
Chapter Sebelumnya
"Zayn coba lihat itu." Tunjuk Eveline ke arah hiu, Zayn pun menoleh ke arah yang di tunjuk Eveline.
"Mirip kamu kan, hahahaha." Ucap Eveline di susul tawanya.
Zayn pun mendatarkan wajahnya, "Eh di situ kayaknya ada anjing laut atraksi." Tunjuknya.
"Mirip lo kan." Ucap Zayn membalas mengejek Eveline. Eveline pun menatap sengit Zayn.
"Enak aja, cantik cantik gini kok di samain sama anjing laut." Balas Eveline menatao marah pada Zayn.
...****************...
Setelah mengelilingi puas tempat tempat di Aquarium Park, Zayn dan Eveline pun beristirahat sebentar di salah satu bangku yang terletak di dekat aquarium tempat ikan ikan kecil di dalamnya.
Zayn melihat Eveline yang sedang mengamati sekitarnya, "Lo suka tempat ini?"
Eveline yang mengamati sekitar pun tersentak dan kembali menaruh atensinya pada Zayn, "Hmmm, lumayan. Aku bisa belajar juga tentang hewan hewan laut apa aja yang disini. Terus aku juga jadi keinget waktu dulu kalau ada study tour gitu." Ujar Eveline tersenyum bahagia.
"Lo mau gue ajak ke sini lagi?" Pertanhaan dari Zayn sungguh membuat Eveline terkejut, karena bagaimana pun sepertinya Zayn sepertinya tidak pernah sepeduli ini dengan Eveline yang asli. Terbukti dari sikapnya yang kelewat cuek dan bodo amatan.
Eveline pun menatap Zayn dalam dan dengan tiba tiba Eveline menaruh punggung tangannya pada dahi Zayn. Tentu daja Zayn yang di perlakukan seperti itu secara spontan menepis tangaan Eveline, Bagaimana tidak terkejut? Eveline yang memperhatikan Zayn dengan tatapan serius seperti ingin membahas urusan negara saking seriusnya dan dengan tiba tiba menaruh punggung tangannya. ia kan hanya waspada saja:).
"Hehehe, maaf buat kamu kaget. Habisnya kamu kenapa tiba tiba ngajak in aku kayak gitu, Biasanya juga cuek bebek, nggak pernah peduli sama aku sekalipun. Jadi aku pikir kamu kehabisan obat atau jangan jangan kamu kesambet yaaaa." Ujar Eveline manatap takut takut lada Zayn.
Zayn yang melihatnya mengerutkan kening tak suka. "Mana ada, gue cuman mau ngajak in aja. Kalau nggak mau ya nggak papa gue juga ga maksa." Ucap Zayn dengan pipinya samar samar memerah entah apa sebabnya.
Eveline pun menatap bingung Zayn, "Kenapa nggak ajak temen kamu aja, kan pastinya lebih seru. Nanti pasti ada aja yang lucu kalau sama mereka."
__ADS_1
"Nggak, beda. Yang ada malah gue yang di ejek. Lagian gue ngajk lo kan karena lo netral aja menurut gue. Apalagi lo suka sama hewan hewan gitu hampir samalah sama gue." Jelas Zayn panjang lebar. Eveline yang mendengarnya pun hanya membulatkan mulutnya.
Krukk
Krukk
Eveline pun secara spontan menutup perutnha dengan tangan dan menatap Zayn dengan menyengir malu.
"Hehehe, Kamu nggak mau makan gitu. Nggak laperkah??" Ujar Eveline menatap malu pada Zayn, rasanya Eveline ingin bersembunyi dan kabur dari jangkauan orang orang saking malunya. 'Kenapa nggak lihat situasi sihh??' batin Eveline menyalahkan perutnya sendiri padahal perutnya kan nggak salah ya.
Zayn pun berusaha menahan tawanya untuk apa?? Untuk menjaga imagenya tentu saja.
"Kalau laper itu bilang, jangan diem diem aja. Ya udah kita keluar dari sini terus cari makan." Ajak Zayn pada Eveline yang menatap berbinar padanya.
"Beneran??? Kamu yang bayar kan, kamu kan yang ngajak in aku ke sini tanpa izin lagi. Jadi bagi orang harus bertanggung jawab." Ucap sok bijak Eveline.
Ughhh mata Zayn benar benar silau, entah kenapa setelah mendengar apa Zayn katakan matanya tiba tiba berbinar cerah. Entah ini buruk atau tidak, ia seperti memiliki firasat yang tidak enak.
"Ya udah, ayo. katanya mau makan." Ujar Zayn sambil berdiri dari tempat duduknya dan melirik Eveline.
Eveline pun mengangguk dengan binar cerah di kedua matanya itu, dan dengan semangat 45, Eveline berdiri dari tempat duduknya dan menarik tangan Zayn untuk mengikutinya.
Zayn yang mendapatkan perlakuan sepeti itu pun menatap tanganya yang sedang di tarik Eveline, entah kenapa ia memliki perasaan aneh ketika melihatnya. Entah karena apa, ia rasa sekarang Eveline bukanlah gadis yang ia kenal dulu. Eveline yang berada di hadapannya ini seperti bukan Eveline yang ia kenal. Apa bisa secepat itu untuk mengubah sifat seseorang hanya dalam hitungan hari saja. Rasanya ia tak percaya, tapi di depannya ini adalah bukti nyata yang harus ia percayai.
Zayn pun menggelengkan kepalanya menepis semua yang ia pikirkan apa pun itu. Karena ia tak ingin berpikiran buruk tentang Eveline lagi.
"Zayn, ayo kamu naik motornya. Terus kita cari makan kok malah diem aja sih." Ujar Eveline menatap cemberut Zayn karena dari tadi sepanjang perjalanan Zayn hanya diam saja ketika ia tanya. Lalu ketika ia berbalik menatap Zayn ternyata pria itu malah melamun.
Zayn pun tersentak kaget, pemuda itu beralih menatap Eveline yang sedang menatapnya cemberut. 'Sangat menggemaskan' Batinnya lalu sekali lagi menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Oh iya, maaf tadi gue agak melamun." Ujar Zayn seraya menaiki motornya dan memakai helmnya.
"Ya udah, yok naik. Kan mau makan udah jam 13.00 siang lohh." Peringat Zayn lagi, karena memang ketika pulang sekolah tadi itu pukul 09.30 pagi lalu Zayn meminta untuk di temani ke Aquarium Park dan sampai di sana sekitar pukul 10.20 pagi. Jadi agak lumayan lama Zayn dan Eveline di Aquarium Park.
Mendengar tentang makanan, Eveline yang tadinya cemberut pun mengubah raut wajahnya menjadi sumringah dengan mata yang berbinar cerah. Eveline akhirnya menaiki motor Zayn sesudah memakai helm lalu Zayn mengendari motornya keluar dari parkiran.
__________________________________
Di tempat lain, tepatnya di kediaman Sapphire. Seorang pemuda memasuki kediaman Sapphire dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, ketika ia ingin mengambil minum di pertengahan jalan tetlihat seorang wanita paruh baya menggunakan pakaian pelayan sedang menyapu di dekat meja makan.
"Bi, Kak Evelinenya udah pulang bi??" Tanyanya pada pembantu itu. Jika kaliaan berpikir itu Kenneth, maka jawaban kalian benar itu memang Kenneth yang sudah pulang dari rumah temannya.
Pembantu yang sedang menyapu itu pun menoleh dan mendapati salah satu anak majikannya di depannya.
"Ehhh, Den Kenneth. Non Eveline nya belum pulang Den, kan belum waktunya pulang. Kok Den Kenneth sudah pulang?" Balas Bibi, kita panggil sja bibi Ratih.
Kenneth yang mendapatkan jawabannya mengerjapkan matanya pelan dan menatap jam dinding yang yang tak jauh dari meja makan itu. Lalu kembali menatap Bibi Ratih dengan pandangan bingung.
"Kak Eveline belum pulang? Tadi waktu di sekolah kami pulang cepet bi, karena ada araoat guru gitu. Nah pulangnya itu sekitar setengah 10 an. Aku baru pulang itu karena tadi main ke rumah temen terus ngerjain tugas di sana." Jelas pannjang lebar Kenneth.
"Tapi Non Eveline nya memang bekum pulang den dari tadi. Coba di telfon den." Ujar Bibi Ratih memberikan solusi.
Kenneth pun mengeluarkan Hp nya dan....
...****************...
Hari ini segini dulu ya, bagi yang mau meberikan saran dan kritiknya boleh banget.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
__ADS_1