
Doni berniat membujuk Daniel agar bisa menemani Dhea pulang.
"Dimana anak itu kenapa tidak kelihatan dari tadi" cemberut karna yang dicari tak kunjung bertemu.
"Paman tidurlah ini sudah larut malam mungkin Daniel sedang ada keperluan diluar nanti jika Daniel pulang biar Dhea yang membukakan pintu" sudah menguap tapi tak enak sang pemilik rumah saja belum pergi tidur.
"Paman belum mengantuk kau tidurlah lebih dulu kau sudah mengantuk bukan?"
"Aku tak enak paman jika tidur lebih dulu"
"Tidak apa Dhea paman memang sudah terbiasa tidur malam jadi kau tidurlah" tersenyum sambil meminum kopinya
"Baiklah paman Dhea pamit tidur ya" pergi meninggalkan Doni sendiri
Tak lama sekitar 20 menit kemudian Daniel pulang ke rumah dengan mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Aku pulang ayahh"
"Akhirnya kau pulang juga nak" membukakan pintu untuk daniel
"Iyah tadi aku habis dari tempat gym ayah, pandu tadi menghubungiku meminta bantuan disana sedang ramai pengunjung dan kita kekurangan instruktur disana mau tidak mau aku kesana"
"Mungkin kita perlu menambah pekerja baru"
"Iyah sepertinya begitu ayah"
"Jika begitu makanlah dulu dan bersihkan badanmu ada sesuatu yang ingin ayah bicarakan"
"Apa itu" Daniel mulai bingung karna sangat jarang sekali ayahnya ingin membicarakan sesuatu.
"Nanti kita bicarakan ayah tunggu disini" meminum kembali kopinya
"Baiklah " pergi meninggalkan ayahnya
Setelah selesai Daniel pergi menemui ayahnya
"Apa yang ingin ayah bicarakan padaku?"
"Kau tau Dhea akan segera pulang?"
"Iyah aku tau lalu apa hubungannya?"
__ADS_1
"Ayah memintamu untuk menemaninya apakau bersedia nak, kau taukan dia seorang wanita tidak baik jika dia bepergian jauh seorang diri akan sangat berbahaya jika para penculik itu masih mencari Dhea" raut wajah doni sudah serius dan terlihat memohon
"Ayah aku bukan tak ingin tapi kitapun baru mengenal dia, aku sudah menolongnya beberapa kali bahkan kita menampung dirinya dirumah ini"
"Aku tau nak kita memang baru mengenal dirinya tapi sebenarnya ada sesuatu hal yang lain sehingga ayah memintamu pergi ke Jakarta"
"Jika masalah itu lagi aku tak ingin ayah, bukankah sudah aku katakan berulang kali jika aku tidak ingin membahas dan mencari keberadaan orangtua kandungku"
"Ayah sudah dari lebih dari cukup apapun didunia, mereka sudah membuangku ayah"
"Aku tau nak tapi tidak ada salahnya bukan mencari orangtua kandungmu, apakau tak ingin tau siapa sebenarnya mereka dan mengapa mereka sampai meninggalkanmu dirumahku?"
"Bagiku mereka tidak menginginkan keberadaanku ayah"
"Mereka pasti memiliki alasan nak pergilah cari mereka dan temukan kebenarannya" doni terus membujuk daniel agar pergi mencari orangtua kandungnya.
"Maaf aku tidak bisa ayah" pergi meninggalkan ayahnya.
"Ini permintaan pertamaku Daniel apakau tega terhadap diriku ini, bukankah kau selalu bilang aku ini ayahmu lalu mengapa kau tak ingin memenuhi keinginanku untuk mencari orangtua kandungmu?"
Doni tak pernah meminta seperti ini kepada Daniel tapi Doni merasa inilah saatnya mencari orangtua kandungnya.
"Ayah tau bukan aku tidak bisa meninggalkan ayah sendiri disini , aku ingin selalu mengurus dan menemani ayah ini sebagai tanda baktiku karna ayah mau merawatku selama ini." Daniel menatap Doni sendu karena jika tanpa dirinya mungkin tidak akan ada daniel saat ini.
"Hey aku tidak setua itu sampai perlu kau urus dan kau temani , aku ini sangat normal aku membutuhkan wanita bukan lelaki sepertimu" huuuuuhhhhh aku masih normal Daniel dasar kau ini.
"Jika kau benar-benar peduli padaku penuhi permintaanku ini daniel tapi jika kau tak peduli padaku kita tidak perlu membahasnya lagi" pergi meninggalkan Daniel yang sedang dilema sendirian.
Flashback
Saat itu daniel berusia 12 tahun dia masih duduk di bangku SMP, Doni merasa itu waktu yang tepat memberitahukan kepada Daniel tentang kebenaran yang terjadi.
Daniel sangat terkejut dan terpukul mengetahui dirinya hanyalah anak adopsi tapi Doni meyakinkan Daniel.
"Meskipun kau bukan anak kandungku tapi aku benar-benar menganggapmu seperti putraku sendiri tidak akan ada yang berubah setelah kau mengetahui yang sesungguhnya"
"Tap tapi aku bukan anak kandungmu ayah hiks hiks hiks "
"Kau tetap anakku kau putraku kau kesayangku" Doni memeluk daniel yang sedang menangis
Dia merasa ini yang terbaik karena dia tidak ingin daniel mengetahuinya dari orang lain Doni ingin Daniel mengetahui dari mulutnya langsung.
"Benarkah ayah? " menatap mata sang ayah
__ADS_1
"Tentu... ayah tak peduli kita tidak ada ikatan darah sekalipun kau tetap anakku" kembali memeluk Daniel
"Terimakasih ayah aku akan selalu berbakti dan akan merawatmu ketika aku sudah dewasa kelak" Daniel sangat beruntung karena Doni menganggap dirinya seperti anak sendiri.
"sudah sudah kau sudah besar jadi berhentilah menangis dan jalani kehidupan kita seperti biasa"
"Baik ayah" Daniel tersenyum pada ayah angkatnya.
Flashback off
......
Daniel terus terpikir dengan ucapan ayahnya dia tidak ingin mengecewakan Doni dan ini permintaan pertama dari ayahnya.
"Apa yang harus aku lakukan ayah aku tak ingin meninggalkanmu, aku bahkan menolak ajakan satya untuk pergi ke Ibu Kota hanya untuk menemaninyamu" Daniel mengacak rambutnya merasa bingung apa yang harus dilakukannya.
"Semua gara-gara gadis itu huh tidak tahu diri tapi aku tak bisa menolak permintaan ayah padaku"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kukasih bonus photo daniel ya hehehe....
*******
Yuhu terimakasi kalian sudah mampir dan memberikan dukungan.
__ADS_1
Terus dukung ya beri Like, Coment dan Vote juga ya....
Salam dari SANG PEWARIS YANG HILANG😉