SANG SRIGALA

SANG SRIGALA
9. WAKTU YANG TERTUNDA


__ADS_3

bang Yo beberapa hari ini bekerja dirumah saja, kulihat dia bekerja di ruang kerjanya teeus beberapa hari ini tanpa keluar ruangan


pak warso-lah yang sekarang bertugas melayani bang Yo, sementara aku dibiarkan kemana saja didalam kastil dan disekitar lingkungan kastil, yang entah mengapa sekarang tengah dijaga ketat beberapa orang body guard berbadan besar


aku menatap pintu ruangan kerja bang Yo yang tertutup rapat dengan penasaran, entah mengapa sejak hari itu bang Yo seolah menghindari aku, terhitung sejak 4 hari aku tak lagi bertemu bang Yo sama sekali walaupun kami berada disatu rumah


beberapa kali aku bertanya pak warso tentang bang Yo dan selalu dijawab tidak tahu atau sedang bekerja dikantor, aku penasaran...apa aku melakukan kesalahan atau menyinggung bang Yo, tapi sepanjang ingatanku bahkan kami agak dekat dari sebelumnya


aku bertekad jika sampai besok bang Yo belum mau bertemu aku, maka aku akan menghampirinya tanpa peduli larangan dia


aku gak mau makan gaji buta dan menerima pertolongan tanpa berbuat apa-apa atau bekerja


*********************************


aku bangun tepat pukul 7 ke esokan harinya, seperti biasa aku mengambil susu didepan pagar, lalu akan mengetuk pintu kamar bang Yo jam 8 tepat seperti hari-hari biasanya


pak warso terburu-buru menemui aku ketika tahu aku akan melangkah menuju ke kamar bang Yo


" non, tuan berpesan saya saja yang melayani dia mulai sekarang " tangan pak warso menyilang di depan pintu bermaksud melarang aku masuk


" maaf pak, saya di sini bekerja untuk melunasi hutang ayah saya pak " jawabku tegas hendak meraih handle pintu


" kata tuan itu sudah selesai non tahun depan, tanpa non bekerja " jawab pak warso ngotot sambil meraih handle agar tidak terbuka


" saya gak mau makan gaji buta dan hidup dari belas kasihan orang pak " jawabku lumayan keras


" biarkan dia masuk pak !" suara bang Yo terdengar dari dalam kamar


rupanya keributan kami di depan pintu kamarnya terdengar sampai ke dalam


" baik tuan " kata pak warso sambil berlalu


.


aku melangkah ragu ke dalam kamar lelaki yang tampak pucat terbaring diatas sebuah ranjang yang luas, wajahnya tampak sayu tidak seperti biasa


aku buka gorden kamarnya agar cahaya bisa masuk dan aku bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaan lukanya saat ini


dan aku terkejut mendapati bang Yo tampak pucat sekali dan lemas

__ADS_1


" bang...abang kenapa ?" tanyaku khawatir


" gue gak apa-apa sin " jawabnya lemah sambil berusaha bangkit duduk


" gak kenapa-kenapa koq seperti ini...saya akan mengcheck luka tuan kemarin " kataku sambil akan membuka selimut yang menutupi perut bang Yo


" jangan !...sudah infeksi kelihatannya " kata bang Yo sambil menepis tanganku, tapi aku tak peduli


betapa kagetnya aku melihat perban yang melilit perut bang Yo penuh darah segar dan beberapa darah hitam yang mengering


" bang...!!!" aku terpekik kaget melihat luka bang Yo ternyata terbuka lagi


aku baru tahu ternyata selama 5 hari itu bang Yo keluar mencari keberadaan ayahku dan singa utara ke kota ziang dengan memakai pintu rahasia yang terhubung antara kamar bang Yo, ruang kerjanya dan garasi luar


rupanya pak waras sudah tahu tentang insiden pengeroyokan dan tertusuknya bang Yo oleh komplotan singa utara, maka dari itu pak waras sangat marah dan akhirnya terus menemani bang Yo keluar dengan alasan membantu bang Yo agar selamat


beberapa saat kemudian dokter pribadi keluarga bang Yo datang, rupanya pak warso pagi tadi sudah memanggil dokter


raut muka dokter itu tampak tak senang melihat bang Yo terluka, dengan menggerutu dan mengomel dia mengobati bang Yo, hal itu tentu saja membuat aku heran karena dokter ini tak seperti dokter klinik kemarin yang tampak takut didekat bang Yo


dan ternyata dokter lui itu adalah dokter ahli terkenal di negara ini dan sudah melayani keluarga ini sejak zaman kakek bang Yo


ah...tiba-tiba saja aku merasa lega ternyata walaupun bang Yo ditinggal kedua orang tuanya ketika saat muda tapi karena kedua orang tuanya sangat baik maka para pegawainya sangat loyal pada keluarga ini


pak warso mengantar dokter menuju halaman setelah selesai memeriksa bang Yo dan memberikan nasehat dan resep obat yang harus di minum bang Yo, sementara itu aku membenahi perban dan kapas-kapas bekas jahitan perut bang Yo


" bang...mau saya buatkan bubur ?" tanyaku sambil membetulkan letak selimutnya setelah semua aku bereskan


" boleh " jawab bang Yo


lelaki yang biasanya tampak gagah dan gahar itu sekarang tampak lemah dengan mata tertutup menahan sakit


aku beranjak pelan menuju dapur dan cepat-cepat memasak bubur telur buat bang Yo


aku tadi mendapat informasi dari dokter lui ternyata luka bang Yo sangat dalam dan sangat berbahaya jika sampai infeksi, aku bergidik sambil memasak bubur membayangkan betapa sakitnya luka itu


setelah bubur selesai aku membawa ke kamar bang Yo yang rupanya tengah tertidur akibat pengaruh obat bius, aku melangkah perlahan dan duduk di kursi samping bang Yo


....biarlah buburnya nanti bisa aku hangatkan pake micro wave...pikirku

__ADS_1


aku melihat dengan seksama wajah tampan yang kini tengah mengerutkan kening, entah dia menahan sakit atau mengingat pengalaman buruk hidupnya...


bang Yo tampak gelisah dalam tidurnya, badannya bergerak dengan tidak nyaman sementara keringat membasahi keningnya, entah dorongan dari mana ketika kusadari tanganku sudah mengelus rambut bang Yo sementara tanganku satunya menggenggam tangan bang Yo mengusap sayang agar dia tenang


wajah itu berangsur angsur menjadi tenang, suara denguran halus menandakan dia telah tertidur nyenyak dengan menggenggam erat tanganku, aku berusaha melepaskan tanganku dengan bergerak perlahan tapi kusadari ketika tanganku akan lepas dari genggamannya wajahnya kembali gelisah....dan aku tidak tega melihatnya


untuk beberapa saat aku memperhatikan relief wajah tampan bang Yo yang sekarang sangat dekat sekali denganku,


saat ini aku baru menyadari dibagian pipi kiri bang Yo ada bekas luka memanjang yang telah samar begitu juga dipelipis dan alis kirinya ada bekas luka yang jika diperhatikan dengan seksama tampak dari bekas luka yang dalam


aku ingatjuga beberapa bagian tubuh bang Yo juga penuh bekas luka yang telah tertutupi tatto, hanya jika di lihat dari dekat makan akan tahu tatto di tubuh bang Yo menutupi sebuah luka


perjalanan hidup yang keras dan kejam, kehilangan kedua orang tua yang dibunuh dengan kejam didepan mata dan juga pelakunya seharusnya orang yang paling bisa memberikan perlindungan pada dia waktu itu, aku merasa iba sekali melihat wajah tampan di depanku yang sekarang tengah tertidur pulas seperti bayi


**************************************************


kedua tanganku masih digenggam erat bang Yo ketika aku terbangun di sisi tempat tidur bang Yo, rupanya semalam aku tertidur disebelah ranjang dia


aku melihat jam melalui layar hand phoneku.... masih pukul 5 pagi, perlahan aku melepaskan tanganku yang semalaman ini digenggam bang Yo tapi lagi-lagi aku tak berhasil, tangan lelaki ini sangat kuat dan kokoh memegang tanganku...


tapi aku pantang menyerah karena tugas-tugas di pagi hari masih menumpuk dan juga badanku rasanya pegal dan kaku karena berada dalam satu posisi saja sejak semalam


" tolong loe jangan pergi sin, temani gue tidur disini " kata bang Yo ketika aku berhasil melepaskan diri


" maaf bang...abang jadi terbangun "


" tidurlah lagi bang, nanti aku bangunkan waktu minum obat "kataku


" temani gue di sini, gue gak tenang saat loe jauh " kata bang Yo lemah...dan mendengar hal itu aku rasakan detak jantungku meningkat cepat dan hatiku terasa hangat


" biar warso saja yang mengerjakan semua sin " kata bang Yo lagi sambil menarik tanganku mendekat


aku terjatuh di atas dada bang Yo karena kaget, untung saja ketika aku terjatuh tidak mengenai luka bang Yo


aku diam malu dengan wajah merah seperti kepiting rebus, aku tak menolak ketika bang Yo memposisikan dirinya memeluk tanganku sementara aku berbaring menghadap dia


entah mengapa hatiku sangat tenang dekat lelaki yang seharusnya aku benci ini, aku tak tahu apa yang salah dengan jantungku yang tak berhenti berpacu cepat, aku tahu itu salah dan aneh tapi entahlah yang jelas saat ini aku sangat menikmati moment berdekatan dengan lelaki ini


" maafkan sinta ayah " bisik ku pelan pada angin sambil memejamkan mata lelah

__ADS_1


**************thank gaes, hope you'll enjoyed***********************


__ADS_2