SANG PEWARIS YANG HILANG

SANG PEWARIS YANG HILANG
Salah Paham


__ADS_3

Dilain tempat beberapa orang sedang dipukuli oleh bosnya.


'Bagaiman cara kalian bekerja hah?' Brugh brugh


'Maafkan kami bos orang itu sangat kuat bahkan kami berlima kalah olehnya yang seorang diri' meringis kesakitan


'Kalian kalah oleh satu orang cih memeng kalian tidak berguna percuma saja aku membayar kalian dengan mahal tapi tak mendapatkan hasil'


 


saat akan pergi sandi menghentikan langkahnya karna Handphonenya berdering


 


'Hallo san bagaimana rencanamu berjalan lancar bukan?'


'Hallo ayah rencana kita gagal ada seseorang yang menyelamatkannya'


'Ck kau ini bagaimana san kau harus menikah dengannya agar perusahaan ayahnya terus membantu kemajuan perusahaan kita'


'Aku tau ayah tenang saja semuanya akan berjalan sesuai rencana kita' mematikan telpon dan melemparnya


'Sial siapa sebenarnya orang yang menyelamatkan dhea rencanku brentakan karenanya, harusnya aku yang datang dan bersikap seolah-olah aku yang menyelamatkan hidupnya dan dia berhutang budi padaku' sandi terus mengumpat kesal rencanya telah gagal


Ya dalang dari penculikan dhea adalah sandi yang ingin dhea berhutang budi bahkan nyawa agar dhea tak bisa meninggalkan sandi.


.....


"Kenapa kau mengikutiku kerumah?"


"Aku bingung harus kemana" memasang wajah sedih


"Tentu saja pulang mau kemana lagi" sudah kesal karna seharian diikuti dhea


"Tapi aku sudah cekout dan aku tak memiliki uang karena di rampok tempo hari jika aku memesan kamar aku tak bisa pulang uangku sudah habis memesan tiket pesawat hiks hiks hiks"


"Itu urusanmu bukan urusanku" berjalan masuk kedalam rumah


Melihat daniel yang mengabaikannya dhea terus menangis dengan kencang.


"Hika hiks hiks hiks hua hu hu hu hiks hiks kenapa kau jahat sekali pada seorang wanita hua "


Tangisan dhea membuat Doni yang sedang tidur terbangun.


"Daniel siapa itu yang menangis " doni keluar dari kamar sambil mengucek mata

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa ayah biarkan saja"


Hua hiks hiks dhea terus menangis membuat doni tersadar dan melihat keluar rumah


"Astaga apa yang kau perbuat nak apakah dia meminta pertanggung jawaban darimu?"


"Pertanggung jawaban apa ayah" daniel menjawab cuek


"Tentu saja anak kalian apa lagi hah? Aku tak pernah mengajarimu merusak seorang gadis nak mengapa kau menghamilinya, lihat sekarang dia meminta pertanggung jawaban darimu"


"Kau sudah salah paham ayah" Daniel terkejut dengan pemikiran doni


"Tanggung jawab sekarang! berani berbuat harus berani bertanggung jawab" nada suara doni sudah meninggi


"Tidak ayah kau berpikir terlalu jauh mana mungkin aku berani melakukan itu"


"Aku tidak percaya padamu cepat panggil gadis itu aku ingin dengan darinya langsung"


"Yaampun kau tak mempercayai anakmu sendiri?"


"Bisa sajakan kau khilaf karna sudah terlalu lama menjomblo"


"Hey bukannya kau juga jomblo dari dulu ayah"


"Hey berhenti menangis gara-gara kau ayahku salah faham padaku" melipat tangannya di dada


"Hisk hiks inikan juga karna dirimu yang mengabaikanku"


"Sudahlah cepat masuk dan jelaskan pada ayahku" berjalan masuk ke rumah


Dengan cepat dhea menghentikan tangisnya dan menyusul daniel


"Duduklah nak coba jelaskan mengapa kau menangis apakah putraku tidak mau bertanggung jawab padamu?"


"Hiks hiks iya paman daniel tak ingin bertanggung jawab padaku"


"Hey apa yang kau bicarakan pada ayahku" daniel mulai emosi dengan penjelasan dhea yang membuat doni makin salah paham padanya.


"Anak kurang ajar ternyata benar kau seperti dugaanku hah " berdiri dan menarik kerah baju anaknya


"Tid tid ak ayah kau sudah salah paham hey cepat jelaskan"


"Dari bicaramu saja sudah gugup begitu aku tidak percaya padamu daniel sekarang juga tanggung jawab dan nikahi dia secepatnya!"


Daniel dan dhea tersentak mendengar perkataan doni.

__ADS_1


"Tuan eh paman apa yang paman bicarakan kenapa aku harus menikah dengan daniel?"


"Tentu saja karna kau hamil dan itu anaknya daniel"


"Ayah lepaskan tanganmu dulu dari bajuku , kau sudah salah paham ayah aku berani bersumpah aku tidak pernah melakukan itu"


"Benar paman anda sudah salah paham aku sedang tidak mengandung anak siapapun" berusaha meyakinkan doni


"Kau serius daniel tak pernah melakukan itu?" Melepaskan cengkraman tangannya dari kerah daneil


"Tentu saja ayah"


"Lalu mengapa gadis ini menangis dengan kencang di depan rumah kita seperti meminta pertanggung jawaban"


"Itu karna hehe " dhea tercengir dan menjelaskan akar dari permasalahannya


"Oh jadi seperti itu mengapa kalian tidak bilang dari awal tadinya aku akan meminta warga setempat datang agar daniel mau bertanggung jawab haha" terus tertawa tidak merasa bersalah karna berpikir yang tidak-tidak


"Ayah kau sangat kejam bagaimana jika itu sampai benar terjadi"


"Tentu saja kau harus menikah dengannya"


"Apa... tidak mau!"


"Aku sih mau saja paman jika daniel setuju hehe" jawab dhea polos yang membuat daniel kesal


"Lihat gadis ini saja mau, kau saja yang bodoh menolak gadis secantik ini"


"Ayah sudahlah aku lelah ayah paksa terus menikah , menikah itu bukan hal sederhana ayah"


"Tapi teman-teman sebayamu sudah menikah daniel"


"Ayah menikah itu bukan tentang siapa cepat menikah tapi menikahlah disaat kau siap dan diwaktu yang tepat , menikah itu bukan ajang perlombaan jika saatnya tiba akupun akan menikah"


"Huh baiklah terserah padamu, oiya siapa namamu?" Tanya nya pada dhea


"Saya Dhea paman"


"Baiklah nak dhea karna hari sudah mau malam kau menginaplah disini, daniel bawa dia ke sebalah kamarmu" doni pergi masuk kedalam kamarnya


"Daniel maafkan ulahku ya gara-gara aku ayahmu salah paham"


"Sudahlah lainkali kau jangan seperti itu lagi orang akan salah paham, itu kamarmu kau bisa berjalan sendiri bukan " pergi meninggalkan dhea


"Baiklah terimakasih ya" dhea membawa tasnya masuk ke kamar yang dimaksud tadi.

__ADS_1


__ADS_2