SANG PEWARIS YANG HILANG

SANG PEWARIS YANG HILANG
Flashback 2


__ADS_3

Para pembunuh bayaran itu terus tertawa karena telah berhasil memancing Aji dan istrinya keluar.


" Haha ternyata tidak sulit untuk memancing anda ya tuan Aji, begitu mudahnya anda memakan umpan yang telah kami berikan haha." Kupikir tak akan semudah ini menarik mereka keluar. " Baiklah bos kami ingin berbicara denganmu tuan Aji." menerima handphone dari temannya dan menelpon Satyo.


" Hallo bos kami berhasil menangkap mereka , apakah kita bunuh mereka disini?" John anak buah Satyo berbicara pada Satyo.


" Hahaha kerja bagus sekarang biarkan aku berbicara pada saudara kesayanganku itu."


" Baik bos, hei kalian berdua bawa tuan Aji dan istrinya kemari bos ingin berbicara pada mereka." perintahnya John pada rekannya


Dua orang itu berjalan mendekati tuan Aji dan menarik tangannya tidak peduli bahwa lengan tuan Aji terluka karena tembakan.


" Akh berani sekali kalian padaku dan juga istriku " merasa tangannya sakit tuan aji memberontak tapi usahanya tidak berhasil apa-apa.


" Sudah mau matipun tidak tahu diri rupanya anda ya, ayo cepat kesini." terus menarik lengan Aji dan istrinya.


" Lepaskan tuan Aji dan nyonya jika kalian berani langkahi dulu mayatku." Surya berusaha melawan.


" Huh siapa kau ? masih punya tenaga rupanya sehabis lari seharian dan kakimu tertembak lebih baik kau diam bos kami hanya ingin berbicara pada tuanmu."


" Bajin*an jika berani lawan aku."


Pembunuh yang tersulut emosi menendang kaki surya membuatnya terjatuh dan menarik rambutnya dan menodongkan pistol dikepala Surya.


" Sudah kubilang untuk diam tapi kau banyak bicara ya." terus menjambak rambut surya dan menekan kaki Surya yang tertembak agar tetap diam.


" Bagaimana tuan Aji apakah anda ingin terus melawan dan melihat anak buahmu mati didepanmu? jika tidak segera kemari." nada bicara John sudah meninggi.


Aji hanya bisa menuruti perintah mereka karena tak ingin ada korban bagaimanapun Surya sudah seperti kakaknya sendiri dia berjalan mengikuti 2 pembunuh yang menarik dirinya dan istrinya.


" Bagus jika kau sudah mengerti tuan, sekarang mendekatlah dan dengarkan apa yang bos kami katakan."

__ADS_1


________


" Hallo kakak kesayanganku bagaimana kabarmu ? kudengar istrimu sudah melahirkan dan menjadi ayah sekarang."


" Cih apa maumu Satyo lepaskan aku dan keluargaku! "


" His jangan galak begitu kau ingat bukan tentang surat wasiat dari ayahmu kakakku tersayang, bahwa kau dan aku tak berhak atas warisan itu 100% kita hanya memperoleh 30% saja, kau pikir aku senang dengan keputusan itu hah!" Satyo merasa geram kerena hanya memperoleh 30% saja warisan yang dia dapatkan.


" Dan kau ingat bukan bahwa setelah anak lelakimu berusia 27 tahun dia yang akan menjadi Presdir dan mewarisi 70% dari warisan ayah, enak sekali hidupmu Aji."


" Itu sudah keputusan ayah aku tak pernah memintanya Satyo."


" Tentu saja anda hanya mendapatkan warisan 30% dari tuan besar anda bukanlah anak kandungnya, seharusnya anda bersyukur atas kebaikan tuan besar memberikan sedekah padamu yang bukan anak kandungnya." Surya menimpali perbincangan Satyo dan Aji.


Duagh.... Surya mendapat pukulan dari pembunuh yang menahannya.


" Berani sekali kau berkata seperti itu pada bos kami , apakau ingin mati hah?."


" Dasar kurang ajar kubunuh kau " pemunuh itu sudah akan menarik pelatuk pistolnya tapi ditahan oleh rekannya.


" Sudah hentikan kita harus meminta persetujuan dari bos jika ingin membunuh salah satu dari mereka."


Merasa suasana makin mencekam Riyana ikut berbicara, berharap tidak akan ada korban.


" Satyo kau boleh mengambil seluruh harta kami tapi lepasakan suamiku dan surya."


" Ya benar apa yang dikatakan istriku, aku akan memberikan harta dan semua sahamku padamu asal kau melepaskan kami!"


" Haha pilihan yang sangat bagus aku setuju kakak ipar , John berikan surat-surat kuasa atas pemindahan saham itu "


" Baik tuan." John menyerahkan berkas itu pada Aji

__ADS_1


Aji segera menerima berkas itu dan segera menandatangani surat kuasa atas nama dirinya.


" Apakau sudah puas Satyo aku sudah menandatangani berkas itu sekarang tepati janjimu untuk membaskan kami!."


" Haha terima kasih kakakku tersayang, tentu saja aku akan menepati janjiku untuk membebaskan kalian. John lepaskan mereka dan bawa berkas-berkas itu kemari."


" Baik bos , kalian dengar lepaskan mereka. " mereka semua melepaskan Aji, Riyana dan juga Surya.


" Suamiku kau tidak apa-apa? ayo kita segera pergi."


" Aku tidak apa-apa ayo kita pergi" mereka bertiga pergi dengan Aji memapah Surya dan Riayana berjalan beriringan.


Setelah mereka bertiga berjalan cukup jauh , John memerintahkan rekannya untuk membereskan Aji dan istrinya.


" Kalian tau apa yang harus kalian lakukan bukan? kerjakan dengan bersih!"


" Tentu saja John haha kita ber5 akan mengejar mereka dan mengahabisi mereka tanpa meninggalkan jejak, ayo kita pergi berburu hahaha." para pembunuh itu pergi menjalankan tugasnya.


*Tuan Satyo pasti akan senang jika aku dan semua rekanku berhasil membunuh Aji dan istrinya, maafkan aku ya tuan Aji bukan salahku dan teman-temanku jika ingin membunuhmu tapi ini adalah perintah rahasia dari tuan Satyo hahaha.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like coment dan jadikan novel favorit kalian 🤗*

__ADS_1


__ADS_2