SANG PEWARIS YANG HILANG

SANG PEWARIS YANG HILANG
Dhea pulang


__ADS_3

keesokan paginya seperti biasa Doni dan Daniel sudah bangun terlebih dahulu, karena mereka hidup berdua tanpa seorang wanita membuat Doni dan Daniel bisa memasak dan membersihkan rumah sendiri.


Doni dan Daniel sarapan pagi lebih dulu daripada Dhea Karena dia belum bangun, setelah selesai sarapan Doni langsung meminta jawaban dari anaknya tersebut.


" Jadi bagaimana nak apakau mau menyetujui permintaan ayah? "


" Apa aku bisa menolaknya ayah? "


" Tentu saja tidak nak, aku tidak menerima penolakan darimu! "


" Lalu untuk apa ayah bertanya , jika sudah tau jawaban dariku "


" Ayah hanya ingin memastikan bahwa kau akan pergi menemani Dhea dan juga kelu.. " ucapan Doni terhenti karena Daniel menyela ucapan ayahnya.


" Aku memang setuju pergi menemani Dhea tapi aku tak berjanji akan mencari keluargaku "


" Tapi mau sampai kapan kau terus begini Daniel apakau tak ingin mencari keberadaan orangtua kandungmu? , pergilah temui mereka "


" Tolong jangan bahas ini lagi ayah " pergi dari meja makan meninggalkan Doni


" Mengapa sulit sekali menyuruh anak itu huuhh " Doni menghela nafas , " Tapi setidaknya anak itu mau menemani Dhea pulang mungkin dengan berjalannya waktu dia akan mencari orangtua kandungnya sendiri. "


......


Daniel masuk kedalam kamarnya untuk menyiapkan keperluannya di Jakarta.


" Jika bukan karna permintaan ayah aku tak ingin mengantar gadis itu bahkan sudah pukul 9 pagipun dia belum terbangun, gadis macam apa dia? apa dia pikir rumah kami ini hotel bisa sesuka hatinya bangun sesiang ini! " Daniel terus meracau karena kesal dengan Dhea.


" Lihat saja nona besar jika sampai aku selesai menyiapkan pakaian dia belum bangun akan ku siram wajahnya itu. "


Dan benar saja sampai Daniel selesai dengan perlengkapannya Dhea belum juga bangun dari tidurnya, Daniel mengetuk pintu kamar Dhea namun tak ada jawaban dari penghuninya.


Daniel masuk kedalam kamar Dhea membawa segelas air, melihat gadis itu tertidur pulas dengan selimut yang masih membalut tubuhnya Daniel menyiram Dhea.


" Aaaaaa banjir banjir banjir selamatkan diri kita " seketika Dhea tersadar saat melihat Daniel yang menatapnya.


" Jadi nona muda kita sekarang sudah bangun ya jika sudah bangun bersiap sekarang! , gadis macam apa kau ini pukul 10 belum bangun juga hah?"


" Kenapa kau jahat sekali sih?, aku kan memang selalu bangun siang jika memang tidak ada hal penting dan pemotretan "


" Kau pikir rumahku ini rumahmu atau hotel sehingga bisa sesukamu? "


" Aku dirumah selalu dilayani oleh para pelayan tau jadi aku sudah terbiasa sesukaku."


" Sudah aku tak ingin mendengar alasanmu kau dengar apa yang kusuruh bukan segera bersiap."


" Heh bersiap kemana? " Dhea memutar bola matanya bingung dengan ucapan Daniel.


" Aku akan mengantarmu pulang kuberi waktu 1 jam jika kau belum juga bersiap maka kau pergi pulang sendiri! " Daniel pergi dari kamar Dhea dengan membawa gelas ditangnya


" Apa jadi paman berhasil membujuknya yes horeee aku akan pulang kupikir dia tidak akan mau, eh aku tak boleh bersantai aku harus segera bersiap sebelum dia berubah pikiran" Dhea bangun dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi.


Diteras rumah


" Apa kau sudah memberi tahu Dhea nak? kenapa dia belum keluar dari kamar dari pagi"


" Sudah ayah, tapi ayah taukan dia seorang nona muda dan dia gadis pemalas yang selalu bangun siang dan dilayani oleh orang lain sehingga dia menjadi manja dan malas seperti ini. "


" Keluarga orang kaya memang seperti itu nak jadi kau jangan aneh , dulu ayah juga seorang bodyguard kau tau bukan?"


" Iya ayah sering menceritakannya padaku , aku sampai hafal cerita ayah karena saking seringnya kau mengulang cerita itu " Daniel cemberut menatap ayahnya.


" Hahaha apakah benar begitu?, apa aku sesering itu menceritakan kisahku padamu"


" Tentu saja ayah dan bukan hanya itu saja kau juga sudah menceritakan tentang kisah asmaramu padaku berulang-ulang"


" Hey masa iya ayah begitu padamu mana mungkin ayah sesering itu menceritakan kisah ayah padamu?"


" Ternyata ayah sudah setua ini ya sampai melupakan perkataan ayah sendiri, bukan hanya padaku saja ayah bercerita padaku tapi kepada teman-temanku juga termasuk satya."


" Hey ayahmu ini masih gagah dan setampan ini kau bilang tua? mungkin pengelihatanmu bermasalah ya kau tak tau janda sexy di perempatan jalan sana sering menelpon ayah dan bu Mira yang bekerja sebagai dokter umum di klinik daerah kita juga sering mengajak ayah jalan tau.... memangnya kau masih muda tapi tak pernah berkencan haha."


" Aku tak mengira bahwa ayahku sepopuler ini , tapi ayah jangan membawa masalah diriku aku berbeda denganmu ayah itu seorang jomblo abadi karena sampai saat ini ayah belum juga menikah ." Setelah mengatakan itu Daniel berlari kedalam rumah.


" Dasar anak tak sadar diri bukankah kau juga jomblo sama seperti ayah hey jangan lari kau." Doni mengejar Daniel yang berlari masuk ke dalam rumah.


" Ayo ayah kejar aku" Daniel yang sedang berlari dan tak melihat Dhea yang sedang berdiri tak jauh dari Daniel sehingga mereka bertabrakan.


" Aduh kenapa kau menabraku?" Dhea terjaduh menimpa badan Daniel.


" Kau.... kenapa kau mengahalangi jalanku? tak bisa melihat apa aku sedang berlari, cepat bangun kau pikir badanmu tidak berat"


" Kau kan yang salah karena berlari selalu melihat kebelakang " berusaha bangun dari badan Daniel.


" Sudah diam "


" Huh " kenapa dia ketus sekali padaku padahal tadi aku mendengar dia sedang tertawa bersama paman tapi saat bertemu denganku dia langsung berubah dingin.


...


" Suara apa tadi Ayah mendengar suara gaduh disini dan kenapa kalian bertengkar?" Doni yang baru sampai langsung bertanya.


" Tidak ada apa-apa ayah "


" Kalian yakin? tapi kenapa kalian sampai bertengkar."


" Iya ayah tak terjadi apapun benarkan Dhea?" menatap Dhea dengan tajam.


" i iya paman tidak ada apa-apa tadi hanya salah paham saja " kenapa seram sekali saat dia menatapku seperti tadi.

__ADS_1


" Baguslah ku kira kalian kenapa, oiya Dhea apa kau sudah memakan makananmu? kalian akan segera berangkat bukan."


" Iya sudah paman maafkan Dhea yang bangun sesiang ini dan merepotkan paman dan Daniel. "


" Sadar diri juga rupanya kau."


" Daniel jangan berbicara seperti itu, nak jangan kau hiraukan ucapan Daniel ya." mengusap kepala Dhea.


" Iya paman tidak apa-apa ini memang salahku."


" Sudahlah kalian jangan terus seperti ini. bukankah sebentar lagi kalian segera berangkat, Daniel juga sudah memesan tiket pesawat secara online."


" Iyah paman Dhea sangat berterima kasih pada paman dan juga Daniel karena sudah membantu Dhea dan menampung Dhea dirumah paman." Mata Dhea sudah berkaca-kaca karena entah jadinya dia jika saat itu Daniel tidak datang menolong dan Doni tidak mau menampung dirumahnya.


" Sudah jangan dipikirkan paman senang kau ada disini , paman seperti mempunyai seorang anak perempuan jadi jangan sungkan untuk datang lagi kemari."


" Iya pasti aku akan berkunjung menemui paman."


" Paman senang mendengarnya dan akan paman tunggu, baiklah paman akan mengantar kalian ke bandara sekarang."


" Tidak perlu ayah kami bisa berangkat sendiri, lebih baik ayah dirumah dan beristirahat saja kulihat akhir-akhir ini ayah nampak cepat lelah."


" Mungkin karena ayah sudah tua nak."


" Ayah yakin untuk sendiri dirumah?"


" Iya ayah yakin nak pergilah dan cari mereka jangan kembali jika kau belum bisa menemukan keluargamu." Doni sedikit berbisik agar Dhea tak mendengar obrolan mereka berdua.


" Baiklah ayah tapi kau harus merawat dirimu sendiri dan segera hubungi aku jika sesuatu terjadi pada ayah."


" Kau tak perlu khawatir pada ayah ."


" Baiklah aku dan Dhea akan berangkat sekarang ayah " Daniel memeluk ayahnya.


" Kau harus berhati-hati dan jaga dirimu disana." menepuk bahu Daniel


" Iya ayah akan ku ingat kata-katamu." Daniel mengambil barang bawaannya di dalam ransel yang sudah ia siapkan.


" Hey nona muda ayo kita berangkat."


" Baik, paman aku pergi pulang jika aku ada waktu aku akan datang untuk mengunjungi paman."


" Akan paman tunggu , kalian hati-hati dijalan dan kabari ayah jika kalian sudah sampai."


" Kami berangkat ayah " Daniel dan Dhea pergi meninggalkan rumah Doni.


Dhea berjalan sambil melambaikan tangan kepada Doni.


......


Diperjalanan menuju Bandara Daniel dan Dhea diam membisu tanpa ada obrolan sampai mereka sampai di Bandara.


" Kenapa?" Daniel melihat Dhea yang sedang melamun tapi menatap dirinya.


" Ehhh tidak kok, aku hanya berpikir kenapa kau diam membisu sedari tadi apakau terpaksa ikut denganku?."


" Ternyata kau pandai melihat situasi ya, aku memang terpaksa ikut denganmu karena ayah yang memaksa ku kau pikir kenapa aku bisa tiba-tiba ikut? pasti karena kau memohon pada ayahku bukan."


" kenapa dia bisa tepat sasaran aku memang memohon pada paman agar Daniel pergi menemaninya."


" Tak perlu terkejut aku bisa tau karena.... "


" Karena apa? " apa karena diriku pasti benar secara akukan seorang nona muda dan seorang model yang cantik mempesona dia pasti terpesona olehku hehehehe.


" Jangan berpikir yang bukan-bukan aku melakukan ini demi ayahku." Daniel melihat Dhea yang senyum-senyum sendiri.


" Eh apa ? " Dhea yang tersadar dari lamunannya


" Sudahlah sebentar lagi kita take-off."


" uh betapa malunya aku berpikir yang tidak-tidak , untung saja aku hanya berbicara dalam hati jika aku ucapkan langsung mau ditaro dimana mukaku ini".


" Kenapa kau malu? "


" Ugh sudah diam jangan membahasnya lagi"


" Hahaha ternyata kau lucu juga saat kau sedang malu ."


" eh dia bilang aku lucu ah senangnya dan lihatlah senyumannya itu dia terlihat makin tampan." Kau sangat tampan saat tertawa seperti itu.


" Apa kau bilang? "


" Eh tidak-tidak kau salah dengar ." Dhea tersadar dari lamunannya untung saja dia Daniel tidak mendengar ucapannya barusan.


Berbeda dengan pikirannya Dhea sebenarnya Daniel mendengarnya dengan jelas tapi dia hanya berpura-pura tidak mendengar.


Mereka telah sampai di Bandara Halim Perdanakusuma.


" Kau sudah sampai dengan selamat jadi tugasku sudah selesai, kita akan berpisah disini."


" Tidak, kau harus mengantarkanku sampai kerumahku." menarik tangan Daniel


" Hey nona bukankah kau bilang hanya mengantar kau pulang bukan menemani sampai kerumahmu!"


" Kumohon jangan pergi ayo temani aku sampai kerumah ya ya ya" Dhea membujuk Daniel sudah seperti anak kecil.


" Cih merepotkan, ayo cepat " mau tak mau Daniel mengantarkan Dhea sampai rumahnya


" Hehe kau memang baik." mereka menghentikan taksi dan pergi ke alamat rumah Dhea.

__ADS_1


Di Rumah Dhea


" Tuan nyonya " seorang pelayan berlari menemui majikannya


" Ada apa kenapa kau berteriak mana sopan santunmu?" Nyonya Juni yang meletakkan majalah yang dibacanya dan menatap pelayan itu.


" Maafkan atas kelancangan saya Nyonya tapi saya kemari untuk menyampaikan bahwa Nona Dhea sudah pulang." Pelayan itu berbicara sambil menunduk


" Apa putriku sudah pulang kenapa kau tidak bicara dari tadi, ayo antar aku kesana. " Nyonya Juni pergi menemui putrinya.


***


" Anakku kenapa kau baru pulang mamah sangat menghawatirkanmu saat kau hilang tanpa kabar." Memeluk putri kesayangannya


" Maafkan Dhea membuat mamah dan papah khawatir Dhea dirampok saat itu sehingga tidak bisa menghubungi kalian." Memeluk eret mamahnya.


" Apa kau di rampok? apa kau terluka sayang ? apa mereka menyakitimu? cepat beritahu mamah."


" Mamah tenang saja Dhea tidak terluka sama sekali."


" Tetap saja kau harus diperiksa mamah akan menghubungi Dokter keluarga kita kau beristirahatlah."


" Mah Dhea benar tidak apa-apa karena saat itu Dhea ditolong oleh seseorang bahkan keluarganya menampung Dhea saat uangku habis karena kerampokan."


" Ditolong oleh siapa bukankah kau pergi menemui Sandi tapi setelah itu kau hilang dan Sandi juga tak bisa dihubungi."


" Dhea ditolong oleh Daniel mah dia ada diruang depan ayo kita temui dia." Dhea menuntun mamahnya ketempat Daniel berada.


" Selamat sore tante." Sapa Daniel saat melihat Dhea membawa Ibunya, kenapa Daniel bisa tau itu ibunya Dhea? karena dari tampilannya yang glamor sudah terlihat bahwa wanita itu sang nyonya pemilik rumah mewah itu.


" Sore , jadi kamu yang bernama Daniel? "


" Benar tante saya Daniel."


" Mah Daniel ikut Dhea kesini karena Dhea juga sempat diculik oleh orang tak dikenal dan kebetulan Daniel melihat itu dia menyelamatkan Dhea sampai dia terluka, jadi untuk memastika Dhea sampai dengan selamat dhea meminta Daniel menemani Dhea pulang."


" Ya ampun sayang bagaimana bisa kau di rampok dan diculik " Mata nyonya Juni sudah berkaca-kaca tidak bisa membayangkan jika putrinya tidak ada yang menolong.


" Aku juga tidak tau siapa mereka mah tapi aku beruntung Daniel datang membantuku." memeluk sang mama untuk menenangkan


" Syukurlah nak mamah senang kau tidak kenapa-kenapa." mengelus rambut putrinya.


" Oiya mah karena sudah sore bolehkan Daniel menginap disini lagipula kasian jika dia harus mencari hotel pasti dia juga sudah lelah."


" Tentu sayang itu tak masalah lagipula kita harus membalas budi kepada Daniel karena telah menolong putri kesayanganku sampai 2x dan ini tidak ada apa-apanya."


" Mamah memang yang terbaik."


" Baiklah Daniel kau menginaplah disini untuk beristirahat."


" Tidak apa-apa tante saya bisa memesan kamar dihotel di dekat sini."


" No, kau harus menginap disini aku akan mengenalkanmu pada suamiku jadi kau harus menginap."


" Sudah Daniel kau beristirahatlah disini kau pasti lelah karena perjalanan yang jauh."


" Hem baiklah maaf merepotkan tante."


" Tentu saja tidak, bi Nani tolong antarkan tamu kita kekamar tamu." Panggilnya pada pelayan tak jauh dari tempat mereka mengobrol.


" Baik nyonya, mari tuan ikuti saya"


" Saya permisi dulu tante." pamitnya Daniel kepada Nyonya Juni.


" Tak perlu sungkan ya nak Daniel jika perlu sesuatu minta pada para pelayan dirumah ini."


" Baik Tante." Daniel pergi mengikuti bi Nani


" huh kenapa dia bisa berbicara banyak dan tidak cuek kepada mamah tapi kepadaku dia sangat dingin."


" Sayang kau juga istirahat pasti lelah, mamah akan mengantar makananmu nanti saat makan malam."


" Baiklah mah Dhea istirahat dulu Love you mah ."


" Love you to sayang"


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Dukung terus ya jangan lupa Like beri Rate dan jangan lupa Vote ya 😉

__ADS_1


maaf jika masih banyak typo aku masih belajar ....


__ADS_2