SANG SRIGALA

SANG SRIGALA
3. BARTER


__ADS_3

aku membeku kaku kehilangan semua keberanian yang telah aku kumpulkan tadi, kutatap nanar tak percaya wajah tampan bermata hitam dingin dan tajam itu


aku seharusnya tahu ada aura dingin,kejam dan tak tersentuh ketika tadi bersama, bahkan preman-preman berwajah beringas digudang tadi sangat takzim dan takut pada dia


lelaki yang disebut bang Yo itu berjalan mendekatiku dengan pasti dan dengan gerakan tak terduga dia mengambil pisau yang kugenggam erat dibelakang badanku


"bicaralah..." katanya datar sambil duduk dihadapanku setelah membuang pisau itu kesembarang tempat


"dimana ayahku dan apa salahnya hingga kau siksa beliau" kataku tajam sambil berdiri dan dengan berani menatap mata hitam itu lagi...


walaupun ditelapak tanganku mengalir keringat dingin


"gue gak tau ayah loe dimana sekarang dan tanya ayahmu yang penghianat itu dimana dia sembunyikan bajingan itu" katanya dengan desisan tajam marah


"jangan bohong...kau pasti membunuh ayahku" teriak ku kalap sambil tanpa sadar aku menerjang kearah lelaki yang duduk itu dan mencengkeram kerah jaketnya


"aku akan membunuhmu...aku akan membunuhmu" teriak ku kalap ketika kulihat bang Yo tak acuh


aku berteriak kesal sambil menangis, memukul,mencakar dan mencaci lelaki didepanku ini


sementara bang Yo tetap diam duduk seperti tadi seolah cakaran dan pukulanku hanya debu yang jatuh dibajunya


hatiku sangat sedih,dadaku sesak,perutku perih, otak ku buntu, emosiku sangat tinggi sehingga membuatku akhirnya tubuhku tak kuasa menahan beban keadaan ini dan terjatuh lunglai tak sadarkan diri


dan yang kuingat dengan kesadaran terakhirku sebuah tangan kekar sigap menangkap aku sebelum aku jatuh terjerembab kelantai


************************************


aku kaget ketika terbangun ada sebuah tangan berat dan panas berada diperutku sedang memeluk erat aku


sementara itu aku rasakan badanku lemas juga kepalaku sangat sakit dan berat.


aku ingin bangun dan memukul orang kurang ajar itu tapi badanku tidak mau menurutiku


"pergi...siapa kamu" kataku dengan sisa-sisa tenagaku menyingkirkan tangan berat diperutku


"loe tenang...loe lagi di infus" kata lelaki itu yang rupanya bang Yo sambil bangkit dari tidurnya dan duduk disisi ranjang, ketika itu baru aku sadar sebelah tanganku tertancap sebuah jarum infus


memang ruangan ini sangat minim penerangan karena hanya diterangi lampu tidur yang temaram, sehingga aku kesulitan melihat siapa orang tadi disamping kepalaku yang sakit membuatku tidak bisa fokus


"kamu mau bunuh saya yah...ini infus obat apa" tanyaku kalut sambil berusaha melepas jarum infus ditanganku yang langsung digenggam sebuah tangan kekar dan kuat


"kalau gue mau waktu digudang loe sudah gue bunuh nona dan tulang loe gue buat makan anjing" ejeknya sambil menyungging senyum mengejek


"terus apa maksudnya ini?" tanyaku lemah menahan sakit kepala yang hebat


"diamlah cewek...bapak loe sudah ketemu" bisiknya sambil tersenyum misterius tapi...berita itu seperti oase dipadang rumput bagiku


"dimana ayahku?


"aku ingin menemuinya" kataku bertubi-tubi sambil menguncang tangannya


"setelah loe sembuh" jawabnya pendek lalu bangkit dan melangkah keluar...meninggalkan aku yang semakin sakit kepala dan penasaran


....untuk sementara aku harus patuh demi ayah..


batinku


keesokan harinya seorang dokter datang memeriksa keadaanku dan seorang pelayan datang memberiku banyak makanan padaku


walaupun aku tak berselera dan merasa sakit seluruh badanku tapi kupaksakan makan dan sesegera mungkin sembuh

__ADS_1


....aku harus sembuh dan kuat...batinku menyemangati diri sendiri


bang Yo sendiri setelah malam itu tidak pernah menemuiku, kudengar dari pelayan bang Yo pergi tanpa ada keterangan apapun lagi


*****************************************


setelah 2 hari aku berada disini infusku dilepas seiring badanku yang semakin segar dan sehat lagi


tas rangselku entah bagaimana kembali padaku dengan isi rapi tanpa ada satupun barang yang hilang


pelayan bang Yo setia menyediakan semua yang aku butuhkan pada jam-jam tertentu, selebihnya aku sendirian dikurung dikamar yang sepi ini tanpa televisi,telephone atau hp


malam ini kulihat laut dibawah jendela kamar ini berdebur lemah tidak seperti biasa, bulan bersinar terang dan angin bertiup lemah...kupandangi langit yang berbulan terang dengan perasaan nelangsa


....ayah dimana kau berada...batinku sambil mengusap air mata yang tanpa kusadari menetes sendiri di pipiku


berbagai macam dugaan dan skenario buruk tergambar diotak membuat kepalaku kembali berdenyut dan dadaku kembali sesak


yah selama 19tahun hidupku ini aku selalu merasa kehidupan yang mudah dengan kasih sayang orang tuaku yang melimpah apalagi sejak ibuku meninggal, ayahku lebih perhatian,sayang dan memanjakan aku


aku menerawang mengingat-ingat, yang kutahu ayahku mempunyai perkebunan dan mempunyai perusahaan lumayan besar yang mengelola hasil perkebunan juga, dan yang kutahu perusahaan ayahku berkembang dengan baik apalagi ayahku tak pernah sekalipun bercerita kesulitannya hingga aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi


kuhembuskan keras nafasku melampiaskan frustasiku menghadapi keadaan berat diluar nalarku yang datang dengan tiba-tiba ini


"sedang mikir apa loe...?" suara berat bang Yo yang tiba-tiba dari belakang punggungku mengagetkanku


"aku sudah sehat,dimana ayahku" jawabku berbalik langsung dan dengan mendongak berani kutantang mata hitam dingin itu


yah bang Yo memang tinggi diatas dengan proporsi badan atletis hingga aku hanya setinggi ketiaknya saja


"besok pagi" jawabnya pendek


"kamu gak bohongkan?" tanyaku sambil refleks memegang tangannya


"maaf" tanpa sadar aku takut membuat lelaki didepanku ini marah


lalu kamipun diam kembali menatap rembulan lewat jendela di kamarku sampai tanpa kusadari bang Yo pergi dari kamarku tanpa suara seperti kedatangannya tadi


...benar-benar seperti iblis saja kelakuannya...batinku jengkel


kesokan harinya suara pelayan bang Yo menyuruhku keluar kamar dengan membawa semua barang-barangku membuatku bahagia


yah...ini artinya semua hal ini akan berakhir dan aku akan berkumpul lagi dengan ayahku, melupakan semua mimpi buruk ini


....untung alhamdulillah tidak terjadi apapun padaku...batinku gembira


bagaimana tidak dengan reputasi bang Yo, sekarang aku masih hidup ataupun tidak cacat itu seperti mujizat, apalagi sepanjang ingatanku bang Yo selalu menghormatiku


setelah packing aku melangkah menuruni tangga menuju sebuah ruangan disamping ruang baca dulu


gorden hitam tebal menutupi semua jendela membuat suasana ruangan itu sangat temaram padahal siang ini sangat cerah dan terang


sampai diruangan itu, kulayangkan pandangan pada ruangan kosong itu


hanya ada sebuah kursi kayu dan banyak asap rokok, kulihat bang Yo duduk dengan sikap sombong dan kurang ajar sementara seorang lelaki bersimbah darah terduduk memegang salah satu kakinya


aku kaget ketika segera kukenali lelaki bersimbah darah itu adalah ayahku...


t


segera aku berlari menghambur kearah ayahku tanpa sadar diruangan itu ada beberapa orang berbadan tinggi besar berdiri mengelilingi bang Yo

__ADS_1


"ayah...kenapa yah?" tanyaku sambil memegang wajah ayahku yang berdarah-darah dibawah kaki bang Yo yang sedang duduk


"kamu kenapa pulang nong, kamu kenapa disini,kamu gak kenapa-napa nong?" tanya ayah bertubi-tubi sambil meneliti semua badanku sambil menangis


aku sangat jengkel dan marah melihat keadaan ayahku saat ini, oleh karena tanpa sadar aku bangkit berdiri dan menampar bang Yo


"kenapa kau siksa ayahku heh! apa salahnya" tudingku tepat dimuka bang Yo


pengawal bang Yo tampak terkejut melihat kejadian yang tadi berusaha menghampiriku, tapi aku melihat tangan bang Yo melambai tanda mereka harus diam tanpa ikut campur


kulihat ayahku sangat terkejut melihat perbuatanku pada bang Yo, mata ayah memancarkan sinar ketakutan bercampur ngeri melihat raut wajah bang Yo yang kaku mengeras


sementara aku tanpa takut terus mencecar bang Yo melampiaskan semua emosiku


"nong...nong sudah ini salah ayah"sambil menarik tanganku untuk bersembunyi dibalik punggungnya


"bang...maafkan anak saya, dia tak tahu apa-apa...maafkan dia bang" kata ayah sambil bersikap memohon pada bang Yo yang tetap diam sombong tak bergeming dikursinya


"dimana jose?" hanya itu kata dari bang Yo tanpa memperdulikan kejadian barusan


"saya benar-benar tak tahu bang, dia lari membawa semua aset saya juga" kata ayah sambil terduduk lesu menangis


aku sungguh tak tega melihat keadaan ayahku saat ini, kurangkul ayahku sambil menangis dipundaknya


"ada apa ini ayah...tolong ayah cerita... sinta juga ingin tahu" kataku pelan dipundak ayah


"ceritakan semua pada anak loe" kata bang Yo sambil menatap ayahku dengan tajam memerintah


sambil menunduk ayah akhirnya bercerita semua kejadian yang dia alami


awalnya ayah tak tahu sahabat smp-nya dulu itu ternyata seorang anggota sindikat mafia yang ingin menjatuhkan bisnis bang Yo


sahabatnya itu rupanya menanamkan modal hasil kejahatan sindikatnya pada perusahaan ayah...istilahnya money laundry tanpa ayah tahu.


suatu saat usaha ayah tidak berjalan lancar sehingga ayah bermaksud meminjam uang pada temannya yang bernama jose itu


oleh jose ayah dipertemukanlah dengan bang Yo dan ini juga rupanya rencana awal untuk menjatuhkan bisnis bang Yo,


pinjaman pertama berjalan lancar sampai pada pinjaman ketiga,,,, waktu itu ayah mempercayakan jose untuk mengurus utang piutang dengan bang Yo tapi rupanya ayahku benar-benar kena tipu temannya...


semua aset ayah baik itu rumah,perkebunan,dan modal perusahaan dari hasil pinjaman pada bang Yo dibawa lari, jumlahnya pun tidak main-main banyaknya 25M!!!


setelah mendengar cerita ayahku kepalaku menjadi kembali pusing, aku menangis tersedu-sedu merangkul pundak ayahku


....ya Allah apa yang bisa kuperbuat untuk membantu ayahku...batinku nelangsa


"bang..saya mohon kasihanilah kami, saya berjanji akan mencicil hutang ayahku...kami juga berjanji akan tetap mencari pak jose" kurendahkan suaraku dengan menyedihkan memohon setelah mendengar cerita ayahku


"berapa kali loe mau mencicil hutangnya" kata bang Yo tajam sambil menunjuk dengan tidak sopan ayahku


"saya bisa mencicil 2,5juta sebulan bang dari hasil kerja part time saya" jawabku berani dan langsung disambut senyuman mengejek bang Yo


"hey cewek...loe kuliah manajement kan, apa loe tak tahu dengan uang segitu dan jangka waktu pengembalianmu gue bisa invest dan balik modal berapa heh!" jawab bang Yo tiba-tiba bangun dari kursinya dan mencengkeram rahangku dan mendorongku jatuh


"bang maafkan anak saya bang...bang tolong" suara ayah kembali mengiba memohon pada kaki bang Yo setelah melihat kilat kemarahan dan ketidak sabaran dimatanya


"atau aku bisa menjadi jaminan hutang ayahku" tantangku sambil bangkit berdiri menatap tajam dengan kemarahan pada mata hitam bang Yo


"nong!!" seru ayahku kaget bercampur marah mendengar kataku barusan


"baik! loe sendiri yang minta...mulai sekarang loe jadi budak gue sampai hutang ayahmu lunas" kata bang Yo sambil berdiri melangkah keluar di ikuti anak buahnya

__ADS_1


setelah bang Yo keluar aku hanya bisa berpelukan saling bertangisan dengan ayahku, menangisi nasib kami yang kini berubah 180°


************i hope you always enjoyed gaes🙏********


__ADS_2