
Chapter Sebelumnya
Eveline berusaha untuk mengendalikan reaksi tubuhnya agar tidak berlebihan dan berusaha menenangkan dirinya bahwa semuanya baik baik saja.
Dengan mata terpejam, Eveline berusaha mengendalikan dirinya. Ketika ia menutup matanya. Ia mendengar suara Kenneth setelah terjadi keheningan yang cukup lama.
...****************...
"Buat apa mereka balik, nggak seklian ajaa nggak usah balik kesini sampai kita lulus semua?" Balas Kenneth dengan wajah datar yang tak pernah terlihat sebelumnya.
"Ga boleh ngomong gitu ken, gitu gitu mereka orang tua kita"
"Ya kenapa harus sekarang?, kemana aja mereka selama ini?"
"Kakak juga ga tau Ken, mungkin mereka sibuk"
"Yaelah palingan udah lupa sama anak anaknya dan emang mereka anggep kita anak?"
"napa sih sensi banget"
"B***t banget, ken ga mau kalo mereka pulang sekarang"
"yaudah sih ken, abang tau lo ga suka sama mamah sama papah tapi kamu ga boleh ngomong gitu dia orang tua kita ken, lo sadar ga mereka yang ngerawat kita" bentak Gavin
"Ha ngerawat ? ga salah denger nih gue, mereka ngerawat kita,lo aja kali bukan kita?candaan apa ini? geli banget gue dengernya" ucap Kenneth sedikit terkekeh dan memutarkan bola matanya bahkan Kenneth mengubah panggilannya dari aku kamu ke lo gue.
__ADS_1
"KEN!!!!" bentak Gavin semakin keras
"Lo sadar ga? selama ini kita di rawat oleh siapa? pembantu pembantu di rumah ini kan? masih bilang mereka yang ngerawat kita, lo tuh ga usah terlalu ngebela papah mamah gue tau lo juga ga suka sama dia"
"Ga usah bicara aneh aneh mamah papah baik, mereka orang tua kita mereka yang ngelahirin kita"
"lo bicara gitu karna lo kebanggaan keluarga ini, lo ga pernah ngerasain jadi gue sama kak eveline, Lo selalu di puji mamah sedangkan gue sama ka eveline apa? cuman di anggep sampah keluarga kan, Lo tinggal bernafas dan duduk aja udah jadi anak emas keluarga ini"
"JAGA BICARA LO KEN" Bentak Gavin sambil memukul meja
setelah mengatakan itu Kenneth pergi meninggalkan meja itu tapi langkahnya berhenti sebantar, dia menoleh sedikit ke belakang.
"Lo kayaknya terlalu munafik, jijik lihatnya" Ucap Kenenth sinis dan pergi dari ruang makan.
Eveline yang melihat semua hanya mampu terdiam karena dia memang tak tahu harus bagaimana apalagi sepertinya tubuh Eveline yang asli seperti menyimpan trauma tersendiri. Dengan perlahan Eveline pergi dan meninggalkan Gavin sendirian tanpa menatapnya lagi.
Sedangkan di sisi Gavin, ia sedang mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri agar tidak meluap luap. Gavin tidak menyangka bahwa informasi tadi akan membuat keributan yang bahkan tak bisa ia perkirakan. Mungkin ini salahnya yang tak mampu menjadi kakak yang baik untuk adik adiknya.
...****************...
Disisi Eveline, ia sedang berada di kamar Kenneth dan mencoba masuk intuk berbicara dengannya.
"Kenneth" Panggil Eveline seraya membuka pintu. Terlihatlah Kenneth yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dengan memajnkan gandetnya.
"Apa?" Tanya Kenneth tanpa menoleh dari gadgetnya.
__ADS_1
"Kamu gak papa?"
"Gak papa kok Kak Eveline, Kak Eveline sendiri gak papa?" Tanya balik Kenneth dengan menatap khawatir Eveline.
"Gak papa kenapa?"
"Papah sama mamah kan mau pulang, Kak Eveline ga masalah soal itu"
"Kakak nggak papa kok"
"Kak Eveline maaf ya tadi Kak Eveline lihat Ken kayak gitu, Ken khawatir sama Kak Eveline. Misal mamah papah pulang pasti mamah jahat sama Kak Eveline, aku ga benci sama mamah papah aku cuman ga mau Kak Eveline dengerin ucapan mamah yang jahat sama perbuatan jahat mamah, dari dulu Ken ga bisa bantu kak eveline ga bisa ngelindungin Kak Eveline. Benar kata Kak Eveline, Kenneth lemah jadi cowok, Kenneth ingin melindungi Kak Eveline dari orang orang jahat dan sekarang Kenneth bakal jadi sayap pelingdung Kak Eveline, Ken sayang banget sama Kak Eveline" Ucap Kenneth dengan nada menyesal.
mendengar perkataan Kenneth Eveline tidak mampu menahan air matanya, air matanya jatuh, Eveline mendekat dan memeluk Kenneth sambil membisikan sesuatu.
"Kenneth ga salah, Kak Eveline yang salah. Maaf ya Kak Eveline pernah berkata hal jahat ke Kenneth, Kenneth adik Kak Eveline paling baik sedunia. kak eveline bersyukur punya adik kayak Kenneth, makasih ya kenneth karna kamu udah lahir di dunia ini Kak Eveline jadi senang" Kata Eveline di sela sela peukannya.
Selesai Eveline membisikan kalimat itu, ekspresi Kenneth yang tadinya marah akibat Gavin sekarang dia mulai menangis seperti anak kecil di pelukan Eveline.
Di hari itu, Kediaman Sapphire menjadi kacau dan hanya ada tangis penyesalan dan ketidakberdayaan.
...****************...
Halo semuanya, kembali lagi. Makasih ya untuk like dan dukungannya.
See you untuk chapter selanjutnya♥️
__ADS_1