Second Life Karine

Second Life Karine
Chapter 4


__ADS_3

International High School


International High School adalah sekolah bertarif internasional yang sangat di minati oleh banyak orang karen menyediakan fasilitas yang lengkap termasuk dengan kantin yang gratis. Sekolah juga menyediakan banyak sekali ekstrakurikuler yang pastinya akan di minati oleh anak anak sekolah. Untuk biaya SSP nya sendiri 10 juta per bulan, sekolah juga menyediakan asrama bagi yang rumahnya jauh. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa di sekolah ini bukanlah haal yang mudah karena skor untuk mendapatkan beasiswanya itu sangat lah tinggi dan harus memenuhi kriteria tertentu.


...----------------...


Kita panggil Eveline dari sekarang.


Terlihatlah mobil yang di kendarai sopir itu berhenti di depan gerbang sekolah. Keluarlah Eveline dari mobil tersebut sambil memandang sekolah itu.


'Wah besar dan luas sekali sekolahan ini' batin Eveline. Tidak heran jiga jika karine yang kini di tubuh Eveline heran pasalnya karine yang sekolah di sekolahan biasa dan tinggal di asrama tiba tiba saja mendapati dirinya di tubuh seorang gadis perempuan yang berasal dari keluarga kaya.


Eveline berjalan menuju gerbang sekolahnya, Eveline melihat beberapa siswa siswi melihat Eveline seperti tatapan tidak suka dan benci mereka saling berbisik dan membicarakan eveline, Eveline yang heran pun mencoba mengacuhkan mereka semua.


Eveline terus berjalan tapi tiba tiba saja terdengar suara seorang laki laki berteriak dan memanggilnya dari arah yang tidak jauh dari posisi tempat Eveline sekarang.


"Eveline Eveline,kak Eveline"


Eveline menoleh ke arah suara itu, dan terlihat sosok laki laki dengan tinggi tubuh sekitar 153 dan berbadan kecil, memiliki warna rambut kuning serta iris mata biru dan mata yang bulat. Laku laki itu sangat imut dan manis dia melambaikan tangan ke arah eveline kemudia berlari sambil tersenyum lebar ke eveline.


"Kak Eveline" ucap laki laki itu sembari memeluk eveline. Sontak eveline kaget dengan pelukan tiba tiba itu.

__ADS_1


"k-kamu siapa?" ucap eveline gugup.


"Haa??" balas laki laki itu sembari melepas pelukannya dan menggaruk belakang telinganya.


"Eveline aneh, masa adeknya sendiri di lupain" ucap temannya laki laki tadi.


laki laki kecil itu berbalik ke arahnya temannya sambil jari telunjuknya di pipinya..


"Mungkin kak Eveline sakit" laki laki kecil itu tertawa kemudian melanjukan ucapannya dan berbalik menghadap Eveline lagi "aku Kenneth Sapphier, adik dari kak Eveline yang paling lucu dan ganteng" kemudian Kenneth tersenyum lebar.


"Ah iya, masa aku lupa sih tadi itu cuman bercanda" kata Evelin sambil cengengesan.


"Aneh" kata teman laki laki Kenneth.


"Terserah" kata Michel sembari memutarkan bola matanya.


"Kak Eveline, Kenneth mau ikut ke kelas kak Eveline" ucapnya dengan mata berbinar binar.


Dalam hati Eveline itu adalah kesempatan yang sangat bagus, Pasalnya Karine yang ada di tubuh Eveline tidak tau di mana kelasnya sekarang, Eveline mengangguk setuju dan menyuruh Kenneth dan Michel jalan duluan.


_____________________________________

__ADS_1


Di perjalanan kita bertiga melewati berbagai kelas dan ruangan, dari ruang perpustakaan, ruang musik, dan sebagainya. Tapi yang Eveline lihat banyak siswa yang memperhatikannya dengan tatapan benci beberapa.


"Lihat lihat itu dia cewek sombong itu" ucap salah satu siswa yang sedang berdiri di lorong di dekat jendela itu sambil menunjuk Eveline, beberapa anak yang mendengar itu langsung saling menyaut balasan.


"Hahaha pasti dia sama Kanneth gara gara mau caper" ucap siswi itu di susul tawa keras oleh siswi dan siswa lain.


Eveline sontak geram dengan perkataan dan perbuatan mereka 'apa sih mereka itu, baru juga sekolah. Kenapa sih dengan Eveline yang asli' batin Eveline yang merasa kesal.


Kenneth yang sadar dengan reksi perubahaan ekspresi Eveline pun dia mencoba berbicara.


"Udah kak, biarin aja ga usah di bales. udah biasa juga kan mereka kayak gitu" kata Kenneth sambil tersenyum ke Eveline, Eveline membalas perkataan kenneth dengan senyuman juga.


"Kenapa? biasanya juga di bales, ga maen jambak jambakan lagi?" kata Michel dengan tawa.


Kenneth menepuk punggung Michel dan seperti mengkode michel aggar diam, Michel hanya memutar bola mata nya. Dan mereka bertiga melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.


...****************...


Dalam penulisan ini banyak sekali kesalah dalam penulisan.


Terimakasih yang telah membaca nya.

__ADS_1


Sampai jumpa di bab berikutnya.


__ADS_2