Sang Legenda Yang Baru.

Sang Legenda Yang Baru.
chapter 19. meninggalkan kota Tian be


__ADS_3

Pagi yang cerah, situasi hening di dalam kamar, seorang pria sedang duduk di atas ranjang, dengan mata yang tertutup.


Sepertinya pria ini berkultifasi semalaman, pintu kamar terbuka perlahan, seorang perempuan cantik, masuk dengan langkah yang perlahan.


Dia membawa secangkir air hangat, dan meletakkannya di atas meja. Dia melakukan semua itu dengan sangat pelan dan lembut, seolah-olah dia tidak ingin mengganggu pria itu, pria yang sedang berkultifasi.


Dengan mata yang sangat indah, perempuan itu menatap pria di depannya. Perasaan yang rumit muncul dihatinya. Dia tidak menyangka bahwa pria yang lemah dan hampir mati, yang tidak sengaja dia temui, akan menjadi penyelamatnya, pria ini adalah Lin ying. Senyum yang sangat indah muncul di bibirnya yang indah.


Dia ingin sekali menyentuh wajah pria di depannya ini, tangannya yang lembut terangkat, dia mengarahkannya ke wajah pria itu.


Namun sebelum tangan itu menyentuh wajah, Lin ying tiba-tiba membuka matanya.


Dia melihat wanita cantik yang sedang menatapinya, wanita yang sangat cantik, yang karna kecantikan nya itu, dapat membuat suatu negara runtuh hanya dengan tatapannya saja. Wanita itu membuat hati Lin ying sangat berdebar. Bahkan dengan ketenangannya, dia belum bisa menyembunyikan ekspresi di wajahnya.


Dari pertemuan pertama, Lin ying sudah menyaksikan kecantikan Yun yun ini, namun gadis yang saat itu, sangat berbeda dari yang ada di hadapannya ini, gadis yang baru selesai mandi, dengan aroma tubuh yang khas, sangat membuat wanita di depannya ini, sangat sempurna.


Yun yun yang menyadari bahwa Lin ying, sedang menatapnya dengan tatapan yang tak dikenal, merasa terkejut.


Karna merasa malu, secara spontan tangan yang tadinya di ulurkan untuk menyentuh wajah, kini digunakan untuk mendorong tubuh Lin ying.

__ADS_1


Lin ying yang terdorong ke belakang, secara sigap menarik tangan Yun yun untuk menyeimbangkan tubuhnya, dan Yun yun yang belum siap-siap, akhirnya ikut tertarik.


Lin ying terjatuh, dan Yun yun menimpa tubuh nya dari atas.


Kepala mereka saling berbenturan, namun ketika kedua mata mereka saling berhadapan, rasa sakit di kepala itu seakan-akan tidak ada, rasa canggung muncul di hati kedua orang itu.


Lin ying merasakan hal yang aneh, "Yun yun, apa kamu tidak memakai dalaman?, Kenapa dadaku merasa lembut yah?", Lin ying secara tidak sengaja, dan tidak berfikir panjang mengajukan pertanyaan itu.


Yun yun yang mendengarnya, langsung memasangkan wajah yang sangat memerah, dia langsung berdiri, "Lin ying!, Kamu sangat mesummm!", Setelah mengatakan hal itu, Yun yun lalu berlari keluar kamar.


Lin ying, yang belum sadar, terkejut melihat Yun yun telah lari. Setelah merenung, akhirnya Lin ying sadar akan pertanyaannya itu, yang barusan keluar tak terkendali dari dalam mulutnya. Mengingat hal itu kembali, Lin ying merasa bahwa dirinya ini sangat tidak punya harga diri.


Dari pagi sampai siang hari, Lin ying masih belum keluar dari dalam kamar. Dia masih berusia 13 tahun, dan usia yang sangat muda ini, pada umumnya masih memiliki hati yang sangat polos.


Kepolosan ini, membuat Lin ying sangat malu untuk bertemu kembali dengan Yun yun. Berjam-jam hanya berbaring di atas ranjang, menatap langit-langit kamar.


Saat sedang termenung, ketukan pintu kamar, tiba-tiba terdengar. "Masuk?", Setelah mendengar Lin ying berbicara, akhirnya pintu kamar terbuka, seorang wanita yang membawa makanan masuk, tampaknya wanita ini adalah pelayan dari keluarga Gu.


"Tuan, nona Yun yun menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ini", pelayan itu berbicara dengan nada hormat.

__ADS_1


"Ohh?" , Mendengar itu, Lin ying sangat terkejut, namun dia tiba-tiba merasakan sesuatu "letakkan saja di atas meja, dan kamu bisa pergi", Lin ying berbicara, sambil memasang wajah yang biasa-biasa saja.


Setelah itu, pelayan perempuan itu keluar dari kamar. Ternyata di luar kamar, Yun yun sedang menunggu kedatangan pelayan itu. Setelah pelayan perempuan itu keluar, Yun yun buru-buru untuk bertanya, "apa?, Apa yang dia katakan?", Yun yun memasang wajah yang tidak sabar.


"Nyonya, tuan Lin ying hanya menyuruhku meletakkannya di atas meja, dan menyuruhku untuk segera pergi", jawaban pelayan itu, seketika membuat wajah Yun yun cemberut, "dasar pria sialan!, Dia sungguh tidak tahu terima kasih". Gumam Yun yun.


Lin ying yang berada di dalam kamar, tiba-tiba cengingisan, dengan kekuatannya dia telah lama mengetahui keberadaan Yun yun, dan ketika dia mendengar gumaman Yun yun itu, Lin ying seketika tertawa lembut.


Saat hari telah malam, akhirnya Lin ying keluar dari dalam kamar.


Dia berjalan di teras yang panjang, menatap kearah luar halaman, yang masih ramai.


Orang-orang yang berada di sekitar, langsung menunduk hormat, ketika mereka melihat Lin ying. Dia hanya tersenyum, membalan rasa hormat mereka.


Lin ying berjalan kearah rumah paling besar, di kawasan itu, itu adalah rumah milik pemimpin keluarga.


Gu Luan yang melihat kedatangan Lin ying, langsung menyapa dan mengajaknya untuk makan malam.


Di dalam ruangan Yun yun telah duduk di sebuah kursi, ketika dia melihat kedatangan Lin ying, wajah canggung tiba-tiba muncul. Lin ying yang menyadarinya, juga menjadi agak canggung.

__ADS_1


__ADS_2