Sang Legenda Yang Baru.

Sang Legenda Yang Baru.
chapter 23. kloning es.


__ADS_3

Kekalahan Gao Lao, yang tanpa perlawanan, membuat hati banyak orang terguncang. Gao Lao telah kalah, lalu apa harapan mereka untuk menang, jika yang terkuat tidak mampu.


Sesuai dugaan pria yang di kursi pemimpin itu, setelah kekalahan Gao Lao, banyak orang yang sudah menyerah. Kejadian ini membuat dia menghela nafas pasrah.


Di sisi Lin ying, dia tidak terlalu terkejut, dengan hasil ini. Perbedaan tiap bintang dalam ranah bumi, itu terlalu jauh.


Namun jika seseorang memiliki teknik yang kuat, mungkin memiliki kesempatan untuk menutupi kesenjangan antar bintang itu.


Contohnya, seseorang yang di ranah bumi, jika memiliki teknik di tingkat surga, maka dia akan menjadi orang terkuat, di semua ranah bumi. Namun itu adalah hal yang mustahil bagi banyak orang, karna mempelajari teknik tingkat surga, di ranah bumi. Tidak lebih mudah dari mencapai ranah surgawi itu sendiri.


Pada dasarnya setiap teknik, dibagi menjadi setiap ranah.


Ranah pemula, dan ranah lanjutan, dapat melatih teknik di tingkat dasar. Ranah bumi melatih teknik tingkat bumi, ranah alam dapat pelatih teknik tingkat alam.


Lain halnya dengan ranah penyatuan, tingkat teknik tidak memiliki tingkatan penyatuan, karna pada dasarnya semua teknik adalah penyatuan.


Jadi di tingkatan ranah penyatuan, sudah dapat menguasai teknik tingkat surga.


Dan yang terakhir, adalah teknik tingkat Tian, itu hanya bisa di kuasai oleh kultifator di tingkat dunia kesadaran spiritual, sampai pada dunia puncak spiritual.


Sebenarnya, pada tingkatan teknik Lin ying. Teknik naga es biru, adalah teknik di tingkat surga. Lin ying dapat menguasai teknik itu, karna dia memiliki inti es naga biru. Jadi Lin ying mempunyai banyak kekuatan, yang mampu menampung teknik surga tersebut.

__ADS_1


Namun meski begitu, Lin ying masih harus berhati-hati dalam menggunakan teknik itu, karna teknik itu akan sangat menguras energi nya, jadi dia tidak akan menggunakan teknik itu, selama belum memiliki kepastian untuk menang.


Lin ying yang dari tadi telah menunggu, namun tidak ada lagi peserta yang maju. Karma itu, dia melangkah maju, secara perlahan.


Ketika dia melangkah maju, semua orang terheran-heran, meski mereka belum pernah melihatnya, namun mereka tahu bahwa orang ini, jauh lebih muda dari mereka.


Lin ying menangkukkan tangannya di depan pria tua itu. "Lin ying, usia 13 tahun, ranah bumi bintang tujuh". Semua orang terkejut mendengar itu. Dia bahkan tujuh tahun lebih muda dari Gao Lao, namun dia sudah mencapai tingkatan yang menakutkan ini.


Ketahuilah, bahwa orang yang paling berbakat pun, butuh waktu yang cukup lama untuk meningkatkan satu bintang, di ranah bumi.


Jika Gao Lao di tempatkan, di tempat semua orang jenius di benua. Maka semua orang yang melihatnya, akan mengangguk puas dengan bakatnya. Namun jika Lin ying yang di tempatkan di tempat itu, bahkan orang yang paling jenius dari suatu negara, akan muntah darah melihat bakat kultifasi Lin ying ini.


"Hahaha anak muda, kamu sungguh anak yang berbakat, namun dengan kekuatan itu, masihlah belum cukup", mendengar kata dari tetua itu, Lin ying hanya tersenyum.


Lin ying menghilang dari pandangan semua orang, sekali lagi dia muncul, dia telah berada di depan tetua itu. "sungguh kecepatan yang menakutkan?", Bahkan tetua itu masih terkejut dengan kecepatan Lin ying.


Tetua itu, mengarahkan pukulannya ke arah Lin ying, namun Lin ying tidak menghindar, dia menerima serangan itu, yang menghantam kepalanya. Lin ying terlempar jauh kebelakang.


Pertarungan ini, sangat membuat semua orang terkejut. Bahkan pria yang berada di kursi pemimpin, juga sangat terkejut.


"Orang ini, memiliki kecepatan yang menakutkan, namun kenapa dia tidak menghindar, dan memilih untuk menerima serangan itu dengan blak-blakan?" Gumam pria yang duduk di kursi pemimpin itu.

__ADS_1


Semua orang juga terkejut, melihat Lin ying yang tidak menghindar sama sekali.


Mereka semua mengarahkan pandangan mereka, kearah lantai tempat Lin ying tergeletak.


Namun keterkejutan kembali muncul di hati mereka. Lin ying yang sedang tergeletak, tiba-tiba pecah menjadi sekumpulan pecahan es. "Ini.. ini adalah sebuah klon?", Gumam tetua itu.


Dia yang tidak dalam persiapan, tiba-tiba merasakan sebuah bahaya, muncul dari belakangnya.


Dia belum sempat bereaksi, saat sebuah pukulan mendarat di punggungnya.


Dia terhuyung dan terjatuh di lantai. Keterkejutan belum hilang dari hatinya, saat keterkejutan yang baru, muncul di hatinya.


Dia bahkan tidak dapat bereaksi, untuk menahan serangan Lin ying.


Kloning barusan, bukanlah sebuah teknik kuat milik Lin ying. Itu hanyalah teknik bisa yang diketahui olehnya, ketika dia menelan inti es naga biru. Namun meskipun itu, teknik biasa, itu bisa sangat menakutkan jika digunakan dengan sangat tepat.


Menurut kekuatan Lin ying saat ini, meski tertinggal dua bintang, tapi dia memiliki inti es, yang dipenuhi oleh banyak energi.


Oleh kerna itu, energi Lin ying bahkan tidak kalah, dari seseorang di ranah bumi tingkat sembilan (puncak).


Melihat kloning Lin ying barusan, kejutan muncul di hati pria di kursi pemimpin itu. "Ohh... Menggunakan kloning, sebagai umpan, dan menyerang ketika musuh lengah. Anak ini sungguh bisa memanfaatkan kesempatan", gumam pria itu.

__ADS_1


__ADS_2