
setelah kami mencari tempat sepi untuk ngobrol bang Yo membuka jendela mobil dan mulai menyalakan rokoknya, cara dia menghisap rokok dan menghembuskan asapnya memberi tahukan aku segalanya...dia sangat grogi dan cemas untuk mulai bercerita tentang semuanya
aku dengan sabar diam menanti dia membuka mulut untuk bercerita sendiri, raut muka bang Yo yang tampak tengang membuatku mengurungkan niat ku untuk mendesak dia bercerita
aku sebetulnya agak khawatir mengingat luka bang Yo yang baru saja dijahit dokter dan mengingat bagaimana dia kemarin malam sangat kesakitan sehingga demam tinggi...tapi aku harus tahu orang yang telah menghancurkan usaha ayahku dan membuat kami mengalami kejadian seperti ini
bang Yo menatap aku seolah mecari kepastian, apakah aku akan siap mendengar seluruh ceritanya, aku balik menatap bang Yo dengan berani dan memberikan kekuatan pada dia
" gue ditinggal bokap nyokap loe juga tahu kan dari nenek veronika, tapi loe gak bakalan nyangka kalau yang kebunuh bokap nyokap gue adalah ayah angkat nyokap..." kata bang Yo sambil menghembuskan nafas panjang melepaskan beban hatinya...sementara aku hanya menatap melongo tak percaya mendengar cerita bang Yo itu
" kakek angkat gue yang ngebunuh nyokap gue gara-gara nyokap memilih kawin lari dengan bokap gue ketimbang dijadikan jaminan hutang kakek gue ke bos mafia kota ziang, singa utara...dan singa utara ternyata adalah saudara tiri bokap loe " kata bang Yo sambil menatap tajam kedalam mataku
rahangku seakan lepas karena melongo mendengar cerita rumit dan menyedihkan bang Yo...tapi aku tetap diam menunggu kelanjutan cerita bang Yo, yang kini sedang menyulut lagi rokok barunya
" rupanya singa utara ada dendam ke bokap loe karena dia di usir kakek loe sejak jadi preman dan semua warisan kakek loe diserahkan bokap loe...dan soni adalah tangan kanan paman loe itu " kata bang Yo dengan suara menahan geram
" loe tahu...bokap loe ternyata dijadikan umpan bangsat itu untuk mendekati gue, ngehancurian gue, dan bahkan bunuh gue...dan gue baru ngerti kemarin ! " kata bang Yo dengan desisan marahnya yang menakutkan
" untung saja ada warso, tangan kanan bokap waktu itu, kalau tidak gue pasti sudah mati sejak dulu " kata bang Yo dengan mata sayu yang tak pernah kulihat sebelumnya
" kalau boleh tahu kenapa pak warso seperti itu bang ?" tanyaku menuntaskan rasa penasaranku
" anak warso dibunuh dengan kejam waktu itu, mereka mengira dia adalah gue " terang bang Yo sambil menunduk menahan emosi dan penyesalan yang selama ini rupanya membayanginya
aku akhirnya bisa mengerti kenapa bisa dia kejam dan dingin seperti ini, jalan hidup dan trauma masa lalunya benar-benar diluar batas kewajaran dan kewarasan seseorang, aku benar-benar luluh saat ini melihatnya tanpa topeng dan pelindung seperti yang biasa dia tampilkan pada orang di sekitarnya
" tapi...tapi bang...ayah pasti tidak akan jahat seperti itu " kataku sambil bergetar menjelaskan dan membela keadaanku dan ayahku, aku tak mau terseret dalam pusaran konflik hidup nb ya
" gue tahu itu loe dan bokap loe juga korban ...tapi gue tolol kurang waspada makanya bisa kejebak seperti ini, loe tahu gue rela jadi preman seperti ini hanya untuk mencari dan balas dendam atas kematian bokap nyokap gue "
__ADS_1
" tapi semua usaha gue hancur gara-gara bajingan itu tahu kelemahan gue..." sekarang bang Yo tampak menyedihkan mengacak-acak rambutnya kesal
aku diam memandang dengan tak percaya orang seperti dia mempunyai kelemahan...kelemahan yang bahkan bisa menghancurkannya
" loe tahu gue sudah lama bosen hidup, semua tapi berubah sejak loe nolongin gue..." kata bang Yo sambil menoleh memandang wajahku
" hah! kapan bang saya nolongin abang ?" tanyaku bingung
"loe memang cewek baik dan lugu sin, loe tolongin orang bahkan sampai gak ingat " kata bang Yo sambil mengacak gemas rambutku...sedang aku memandang bang Yo semakin heran dan tak percaya
" waktu itu gue ngelacak pembunuh ortu gue yang kabarnya ada di kota ziang, tapi ternyata itu juga jebakan singa utara...waktu itu gue ngejar motor pembunuh itu dan tergelincir dijalan karena hujan dan waktu itu kebetulan loe lewat dan terserempet motor gue...loe sudah ingat sin ?" tanya bang Yo...aku menggeleng karena memang aku tak ingat hal itu
" loe sempat di bawa ke rumah sakit, sementara gue langsung ditahan di kantor polisi...gue ingat bahkan waktu itu loe masih memakai baju yang sama datang bilang ke polisi kalo loe jatuh sendiri " cerita bang Yo meneruskan
aku akhirnya mengingat kejadian itu walau samar-samar karena hal itu terjadi 2 tahun yang lalu, waktu itu aku sedang terburu-buru mencari bahan ospek karena hari hujan, saat itu aku merasa harus menolong seorang pemuda tampan yang sama-sama jatuh di aspal yang licin dan basah
siapa sangka ternyata pemuda tampan itu adalah bang Yo...aku jadi berfikir ternyata takdir mempunyai cara aneh untuk mempertemukan kami kembali
" gue gak tau singa utara tau dari mana kalo loe gue cari, yang jelas akhirnya gue dan bokap loe sama-sama terjebak dalam perangkap singa utara "
" bang, lalu ayah saya bagaimana bang...soni terus bagaimana ?" tanyaku penasaran
" gue gak tahu ayah loe bagaimana, tapi kabar orang gue...ayah loe ke kota ziang mencari soni "
" terus kenapa abang terluka ?" tanyaku penasaran
" gue kemarin mau dibunuh orang singa utara waktu habis ketemu client, untung waktu itu gue bisa kabur dikeroyok orang banyak...dan gue seneng waktu loe bersedia jadi jaminan utang bokap loe"
" kenapa bang ?" tanyaku penasaran
__ADS_1
" karena gue bisa nglimdungi loe dari ancaman singa utara, tapi gue gak yakin akan keselamatan bokap loe setelah masuk linhkaran singa utara" terang bang Yo singkat
aku gemetaran, tanganku berkeringat dingin mendengar hal itu,,, bagiku ayahku orang yang sangat penting di dunia ini, aku bahkan rela jadi seperti ini demi keselamatan ayahku
" bang...tolong...jika ada kabar...kabar ayahku" kataku terbata-bata menahan emosi dan tangis
" baik...gue janji " kata bang Yo sambil memegang tanganku menenangkan
setelah kami menenangkan hati, maka kami pun beranjak pulang...didepan pintu tampak pak warso berdiri menyambut kami
tapi sejak aku mendengar cerita bang Yo, aku memandang pak warso lain...aku jadi kasihan melihat beliau dan aku juga tahu sekarang bang Yo tak pernah memandang wajah pak warso, tak pernah memerintah beliau bahkan agak segan dengan beliau
" non...bisa bicara sebentar ?" tanya pak warso menahanku setelah bang Yo berjalan agak jauh
" baik pak, sebentar saya lihat tuan "
setelah aku membantu bang Yo minum obat dan beristirahat, akupun keluar kamar bang Yo dan menemui pak warso yang sudah menunggu aku di taman depan kamarku
" tadi non kemana ?" tanya pak warso tanpa basa basi begitu melihatku
" kami ke klinik pak " jawabku tenang menyembunyikan kegugupan
" kenapa tuan ke klinik, apa dia terluka lagi " tanya pak warso dengan nada khawatir
" tidak pak, hanya check up rutin kata tuan " jawabku berbohong
entah kenapa aku bersedia berbohong saat ini agar hubungan bang Yo dan pak warso tidak menjadi tegang
" terima kasih non telah menjaga tuan " kata pak warso tulus sambil mengenggam tanganku sebelum berlalu
__ADS_1
aku akhirnya juga tahu mengapa nenek veronika dan pak warso berterima kasih dan menyuruhku menjaga bang Yo...kisah hidup lelaki itu ternyata tak pernah mudah dan nyaris seperti film horor saja