SANG SRIGALA

SANG SRIGALA
6. TERLUKA


__ADS_3

aku benar-benar kaget ketika bang Yo berkata maaf padaku, seorang yang terkenal dingin dan kejam, seorang bos preman besar yang arogan dan tak tersentuh,,,,aku benar-benar tak menyangka orang seperti dia bisa mengucapkan kata maaf


aku menatap canggung bang Yo yang tampak juga sangat kikuk, aku tersenyum tanpa bisa aku tahan melihat dia begitu kaku


" apa anda tahu tuan ...itu ciuman pertama saya...dan kira-kira itu berharga berapa yah" candaku bermaksud mencairkan suasana kaku


tapi mendengar jawabanku mata bang Yo yang sempat bersinar hangat kembali dingin


" loe mau berapa perempuan, dan asal loe tau gue gak pernah sembarangan nyium cewek juga" kata dia dingin dengan tegas


"hey...hey...hanya bercanda okay...jangan seriuslah" tanpa sadar aku menguncang lengannya manja untuk berdamai


" jangan bercanda masalah ini sin, gue ngehormati loe sebab loe wanita baik-baik" jawab bang Yo kembali hangat dan meneruskan makannya


" maaf bang dan terima kasih " jawabku santai juga sambil meneruskan kembali makan


setelah makan dalam diam, kami bersantai sejenak dengan berjalan ditepian pantai yang sudah gelap karena memang hari sudah malam, suara debur ombak dan langit yang cerah berhias bintang-bintang membuat aku merasa entah mengapa...agak dekat dengan lelaki yang berjalan dua langkah didepanku ini


sosoknya yang tinggi selalu tampak dingin dalam diamnya, dia seolah sebuah gunung es yang tertutup kabut tebal,dan ketika kabut itu agak tersingkap sedikit maka aku dapati jalan keras dan penuh es tajam siap melukai...tapi aku heran pada diriku sendiri yang tak takut untuk lebih mengenal gunung es itu


setelah itu kami berpamitan dengan nenek veronika sebelum pulang, nenek veronika dengan ramah mengantarkan kami sampai ke pintu mobil dan masih menunggui kami sampai mobil kami melesat menuju jalan besar


" kalau loe capek tidur saja sampai rumah, nanti gue bangunin" kata bang Yo santai


dan kalimat itu juga membuatku kaget...karena orang seperti bang Yo mampu perhatian seperti itu


" aku tidak ngantuk tuan " jawabku gugup


bang Yo kembali diam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, aku heran sendiri bagaimana bisa orang tidak bicara normal sehari-harinya


" tuan..bolehkah saya bertanya?" tanyaku hati-hati setelah aku tak tahan akan keheningan yang melingkupi kami seperti ini


" berapa lama saya harus bekerja pada tuan yah ?" tanyaku hati-hati setelah bang Yo menganggukan kepala tanda aku boleh bertanya


" antara satu sampai dua tahun maksimal " jawab bang Yo pelan


entah mengapa aku merasa ada nada getir dalam suara itu


" kalau begitu saya ijin mengurus cuti kuliah ke kota ziang hari senen depan tuan " kataku menjelaskan maksud pertanyaanku tadi


tampak wajah tegang dan dingin bang Yo agak melunak ketika aku menjelaskan maksud pertanyaanku tadi


lalu kamipun kembali diam sampai mobil berhenti didepan kastil bang Yo


pak warso tampak sudah siap untuk menyambut bang Yo, bagai seorang kepala pelayan elite sikap tubuh pak warso tegap tapi penuh hormat


" malam pak,,," sapaku basa-basi


" malam juga nona " balas pak warso


sementara bang Yo melintasi pak warso dengan acuh seolah disana tidak ada seorang manusia yang menyambutnya


" loe boleh langsung istirahat " kata bang Yo memberi perintah sambil lalu ketika akan masuk kamarnya


aku langsung menuju kamarku dan mandi, hari pertama ini cukup menguras energi dan emosiku, maka tak heran aku langsung tertidur pulas sampai pagi hari menjelang


*****************************

__ADS_1


keesokan harinya aku sudah mengerti apa yang harus kulakukan, jadi semua aku lakukan dengan runut dan tepat waktu


setelah selesai makan pagi, bang Yo mengajak aku ke sebuah ruang kerja tepat disamping kamar tidurnya


" loe bisa buat pembukuan ?" tanya bang Yo sambil mengambil setumpuk map didalam sebuah brankas


" bisa tuan " jawabku tegas


" hari ini loe gak usah ikut gue keluar, benahin pembukuan ini sampai gue datang " kata bang Yo memberi perintah sambil mengambilkanku sebuah laptop dari laci meja


bang Yo mendudukan aku ditempat dia biasa bekerja, bau harum bang Yo dari jarak sedekat ini denganku membuat jantungku tiba-tiba berdetak kencang


" kenapa loe, demam ?" tanya bang Yo tiba-tiba sambil memegang dahiku


" tidak tuan, mungkin karena udara panas " jawabku ngawur dan bang Yo tidak lagi bertanya


" berkas di map biru tolong sendirikan file nya " kata bang Yo memberi intruksi dan memeriksa lagi berkas-berkas yang harus kutangani nanti


setelah itu bang Yo beranjak pergi keluar, tapi sebelum itu bang Yo menyalakan ac lalu menutup pintu kembali


aku tersenyum melihat tingkah manis lelaki itu dan mulai memeriksa arsip, kulihat dari kaca jendela sebuah motor sport melesat cepat


rupanya bang Yo hari ini keluar memakai motornya, pantas saja dia tidak ingin aku ikut


*************************************


entah berapa lama aku tenggelam dalam pekerjaanku, menata dan memilah file, membetulkan arsip file bang Yo yang amburadul dan lain sebagainya


punggungku terasa kaku ketika pekerjaanku selesai dan aku melakukan streching untuk mengurangi rasa pegal


....kapan pak warso masuk yah...batinku bergidik ngeri karena menyadari kehalusan gerakan pak warso hanya bisa disamakan dengan hantu


demi melihat banyak kue kesukaanku perutku langsung bernyanyi menagih jatah untuk di isi


sepotong cheese cake dan pie daging, sepotong apel dan beberapa anggur hijau serta secangkir teh earl grey meredakan perutku yang lapar


waktu menunjukkan jam 4 sore ketika aku membenahi berkas-berkas kerjaku dan ruang kerja bang Yo, aku tersenyum bangga melihat ruangan kerja itu tak lagi berantakan dan semua file-file nya telah tersusun rapi


" non, kalau sudah selesai boleh istirahat dulu...nanti kalau bang Yo pulang akan saya panggil " kata warso mengagetkan aku karena muncul tiba-tiba dibelakangku ketika aku keluar ruang kerja


" baik pak, saya ke kamar dulu " jawabku sambil cepat berlalu menuju kamar


entah kenapa walau pak warso sopan, aku selalu merasa dia tak lebih berbahaya dari bang Yo,,,,tipe orang yang sistematis, dingin, kejam dan tanpa ampun


***********************************


setelah mandi badanku kembali segar dan bersemangat lagi, aku duduk diatas kasurku bersantai dan mulai membaca beberapa buku yang kubawa dari kostku dulu


....sebentar lagi bang Yo biasanya pulang...batinku ketika melihat jam sudah menunjukkan angka 7 malam


tak terasa dua jam lebih aku membaca buku, aku memang lebih suka membaca buku dari pada ke mall atau clubbing seperti teman-temanku lainnya


yah...aku memang anak rumahan yang jarang sekali keluar rumah tanpa alasan jelas


karena itu berada di situasi seperti ini membuatku sangat gugup, bukan karena takut tapi karena aku tidak terbiasa


aku duduk menanti panggilan interkom dari pak warso sampai pukul 9, aku takut kembali membaca lalu larut dan tak mendengar panggilan pak warso

__ADS_1


aku tengok keluar jendela kamarku mencari tanda-tanda kepulangan bang Yo...tapi sampai waktu menunjukkan jam 11 malam bang Yo belum pulang juga


....kemana sih orang itu,nyusahin saja...rutuk ku dalam hati


pak warso sudah pergi istirahat sejak jam sepuluh tadi, dia berpesan agar aku berjaga diruang depan menunggu bang Yo pulang


...jadi aku tak bisa tidur atau istirahat sebelum preman sialan itu pulang...rutuk ku bertambah jengkel


sampai pukul 1 dini hari orang yang ditunggu-tunggu tidak muncul juga, aku sudah mulai mengantuk dan punggungku kembali penat karena kebanyakan duduk sambil sebentar-bentar memanjangkan leher melihat keluar pintu


suara deru motor sport memecah keheningan malam membuatku tergesa-gesa menuju depan


braaakkk....


suara keras benda jatuh membuatku kaget dan aku lebih kaget lagi ketika melihat bang Yo berjalan sempoyongan kearahku sambil memegangi perutnya yang sobek berlumuran darah


" bang!!!" pekik ku kaget tapi isyarat tangan bang Yo menyuruhku diam membuatku terdiam seketika


" bersihkan noda darah gue semua sin, warso jangan sampai tahu " kata bang Yo sambil melangkah menuju kamarnya


aku tak mengubris perintahnya melainkan langsung memapahnya menuju kamarnya


setelah sampai dikursi dalam kamar tidurnya bang Yo bersikeras agar aku membersihkan noda darahnya yang tercecer sebelum aku menyentuh lukanya


dengan tergesa-gesa dan tanpa suara aku mengepel dengan banyak sabun pembersih lantai bekas darah bang Yo, setelah itu dengan susah payah aku membetulkan letak motor sport yang jatuh tadi


setelah semua selesai dengan agak berlari kecil aku mengambil baskom air hangat dan kotak p3k dan kembali ke kamar bang Yo


aku sengaja mengunci kamar bang Yo untuk berjaga agar tidak ada orang yang masuk terutama pak warso, aku tak tahu alasannya tapi aku tahu hubungan bang Yo dan pak warso penuh misteri


" bang...bang...bangun, ayo aku obati biar gak infeksi " kataku sambil mengoyang-goyang tangan bang Yo pelan agar bangun


" biar, nanti gue obati sendiri " kata bang Yo sambil menampik lemah tanganku menolak bantuanku


" jangan keras kepala, atau mau aku panggilkan pak warso " kataku tegas


" loe...loe...yah " bang Yo tidak meneruskan bicaranya tapi melepaskan tangan yang sedari tadi memegangi luka di perutnya


dengan gemetar aku membantu bang Yo melepas bajunya, tampak luka menganga di perutnya membuatku tanpa sadar meremas tanganku sendiri untuk mengurangi tremor


" kalau loe gak berani biar gue sendiri " kata bang Yo sambil berusaha duduk tegak tapi segera kucegah


aku tak mengubrisnya, walau dengan gemetaran aku membersihkan lukanya


" apa gak sebaiknya kita kedokter bang " kataku sambil terus membersihkan lukanya


" gak usah, nanti sembuh sendiri " kata bang Yo acuh


" besok saya antar bang, saya takut ini infeksi " kataku tanpa sadar air mata yang kutahan dari tadi menetes bergulir dipipi dan jatuh di perut bang Yo


bang Yo tampak kaget melihat aku yang menangis dalam diam, dia tak berkata apa-apa hanya mengenggam tanganku yang kini sibuk membalut lukanya setelah selesai aku obati


ditatapnya dengan tajam mataku seolah-olah mencari alasan kenapa aku menitikkan air mata pada orang yang sangat aku benci


" iya...besok antar gue ke klinik " kata bang Yo sambil mengusap lembut pipiku


*************************hope you'll enjoyed gaes*******

__ADS_1


__ADS_2