
Pagi hari masih temaram cahaya mataharipun belum terlihat Daniel sudah terbangun dan lari pagi di sekitar rumah Dhea.
"Pagi den anda mau kemana sepagi ini?" Tanya salah satu pelayan yang sudah memulai pekerjaan paginya.
" Pagi bi , saya ingin lari pagi disekitar daerah sini "
" Oh begitu den, disekitar sini ada sebuah taman tak juah dari sini."
" Terimakasih sudah memberi tahu bi, saya akan kesana." Daniel tersenyum kepada bi Nani dan memulai olahraganya.
Daniel keluar dari rumah mewah itu dan mulai mengitari perumahan elite itu sendiri sampai ketaman.
" Udara pagi memang lebih segar , sungguh rugi bagi orang yang bangun siang tidak bisa merasakannya." Daniel menghirup udara pagi itu sendiri dan setelah merasa lelah dia duduk dikursi taman.
Daniel memperhatikan daerah perumahan ini sangat sepi karena disepanjang jalan dia tidak melihat orang lain hanya beberapa security yang berjaga, memang tak banyak orang yang bisa menempati perumahan elite ini hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memilikinya dan dijaga oleh security 24jam.
Daniel melihat jam tangannya saat merasa matahari mulai bersinar.
" Sudah pukul 7 tak terasa waktu berlalu begitu cepat sekali, lebih baik aku segera kembali."
.....
Matahari yang mulai bersinar memasuki celah tirai dikamar Dhea dan membuatnya bangun.
" Huammm " Dhea bangun dan merenggangkan badannya.
" Sudah pagi ya cepat sekali rasanya sebenarnya aku terbiasa bangun aga siang saat dirumah ini, tapi aku tak terima saat Daniel berkata aku seorang gadis pemalas." Mau tak mau Dhea bangun dan segera mandi.
Dimeja makan para pelayan sedang menghidangkan sarapan untuk penghuni rumah mewah itu dan dibantu oleh Nyonya Juni.
" Bi apa semuanya sudah diletakan dimeja?" Tanya nonya Juni pada bi Nani
" Sudah nyonya, semuanya sudah selesai."
" Baiklah nanti kau antarkan sarapan ke kamar Daniel ya. "
" Den Daniel subuh tadi sudah jogging nyonya dan belum kembali."
" Sepagi itu sudah jogging? Hem menarik.... pantas saja dia sangat cekatan dalam bela diri." Saat Nyonya Juni sedang melamun suara langkah kaki yang menuruni tangga menyadarkannya.
Tak tak tak
" Sarapan dulu pah sebelum kekantor dan ada yang ingin mamah tanyakan pada papah." Menggandeng dan menuntun lengan suaminya kemeja makan.
" Apa yang ingin mamah sampaikan? " Tanya Tuan Darwin disela sarapan paginya.
" Papah sudah mendengar cerita tentang penculikan putri kita bukan?, aku sangat khawatir dengan keselamatan Dhea pah."
" Mamah tenang saja papah akan segera mencari bodyguard untuk menjaga Dhea dan papah akan selidiki siapa dalang yang sudah berani menculik putri kita."
" Mengenai itu sebenarnya mamah punya kandidatnya pah."
" Siapa kandidatnya? "
" Daniel pah biarkan dia yang jadi bodyguard Dhea bukankah sudah terbukti dia mampu menjaga dan melindungi putri kita."
" Pemuda yang mamah ceritakan pada papah semalam itu?, Papah jadi penasaran bagaimana sih anak itu sampai mamah bisa merekomendasikan dia sebagai bodyguard Dhea."
" Iyah pah dia pemuda yang menyelamatkan Dhea waktu penculikan." Saat suami istri itu sedang berdiskusi Daniel memasuki rumah itu.
" Selamat pagi om , tante." Daniel menyapa pemilik rumah itu saat akan melewati meja makan.
" Pagi Daniel kau sudah selesai jogging? Mari kita sarapan bersama." Ajak nyonya Juni.
" Terimakasih tante saya akan membersihkan badan saya dulu, saya permisi om dan tante."
" Baiklah setelah itu ada sesuatu yang ingin tante bicarakan denganmu."
" Iya tante saya akan segera kembali." Pamit dan meninggalkan tempat itu.
Tuan Darwin hanya memperhatikan Daniel tanpa bertanya padanya.
" Bagaimana menurut papah apakah Daniel sesuai menjadi bodyguard?"
" Ya kita bisa mencobanya mah dia muda dan terlihat gagah seperti menjanjikan."
__ADS_1
" Baiklah bagus jika papah memang setuju , mamah akan membangunkan Dhea untuk menyuruhnya sarapan." Meninggalkan suaminya sarapan sendiri.
Kamar Dhea
Tok tok tok
" Sayang bangun sudah pagi nak ayo kita sarapan bersama."
Nyonya Juni membangunkan Dhea tapi tak ada jawaban diapun masuk kedalam kamar itu.
" Loh kok Dhea tidak ada kemana Dhea?." Sudah mulai panik karena takut jika putrinya akan diculik lagi tapi tak lama Dhea keluar dari kamar mandi.
" Mamah kok dikamar Dhea?"
" Sayang kau membuat mamah takut, ku kira ada penculik yang mengambil putriku."
" Dhea habis mandi mah." Menggosok rambutnya menggunakan handuk.
Dhea duduk dimeja rias untuk berdandan menggunakan makeup natural.
" Tumben sekali putri mamah ini sudah mandi sepagi ini, biasanya jika tak ada pemotrean kau tak akan bangun sepagi ini." Mengambil handuk dan mengeringkan rambut anaknya saat Dhea duduk dimeja rias.
" Ini semua gara-gara Daniel mah."
" Daniel? Memang apa hubungannya dengan dia."
" Saat aku menginap dirumahnya aku selalu bangun siang dan dia mengataiku gadis pemalas dan manja mah, huh sebal jika mengingat perkataannya."
" Yang dia ucapkan benar sayang tak baik seorang gadis terus bangun siang nak, oiya berbicara soap Daniel ada yang ingin mamah sampaikan padamu." Mulai menyisiri rambut putrinya.
" Apa itu mah?"
" Sayang mamah dan papah sudah setuju untuk mencari bodyguard untukmu kami takut setelah mendengar penculikan dirimu jadi kau jangan menolak ok."
" Mah aku tidak suka selalu diikuti oleh orang lain mamah tau bukan?, Aku bisa menjaga diriku mah."
" Untuk kali ini jangan menolak nak kami hanya khawatir, dan kami sudah menemukan orang yang tepat kau pasti akan menyetujui setelah mengetahui orangnya."
" Memang siapa mah?" Jawah Dhea malas.
" A-apa? Apa mamah serius jika yang jadi bodyguardku dia aku pasti setuju mah."
" Sudah mamah duga kau pasti setuju, tapi kita belum berbicara padanya soal ini."
" Aku tidak mau tau jika buka Daniel aku tak ingin pakai bodyguard! " Dhea sudah mulai cemberut.
" Mamah dan papah akan membujuknya sayang kau tenang saja , sekarang kita keluar untuk sarapan dan membicarakan pada Daniel."
" Ayo mah ." Dhea dan mamahnya pergi menuruni tangga menuju meja makan.
Kebetulan saat Dhea dan mamahnya sudah turun Daniel sudah lebih dulu duduk bersama Tuan Darwin dan mereka sudah selesai sarapan bersama.
" Kalian sudah turun, duduk lah dan kalian mulai sarapan. Ada hal yang ingin papah bicarakan pada Daniel ."
Tadi sebelum Dhea dan Nyonya Juni belum juga turun Tuan Darwin sudah memulai percakapannya dengan Daniel dan meminta ikut keruang kerja untuk membahas sesuatu.
" Papah tidak sarapan dulu?" tanya Dhea pada papahnya.
" Papah sudah selesai sarapan sayang." mengecup kepala putrinya.
" Yah kukira kita akan sarapan bersama."
" Sayang kau tau bukan papah banyak pekerjaan dikantor yang harus papah tangani, dan papah tidak mempercayai orang lain lagi setelah penghianatan tangan kanan papah jadi kau harus mengerti."
" Ugh baiklah pah."
" Maafkan papah ya sayang nanti kita akan sering berkumpul jika pekerjaan ayah sudah ayah tangani, dan jika memang tidak ada hal penting yang ingin ayah bicarakan pada Daniel ayah sudah pergi kekantor sejak tadi."
Diruang kerja
" Memang ada hal penting apa yang ingin om bicarakan dengan saya?"
" Sebelum itu om sangat berterimakasih kepadamu karena telah menyelamatkan anak om ."
" Sama-sama om saya hanya kebetulan dan menolongnya bukankah sesama manusia harus saling tolong menolong."
__ADS_1
" Ya benar yang kau bilang tapi om tetap berterima kasih padamu, lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan Daniel apakau akan segera kembali?"
" Sepertinya saya akan menetap di Jakarta untuk beberapa waktu karena sedang mencari seseorang."
" Bagus jika kau ingin menetap disini, Daniel om khawatir dengan keselamatan Dhea setelah mendengar kau menyelamatkan dan mengalahkan para preman itu om yakin bahwa kau bisa melindungi anak om. Maukah kau menjadi bodyguard untuk Dhea Daniel?, dan masalah orang yang kau cari om akan berusaha untuk membantu mencarinya."
" Menjadi bodyguard? tapi saya tidak ada kemampuan untuk itu saya memang bisa beladiri tapi jika menjadi bodyguard saya kurang yakin om."
" Tolong terima saja Daniel Tante mohon." nyonya Juni ikut berbicara saat dia tiba-tiba masuk keruangan kerja suaminya sambil membawa teh untuk Tuan Darwin.
" Jika kau memang tidak mau tidak apa-apa om tidak bisa memaksa, tapi untuk sementara waktu sampai kami menemukan orang yang cocok untuk melindungi Dhea apakau bersedia?"
" Jika untuk sementara mungkin saya bisa om."
" Baguslah om dan tante jadi tenang sekarang dan untuk orang yang kau cari om akan tetap membantunya."
" Terimakasih om sudah bersedia membantu saya mencari seseorang."
" Ya itu bukan masalah." meminum teh yang dibawakan istrinya.
" Baiklah mulai sekarang om sudah tidak perlu cemas lagi karena ada dirimu, dan kau sudah bisa memulai pekerjaan sementaramu mulai hari ini. Om akan membayarnya dengan harga yang pantas."
" Tidak perlu sungkan Om asalkan saya bisa menemukan orang yang saya cari itupun sudah cukup bagi saya."
" No, kami akan tetap membayarmu Daniel tante mohon kau jangan menolaknya."
" Baiklah Tante saya tidak akan menolak dan terimakasih, bila tidak ada hal yang lain lagi saya mohon pamit." Daniel membungkuk memberi salam dan pergi.
" Karena Daniel sudah setuju kita bisa tenang mah."
" Ya mamah sudah lebih lega karena Dhea mempunyai bodyguard sekarang, dan diapun setuju dengan hal itu saat mamah bilang yang akan menjadi bodyguardnya adalah Daniel."
" Itu bagus mah karena kita sudah memaksanya dari beberapa tahun terakhir tapi dia selalu menolak, jadi sekarang kita tidak perlu terlalu khawatir dengan putri kita."
" Papah benar."
" Jika begitu ayah akan segera berangkat ke kantor, kau istirahatlah dirumah dan temani putri kita." memeluk dan mencium kening istrinya.
" Hati-hati ayah kau jangan lupa untuk makan siang dan beristirahat." membalas pelukan suaminya.
" Ya akan ayah usahakan , Ayah berangkat sekarang."
Setelah suaminya pergi ke kantor Nyonya Juni pergi menemui putrinya yang berada dipinggir kolam renang rumahnya.
" Sayang sedang apa kau disini?"
" Ah mamah bagaimana pembicaraan kalian apakah Daniel setuju?" tanyanya antusias.
" Hey kau ini sudah memiliki kekasih kenapa masih melirik lelaki lain, apakah Sandi kurang tampan?"
" Aku tak ingin membahas pria brengsek itu lagi mah."
" Ada apa sayang bukankah kau pergi untuk merayakan hari jadi kalian dan hubungan kalian sebelumnya baik-baik saja, kenapa sekarang kau bilang dia lelaki brengsek?"
" Untuk saat ini Dhea tidak bisa menceritakan pada mamah tolong mengerti Dhea mah."
" Huh baiklah tapi janji kau akan menceritakannya pada mamah?"
" Iya Dhea janji." tersenyum dan memeluk mamahnya.
" Lalu bagaimana apakah dia setuju mah menjadi bodyguardku?."
" Daniel setuju sayang tapi hanya sementara saja."
" Tidak apa-apa mah yang penting dia setuju." Dhea tersenyum jahat.
" Daniel karena kau acuh tak acuh padaku akan kubuat kau bertekuk lutut padaku, tapi sebelum itu biarkan aku mengerjai dirimu dulu hahahahaha."
*
*
*
*
__ADS_1
Maafkan jika masih banyak typo ya aku masih belajar 🤗