhirnya dia sudah seutuhnya pulih.
Lin ying keluar dari dalam gubuk, dan dia melihat suasana disitu telah sangat sepi.
Lin ying memejamkan matanya, dan dari kedua alis, energi spiritual yang sangat besar keluar, dan tak beberapa saat dia kembali membuka matanya.
Dia berjalan, berjalan santai ke arah pantai, sambil melirik kiri-kanan, Lin ying terus berjalan ke pantai.
Di pinggir pantai, Yun yun kembali menangis, menuangkan semua kekesalannya, dengan berteriak.
"Kenapa aku terlahir tanpa kekuatan?!, Kenapa aku terlahir sebagai barang pertukaran?!, Kenapa hidupku semenyedihkan ini?!". Dia terbaring di atas pasir, menatap ke langit dengan penuh kekecewaan.
"Hei!..., Jeritanmu sungguh menggangu tidurku!?", Dari bawah sebuah pohon, Lin ying berteriak dengan cukup kencang.
Yun yun yang mendengarnya, langsung berbalik melihat kearah suara itu.
Lin ying yang sedang mendekat, tersenyum kearahnya, namun senyuman itu, belum bisa mengubah hati Yun yun.
Lin ying berdiri di bepan Yun yun yang sedang duduk, lalu Lin ying menundukkan tubuhnya, mengarahkan wajahnya kedepan wajah Yun yun, meski tak bersentuhan, tapi wajah itu sangat dekat.
__ADS_1
"Aku sangat lapar", Yun yun yang terdiam, langsung salah tingkah, ketika mendengar satu kalimat dari Lin ying ini.
"Kenapa kamu menangis?", tanya Lin ying.
Yun yun yang ingin menjawab, tidak jadi karna dihentikan oleh Lin ying.
"Jangan jawab sekarang, apa rumahmu tidak jauh dari sini?, Aku sudah sangat lapar!", Lin ying berbicara dengan nada yang sangat lemah, seolah-olah dia telah puasa selama satu bulan.
Tanpa berbicara, Yun yun pergi berjalan, dan Lin ying mengikutinya dari belakang. Mereka tidak pergi ke arah gubuk itu, tapi berjalan ke arah kota yang cukup besar.
"Kota apa ini?", Tanya Lin ying. "Ini adalah kota Tianbe", jawab Yun yun tanpa melihat Lin ying.
Perkataan ini berulang kali keluar dari mulutnya, namun Yun yun menghiraukannya.
Di sepanjang jalan, Yun yun hanya membungkuk, dan sesalu murung.
Tiba di depan sebuah rumah yang cukup besar, Yun yun berhenti. Melihat rumah ini, Yun yun enggan untuk masuk. Dia hendak berbalik dan pergi, sebelum suara seorang pria yang tiba-tiba menghentikan nya.
Pria itu mendekat kearah Yun yun, "akhirnya kamu kembali juga, kamu harus ikut ke klan Dao ku!", Bentak pria itu dengan menarik tangan Yun yun.
__ADS_1
Dari dalam rumah, seorang pria tua datang menghentikannya. "Jangan, jangan bawa dia!", Pria tua itu langsung berlari, namun pria yang menarik tangan Yun yun, langsung menendang pria tua itu hingga terpental mundur.
Yun yun berusaha melepaskan tangannya, dari genggaman pria itu, "ayah...", Teriak Yun yun yang melihat pria tua itu telah terbaring lemah di tanah.
Ternyata pria tua yang di sebelumnya di tendang, itu adalah ayahnya Yun yun.
Lin ying dang sedari tadi hanya diam, tiba-tiba berbicara, "hei......, apa kau ingin mati di sini?", Suara yang pelan tapi berat itu, membawa energi yang sangat dalam.
Pria yang memegang tangan Yun yun, melihat kearah Lin ying. Namun ketika pria itu menatap kearah mata Lin ying, seketika nafasnya sangat berat, wajahnya di penuhi takut, secara tak sadar, pria itu melepaskan tangan Yun yun, dan dia terjatuh.
Pria itu sangat ketakutan, seolah-olah dia sedang melihat hantu.
Pria itu langsung bangun, dan melarikan diri.
Semua orang yang melihatnya, langsung terkejut, kemudian mereka melihat kearah Lin ying. "Siapa pria ini, kenapa dia bisa menakut-nakuti orang itu, hanya dengan tatapannya?". Banyak bisikan orang-orang di sekitar, yang bermunculan, namun Lin ying mengabaikan semua itu, "apakah kamu hanya terdiam disitu, dan membiarkanku mati kelaparan?", Lin ying bertanya kearah Yun yun yang terdiam, terheran-heran sedari tadi.
Mendengar itu, Yun yun langsung tersadar dan mengajaknya untuk masuk. Di dalam ruangan pun, Lin ying masih tak luput dari tatapan semua pasang mata.
Orang-orang masih penasaran, siapa pria muda ini, yang mampu menakut-nakuti orang dari klan Gao.
__ADS_1