Sang Legenda Yang Baru.

Sang Legenda Yang Baru.
chapter 24. mengejutkan semua orang


__ADS_3

Kloning yang di bentuk Lin ying, memudahkan dia untuk mengecoh lawannya. Pria tua yang masih tertegun itu, tidak sempat merasakan serangan dari Lin ying. Sehingga satu tendangan telak dari Lin ying, mendarat di punggung pria tua itu.


Serangan Lin ying tidak sampai disitu, dia kembali melancarkan pukulan dari depan, yang mengarah ke wajah pria tua itu. Beruntung, pria tua itu sempat menahan serangan Lin ying, hingga tidak sampai mengenai wajahnya.


Pria tua itu masih sangat tertegun, bagaimana seorang bocah, yang jarak kekuatannya jauh di bawahnya, namun bocah ini dapat membuatnya merasa ketidak nyamanan. Wajar saja bahwa pria tua itu kebingungan, karna Lin ying hanya menyerang nya, dengan serangan biasa dan tidak menggunakan teknik yang kuat.


Namun bagi Lin ying yang memiliki inti es, dengan energi yang sangat kuat. Jadi untuk kekuatan, dia masih dibilang seimbang dengan pria tua itu, yang dua bintang berada di atasnya. Terutama aura inti es, yang di pancarkan Lin ying. Sangat menekan aura milik pria tua itu, yang membuat dia secara tidak sadar mengerutkan keningnya.


Pertandingan ini, masih belum berakhir. Jika Lin ying tidak menggunakan teknik yang kuat, maka pertarungan ini, hanya akan berakhir dengan Lin ying memiliki kerugian.


Pria tua itu sudah mulai serius, karna dia sudah mengalami kerugian di tangan generasi muda, itu membuatnya agak kehilangan wajah. Dan jika sampai kalah, mungkin dia akan sulit menunjukkan wajahnya di depan banyak orang.


Namun itu berlaku jika dia dikalahkan tanpa teknik yang kuat dari Lin ying.


Lin ying yang mulai serius pun, mengambil tombak dari punggungnya.


Mereka berdua saling menatap, dan secara bersamaan, kedua orang itu langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Tang..tang...tang.. suara benturan antara pedang dan tombak, terdengar berulangkali.


Mereka berdua sangat lincah, bahkan para pemuda yg menonton pertunjukan itu, sangat takjub dengan adegan ini.


Karna yang mereka lihat saat ini, hanyalah dua berkas cahaya yang saling bertabrakan, dan setiap cahaya itu bertabrakan, maka suara pedang akan terdengar.


Dalam pertarungan dengan cara seperti ini, pria tua itu menyadari bahwa dia tidak bisa mengimbangi kecepatan Lin ying.


Benar saja, setelah beberapa lama bertarung, dengan saling mengandalkan kecepatan masing-masing. Akhirnya pria tua itu, jatuh dengan kerugian.


Saat bentrokan di udara, akhirnya pria tua itu tidak tahan lagi, dan akhirnya dia terdorong mundur ke lantai.


Belum sampai disitu, Lin ying yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, langsung merilis serangan penutup.


Dia mengarahkan busur kedepan, dan aura membunuh yang sangat mematikan, dipusatkan Lin ying di ujung tombak yang runcing.

__ADS_1


Ujung tombak yang runcing itu, semakin runcing dan semakin tajam, ketika ditutupi oleh aura yang sangat kuat, seolah-olah bahkan gunung pun, dapat ditembus oleh tombak ini.


Itu adalah teknik penusuk gunung, yang di ajarkan oleh guru Yan kepada Lin ying, ketika di hutan bintang.


Lin ying melemparkan tombaknya itu, tepat kearah pria tua yang terkejut itu.


Tombak yang sangat tajam dan membawa aura membunuh yang sangat kuat, terbang melesat kearah pria tua itu.


Pria tua yang sudah panik, langsung mengambil pedang nya. Namun betapa terkejutnya dia, ketika pedang itu menyentuh ujung tombak. Pedang yang di pegang nya itu langsung hancur berantakan.


Namun tiba-tiba tombak itu langsung membelok dan berbalik arah, ketika pria tua itu sudah menutup matanya.


Tombak itu terbang dengan perlahan ke arah Lin ying. Dan tombak itu tetap terbang di udara.


Kejadian itu juga membuat semua orang semakin terkejut. "dia, dia ternyata seorang master spiritual!", Banyak bisikan terkejut, muncul di setiap sudut ruangan.


Bahkan pria yang duduk di kursi pemimpin juga sangat terkejut. Semua orang mengetahui, bahwa master spiritual sangat langka di benua ini, dan setiap master spritual, akan sukses dimasa dewasanya, bagaimanapun cara latihannya.


Keterkejutan di di hati setiap orang, belum menghilang.


Dan pria yang duduk di kursi pemimpin, juga sudah menunjukkan wajah bahagianya.


Pria itu berdiri dari kursi, "Lin ying!, Selamat atas kemenangan mu, mari, silahkan ikut dengan ku", pria berjalan dan di ikuti gadis cantik yang diduga adalah anaknya.


Mendengar itu, Lin ying juga mengangguk, dan mengikutinya.


Mereka berjalan keruangan khusus, di dalam ruangan itu, telah tersedia meja dan kursi.


Gadis yang tadi mengikuti, mempersilahkan Lin ying untuk duduk.


Mereka bertiga duduk di atas kursi, saling bertatapan. Para pelayan masuk, dan menyajikan beberapa hidangan.

__ADS_1


"Hahaha, Lin ying saya adalah Lan yaw, dan ini adalah putri saya Lan Xue, kamu bisa memanggilku paman Lan", ucap pria tua itu sambil tersenyum.


Dari ekspresi wajahnya, tampak bahwa dia sedang berbahagia.


"Paman Lan, kenapa kalian sangat membutuhkan seseorang untuk berpartisipasi, dalam pertandingan Nadi awal?. Dan tampaknya ini sangat penting bagi kalian?", Tanya Lin ying yang masih penasaran.


"Tentu saja. Pertandingan Nadi awal itu diselenggarakan oleh empat klan, dan salah satunya adalah klan Lan kami.


Keempat klan memiliki peraturan untuk penyeleksian acara tersebut, yang mana jika salah satu klan tidak memiliki calon yang berhasil masuk tiga besar, selama tiga periode berturut-turut. Maka klan tersebut akan keluar, dan digantikan dengan klan lain yang lebih layak.


Jika itu terjadi maka klan kami akan mengalami penurunan pendapatan". Jawab Lan yaw sambil menghela nafas.


Setelah mendengar itu, akhirnya Lin ying mengerti dengan keadaan klan Lan saat ini.


"Pantas saja klan Lan ini, rela memberikan begitu banyak macam hadia yang berharga, ternyata semua hadiah ini, tidak dapat di bandingkan jika mereka bisa tetap menjadi salah satu dari klan penyelenggara pertandingan Nadi awal". Gumam Lin ying di dalam hatinya.


"Jika saya boleh tau, di antara hadiah yg tertera, hadiah apakah yg di inginkan oleh adik Lin ying?", Tanya Lan yaw dengan sedikit sopan.


"Ohh saya ingin peta letak inti es, apakah boleh?", Jawab Lin ying dengan sopan.


"Ohhh, itu sangat baik. Tapi kamu bisa mendapatkannya setelah kamu memenangkan pertandingan itu". Jawab Lan yaw.


Pembicaraan yang cukup panjang antar mereka berdua, "Lan xue!, Tolong antarkan Lin ying ketempat tidurnya?". Perempuan yang sedari tadi hanya duduk diam, kini telah bereaksi setelah di panggil oleh ayahnya.


Dia membungkuk kearah Lin ying, "tuan Lin ying, tolong ikuti saya", ucap Lan xue dengan sangat lembut.


Lin ying mengangguk lalu mengikuti perempuan itu dari belakang.


Mereka berjalan melewati koridor yang cukup pancang, lalu mencapai ruangan yang mereka tuju.


"Tuan Lin ying, ini adalah kamar anda untuk sementara. Jika butuh bantuan saya, tolong katakan?", Mendengar itu Lin ying hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini sudah lebih dari cukup, baiklah saya masih ingin beristirahat" mendengar itu, Lan xue membungkuk lalu berbalik pergi dari dalam kamar itu dengan wajah yang memerah dan malu-malu.


__ADS_2