
Keluarga santoso adalah keluarga terpandang dikotanya karna kekayaan dan kesuksesan dalam bisnisnya, hari ini adalah hari kelahiran penerus keluarga santoso.
Selamat Tuan bayi anda telah lahir dan berjenis kelamin laki-laki , sang suster menyerahkan sang bayi pada ayahnya
"Kau sangat tampan anakku kau akan menjadi pewaris kelak di keluarga santoso"
Mengecup anaknya dan menyerahkan kepada perawat kembali
"Apakah saya sudah bisa melihat keadaan istri saya Sekarang?" Tanyanya pada perawat
"Silahkan tuan nyonya akan segera kami pindahkan keruang pemulihan paska melahirkan dan anda bisa nememuinya disana..."
Diruang pemulihan
Menggenggam tangan riana ... "terimakasih karna telah melahirkan anak untukku sayang" , mengecup kening istrinya
"Ini memang sudah tugasku dan aku sangat bahagia" , ucapannya sambil terus tersenyum
Tapi kebahagiaan itu hanya sekejap saja mereka rasakan karna saudara tiri tuan Aji Santoso ataupun musuhnya telah mendengar bahwa penerus keluarga santoso telah lahir.
Prakkkk , gelas ditangan Satyo Santoso dilemparnya
"Apa anak Aji sudah lahir? Brengsek walau bagaimanapun aku tidak akan membiarkannya akulah pemilik perusahaan itu"
"Aggggghhhhhh siapa pun tidak berhak atas perusahanku , hubungi orang suruhan kita untuk menghabisi mereka sekarang juga". sebuah perintah pada orang suruhannya
"Baik tuan satyo akan saya laksanakan dengan segera"
"Hahahaha akulah penguasa di perusahaan SN GROUP"
Sementara di Rs tempat Riyana bersalin , Tuan Aji mendapatkan kabar dari mata-mata yang diutusnya untuk memata-matai satyo adik tirinya
"Apakah yang kau bilang ini serius bay?"
Bayu adalah salah satu orang kepercayaannya Tuan Aji selain Surya sang asisten
"Benar tuan , segera selamatkan diri dan keluarga anda segera tuan sebelum orang suruhan tuan satyo sampai di Rumah sakit"
mengingat betapa kejamnya satyo jika menginginkan sesuatu bahkan dia bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yg dia inginkan
"Saya sudah menyiapkan mobil untuk anda dan istri anda lewat pintu belakang Rumah sakit itu disana akan ada surya yang membantu anda pergi."
__ADS_1
"Baik bay terimakasih atas informasi mu aku akan bergegas", dengan segera Aji berlari ke dalam ruangan riyana
"Kita harus pergi sekarang juga sayang , satyo sudah gila dia ingin membunuh kita semua"
"Apa maksudnya mas kenapa satyo ingin membunuh kita semua?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan waktu kita sangat terbatas sayang aku sudah membawakan kursi roda , ayo kita keruang perawatan anak kita"
"Mereka bergegas dengan cepat
Saat bayi mungil mereka sudah dipangkuan riyana mereka langsung pergi kepintu belakang"
"Itu mobil kita sayang ayo kita pergi sekarang saat mereka sampai sini mereka akan terhadang oleh bodyguard kita yg berjaga disini", Riyana hanya mengangguk karena sejujurnya dia sangat ketakutan akan kehidupan keluarganya sekarang
Mobil dikemudikan oleh asisten tuan aji salah satu orang kepercayaannya selain bayu
"Bagaimana surya apakah kau sudah mengurus keberangkatan kita ?"
"Sudah tuan kita hanya tinggal sampai bandara dan kita akan aman dan saya juga sudah mengurus tempat tinggal anda disana dengan segala kebutuhannya"
"Bagus surya kau bisa diandalkan padahal aku baru memberi kabar belum lama tapi kau dengan sigap menyelesaikan nya , surya membalasnya dengan anggukan".
sebelum sampai di bandara mobil tuan Aji sudah diikuti dari belakang
"Tuan gawat mobil kita diikuti."
"Injak gasnya surya lebih cepat lagi kita harus lolos dr mereka," karna mobil yang mengebut surya tak sadar dengan mobil dari lawan arahnya untuk menghindari tabrakan surya membanting mobilnya kekiri sampai menabrak pohon besar dipinggir jalan...
"Tuan nyonya apa kalian baik² saja? Kita sudah tak mungkin menggunakan mobil ini lagi.
Saya sudah menghubungi bala bantuan tapi mereka membutuhkan waktu untuk sampai tempat ini tuan"
"Ya, kami baik-baik saja kita masuk dulu kehutan sana untuk bersembunyi karna kita kalah jumlah dr mereka"
Membuka pintu mobil dan memapah sang istri cepat sebelum mereka datang sayang
Mereka berjalan memasuki hutan dengan diikuti surya dibelakang ...
"Mas aku takut,
Tidak apa-apa sayang kita pasti selamat dan kita akan membesarkan anak kita bersama" , ucapannya menenangkan sang istri
__ADS_1
"Aggggghhhhhh mas luka habis operasi Caesar ku terbuka."
"Sayang kau tidak apa-apa ? Apa karna benturan tabrakan mobil tadi sehingga seperti itu"
"Aku juga tidak tau mas tapi rasanya sakit," ditengah kebingungan mereka surya melihat sebuah rumah ditengah hutan dengan lampu yg menyala yang menandakan rumah itu berpenghuni
"Tuan lihat didepan ada sebuah rumah kita bisa bersembunyi disana."
"Tak berpikir panjang Aji menggendong istrinya dan surya menggendong bayi mereka."
"Tok tok tok
Sial rumah ini dikunci dan tak ada orang didalam tuan apakah kita perlu mendobraknya?"
"Yah dobrak saja keselamatan kita lebih penting saat pemilik rumah ini datang aku akan meminta maaf padanya"
Brug brug brug
Tak butuh waktu lama surya berhasil mendobrak pintu itu dan menggendong kembali bayi tuannya
Saat akan memasuki rumah itu surya melihat para pembunuh sudah mendekat dengan banyak sekali anak buahnya , gawat tuan mereka sudah sampai.
"Sayang kita tinggalkan anak kita disini dan kita pergi dari sini setelah aman kita ambil anak kita lagi."
"Apa yang kamu bilang mas bagaimana kamu berbicara seperti itu ", sudah menangis
Itu demi keselamatan anak kita sayang walaupun nantinya kita tak selamat setidaknya anak kita selamat
Setelah mendengar ucapan suaminya riyani mengerti walaupun terasa sangat berat tpi itu demi keselamatan anaknya
"Sayang maafkan ibu kita pasti akan berkumpul kembali sayang , mencium dan memeluk sang anak"
Aji ingin menagis tapi dia tahan karna tak ingin menunjukkan kepda istrinya, dia memeluk putranya itu dan mencium penuh sayang
"Nak maafkan ayahmu ini tapi ini demi kebaikan kita semua.... sambil memasangkan kalung kepada anaknya."
"Tuan mereka datang kita harus pergi sekarang."
Mereka pergi meninggalkan anaknya dikeranjang bayi dan para pembunuh terus mengejar mereka ...
__ADS_1