Sang Legenda Yang Baru.

Sang Legenda Yang Baru.
chapter 03. inti es naga biru


__ADS_3

"Sebenarnya, harta apa yang tuan muda dapatkan?", Tanya tetua pertama, dengan rasa ingin tahu, dan tatapan dari ke empat tetua lainnya beserta Lin zing, juga menunjukkan rasa keingintahuan.


"Inti air spiritual", jawaban yang sederhana ini, membuat semua tetua terkejut, "berapa banyak!?", Satu pertanyaan penasaran dan tidak sabaran lagi muncul,


"Tidak terlalu banyak, namun cukup untuk ratusan murid", lagi-lagi kalimat yang di ucapkan Lin ying membuat semua orang terkejut.


Sebenarnya inti air spiritual yang di miliki oleh Lin ying, namun dia tidak memberitahukan yang sebenarnya, karna dia juga membutuhkannya untuk pelatihannya sendiri, jadi dia tidak ingin semua orang, terlalu berharap pada inti air spiritual.


Di benua ini, tersebar beberapa macam inti es. Inti es ini adalah sebuah kekuatan dingin yang mengandung energi spiritual yang sangat tinggi. Saat pembentukan inti es, itu akan di tutupi oleh lapisan es tebal. Semakin padat inti es terbentuk, maka lapisan es yang menutupinya akan tertekan hingga pecah, pecahan pecahan es itu akan mencair menjadi inti air spiritual, jadi inti air spiritual terbentuk dari pecahan-pecahan pelapis inti es yang pecah dan mencair.


"Saya akan menjelaskan maksud dari rapat ini. Yang pertama adalah, semua usaha kita, dan harta yang telah di Jual, ambil kembali meskipun itu dua kali lipat lebih mahal.


Dan juga semua usaha yang kita jalankan harus di tingkatan.


Dan yang kedua ini, tolong untuk tetua pertama, umumkan ke semua anggota, bahwa siapa saja yang telah mencapai ranah lanjutan sebelum di usia dua puluh tahun, maka dia akan memiliki kesempatan untuk berkultifasi di bawah aliran air spiritual. Tapi pesan ini, harus sangat di rahasiakan, dan tidak boleh bocor ke luar dari klan". Lin ying menyatakan semua yang ingin dia katakan.


"Tuan muda, bagaimana dengan anggota klan yang telah pergi?", Tetua kedua bertanya. "Jika mereka ingin kembali ke dalam klan, maka biarkan mereka kembali, dan jika mereka memilih untuk tetap dalam keputusan mereka, maka itu terserah pada mereka", jawab Lin ying dengan tegas.


Besoknya, pada pagi hari, klan Ling sudah tampak ramai, semua keluarga yang pergi kini telah kembali. Para tetua sedang mengadakan tes tingkatan kekuatan untuk para pemuda. Tes tingkatan ranah lanjutan sebelum usia dua puluh tahun, dan akan mendapatkan kesempatan untuk berkultifasi di bawah guyuran air spiritual.


Dan tes ini akan diadakan sampai bulan depan, supaya para murid memiliki kesempatan untuk berlatih.

__ADS_1


Dalam satu bulan ini, Lin ying berlatih sendiri di dalam hutan, berlatih pada siang hari, dan berkultifasi pada malam hari. Di setiap kultifasinya Lin ying akan menghabiskan satu inti air spiritual, sehingga peningkatan kekuatannya sangat cepat, kini dia telah berada di ranah lanjutan bintang sembilan.


Buku yang berisi teknik-teknik juga sudah sepenuhnya di kuasai Lin ying. Persiapannya untuk menerobos ke ranah bumi akan datang. Pada saat di dalam gua, sang kaisar itu pernah mengatakan kepada Lin ying, supaya dia menelan inti es terlebih dahulu, sebelum melakukan terobosan kultifasi.


Lin ying membuka sebuah kertas, itu adalah sebuah peta tempat inti es berada, dan peta itu di berikan oleh sang kaisar ketika di dalam gua.


Melihat dari petanya, ternyata tempat inti es itu berada tidak lah terlalu jauh. Namun itu berada di atas gunung yang tinggi, dan tidak pernah dilalui oleh siapapun. Bukan karna berbahaya, tapi karna gunung itu tidak memiliki apa-apa.


Mendaki sebuah gunung, menghabiskan waktu yang tidak sedikit, dengan hanya tujuan mendaki dan tidak mendapatkan apa-apa, siapa yang mau melakukannya?. Ini adalah dunia kultifasi, dibandingkan mendaki gunung, orang-orang lebih memilih untuk berlatih dan berkultifasi.


"Ternyata tempatnya ada di atas gunung, tapi bagaimana kaisar itu tahu?, Bukankah tempat itu belum pernah dilalui oleh siapapun?", Pertanyaan aneh muncul di benak Lin ying.


Tanpa pikir panjang, dengan tombak hitam di punggungnya, Lin ying langsung pergi ke puncak gunung.


Lin ying memang penasaran, tapi dia memilih untuk beristirahat dan tidak memikirkannya.


Hari yang gelap, Lin ying tidur dengan di temani oleh api unggun yang menyala, tiba-tiba angin pelan bertiup dari atas gunung.


Angin yang membawa suhu yang sangat dingin, suhu yang membuat siapa saja tidak akan merasa nyaman.


Lin ying terbangun, "kenapa ini?, Kenapa begitu dingin?", Kemudia dia tersadar, karna arah dari suhu itu berasal dari atas gunung. "Mungkinkah ini aura dari inti es?, Sungguh menakutkan, apa ini penyebab monster tidak ada yang tinggal di sini?", Lin ying belum hilang dari keterkejutan.

__ADS_1


Karna dingin nya udara, Lin ying memperbesar nyala api, dan duduk di dekat api, tanpa melanjutkan tidurnya.


Setalah pagi hari, aura dingin itu mulai menghilang.


Dengan teknik pelarian yang dia beli di rumah lelang, Lin ying mendaki gunung dengan sangat cepat. Karna telah mengalami hal semalam, dia tidak mau lagi untuk mengalaminya, dan dia akan memaksakan, untuk sampai di puncak gunung pada siang hari.


Saat hari sedang panas-panasnya, akhirnya Lin ying sampai di puncak gunung.


Lin ying terpelong melihat puncak gunung yang datar, dan di tengah tengah ada sebuah gua kecil. Dari dalam gua aura dingin yang sangat pekat terpancar, Lin ying memasuki gua.


Semakin dalam, aura dingin juga semakin pekat, dengan badan yang menggigil kedinginan, akhirnya Lin ying tiba di tengah tengah gua.


Ditengah-tengah gua, ada sebuah bak kecil yang terisi air spiritual, bak ini terbentuk dari bongkahan es. Di atas bak, sebuah benda bulat kecil mengapung. Benda yang tembus pandang ini, seperti kristal berwarna biru, namun energi dingin yang di pancarkan benda kecil itu, sangat berbeda dengan es lainnya.


Itu adalah inti es naga biru, tanpa pikir panjang, Lin ying langsung mengambilnya, dan dia keluar dari gua, karna suhu yang sangat dingin ini sungguh akan menelannya.


Di luar gua, tangan Lin ying yang memegang inti es itu, membeku. Kemudian Lin ying menyiram minyak tanah, melingkar di tanah mengelilingi nya.


Menyalakkan api dan duduk di tengah-tengah, Lin ying menelan inti es itu, dia melakukannya supaya, suhu dingin inti es itu, tertekan dari luar, dan dari dalam Lin ying menekannya dengan energi roh, yang mengelilingi inti es.


Penelanan inti es ini cukup memakan banyak waktu dan juga tenaga, karna inti es bukan energi biasa, melainkan sebuah energi spiritual yang sangat kuat. Jika seseorang menelannya, maka energi spiritual nya akan melonjak drastis. Dalam dunia kultifator, energi spiritual berarti energi pembangkit dan pengendali.

__ADS_1


Mengendalikan sebuah benda, dari jarak jauh tanpa menyentuh, dan hanya menuangkan energi spiritual nya ke dalam benda itu untuk di kendalikan. Bagi sang kultifator itu merupakan kartu truf saat dalam bahaya.


__ADS_2