Sedikit Berbeda

Sedikit Berbeda
berkelahi


__ADS_3

Rafa duduk santai dalam mobil sesekali tatapan nya melihat sisi luar mobil yang dikendarai,


" pak kita lewat jalan Kamboja ". ucapnya datar.


" baik den , apakah den Rafa ada keperluan?." ucap sang sopir heran soalnya jalan tersebut jalan yang memiliki jarak jauh untuk sampai ke kediaman tuan muda nya ini ,dan biasanya akan dilewati ketika arah pulang biasanya terjadi perbaikan jalan atau kendala apa pun.


" tidak ". lirih Rafa , entah kenapa Rafa ingin sekali melewati jalan tersebut seperti ada yang mendorong nya untuk melewati jalan itu.


dari jarak jauh didepan sang sopir melihat ada yang berkelahi di jalan sepi itu.


" den sepertinya disana ada beberapa orang yang berkelahi, apa tidak sebaiknya putar arah den?". ucap sang sopir khawatir dengan keselamatan tuannya.


kemudian Rafa menfokuskan pandangan ke arah depan dengan jarak yang lumayan jauh, dan kemudian Rafa langsung turun dan memastikan entah kenapa rasanya ada yang menuntun nya kearah sana.


" den!! jangan den bahaya , seperti nya mereka preman den!!". seru sang sopir langsung turun melihat tuan mudanya turun .


" diam didalam mobil , saya bisa mengatasi nya pak". sahutnya datar sambil terus berjalan.


dan sang sopir pun tidak lagi mengeluarkan kata-kata nya , ucapan tuan mudanya adalah perintah baginya.


...----------------...


adiba terus melawan dan menghindar ,Adiba sengaja tidak mengeluarkan kemampuan yang ia miliki sebab bisa-bisa dia yang akan menjadi tersangka dengan berita 3 PREMAN MATI MENGENASKAN DARI TANGAN SEORANG SISWI KELAS 2 ,nah nanti nya malah akan jadi terkenal Adiba , hahahah gak eh bercanda , masih punya hati nurani Adiba. disaat semua sudah terkapar dijalan ,Adiba berbalik ingin membantu sang kakek yang tidak berada jauh dari tempat nya itu , tiba-tiba..


"iaaa...... rasakan". teriak salah satu preman dengan satu balok kayu yang ia pegang kearah Diba.


"brengsek". ucap Rafa datar dengan sorot mata tajam penuh amarah. preman itupun kaget melihat ada yang menghalanginya kemudian dengan satu gerakan Rafa membanting preman tersebut dengan keras ,dua preman lainnya sudah kabur.


Rafa mendekat dan berbisik pada preman yang sedang meringis menahan sakit setelah dihempas kan oleh Rafa.

__ADS_1


" sekali lagi gue ngeliat Lo ingin ngelukain milik gue ,gue pastikan didetik itu juga Lo kehilangan nyawa Lo". ancam Rafa dengan sorot mata tajam sambil berjongkok. kemudian beberapa polisi datang ke arah mereka kemudian menangkap preman tersebut lalu mengejar yang lain.


kemudian Rafa berbalik dan berjalan ke arah Adiba dan kakek tersebut, Adiba sedang memberi minum sang kakek setelah mengajak nya duduk dipinggir jalan.


" Rafa ,... terimakasih yah udah bantuin gue , gue kira tuh om om udah gak bisa berdiri lagi tapi masih bisa ,kuat juga tuh raga ,". ucap Diba berdecak kagum sama preman tadi.


"emm. " ucap nya dingin sambil melihat ke arah Diba yang seperti nya ia terlihat baik baik saja , Rafa menatap lama pada Adiba merasa sedikit bingung entah kenapa dari 3 preman yang sangar tersebut tidak ada yang bisa melukai sedikit pun ke arah Adiba, Adiba hanya terlihat sedikit berantakan akibat perkelahian tadi.


"maaf ... menganggu , apakah kakek baik baik saja ?." ucap seseorang dari arah belakang Rafa , dan bisa dilihat pria tampan tersebut adalah salah satu anggota kepolisian tadi.


" iya nak kakek baik , terimakasih buat kalian sudah membantu kakek tua ini". ucap sang kakek sambil tersenyum kearah kami.


" iya kek sama-sama maaf kami datang terlambat, oh iya perkenalkan nama saya Hariz ". ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangan ke arah kakek itu


" saya kakek Han panggil saja seperti itu" ucap kakek tersebut sambil menerima uluran nya.


" kalau anda nona ... atas nama siapa ". sahut pak Hariz tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Adiba.


" oh itu saya dan teman-teman saya berada dipertigaan jalan sana , sedang melakukan razia ,namun kami dapat laporan dari seorang yang ingin melintasi jalan ini , itu orangnya" tunjuk polisi tersebut kearah sopirnya Rafa.


"oh seperti itu,". sahut Diba . Adiba melihat kearah Rafa yang menatap dingin ke arahnya , ada rasa kesal dari raut wajahnya , "kenapa dia?" batin Diba .


"saya yang akan mengantarkan kakek pulang , berhubung saya membawa mobil , bagaimana kek?" . sahut pak Hariz tersebut.


" iya boleh nak , terimakasih banyak". sahut sang kakek


" nona....!! saya juga akan mengantarkan nona pulang ke rumah anda , seperti nya anda tidak menaiki kendaraan apapun, lebih baik saya yang akan mengantarkan nona ". ucap pak Hariz tersenyum lembut kearah Adiba.


" dia ikut saya". tiba-tiba Rafa menyahut dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


" iya pak saya bareng teman saya ,pak Hariz antar kan saja kakek pulang kerumahnya". seru Adiba cepat , Adiba ingin langsung cepat pulang , jika ikut sama polisi tersebut pasti nya akan memakan waktu lama untuk pulang sebab masih ingin mengantarkan kakek ini, adiba sudah menghabiskan waktu ketika meladenin preman tersebut, dan sebentar lagi pasti Abang ku akan menelpon ku .


Adiba berbalik menghadap kearah kakek Han , yang ternyata kakek ini pernah Adiba bantu sebelum nya. entah kenapa ada kerinduan mendalam ketika melihat wajah kakek tersebut. " kakek , Adiba pulang bareng temen ya kek, lain kali kakek hati-hati jangan Sampai ini terulang lagi," ucap Diba khawatir ,entah kenapa rasanya sayang banget sama kakek Han ini.


kakek itu tersenyum kemudian ,membelai rambut ku "terimakasih nak , 2 kali menolong kakek tua ini, satu lagi hari itu semakin dekat ,bersiap lah". ucap kakek itu tegas diakhir kalimat nya dan tersenyum , Adiba mengernyitkan dahi nya bingung kemudian melambaikan tangannya kearah kakek Han dalam mobil polisi tersebut.


" ayok". ucap nya datar kaku pergi mendahului ku .


" eh Lo beneran nganterin gue ?" . ucap Diba sambil menunjukkan jarinya kearahnya.


" emm. buruan ". sahutnya


" wah makasih.. ". ucap Diba tersenyum lalu berjalan mengikuti Rafa , kemudian kucing nya itu menghampiri Adiba lalu ikut menaiki mobil Rafa .


...----------------...


Adiba turun dari mobil tersebut kemudian. " terimakasih yah dan bantuin gue dan nganterin gue pulang". ucap Diba tersenyum kearah Rafa. "maaf yaa gak bisa nawarin mampir ,gak ada orang dirumah soalnya". ucap Diba sesal.


" emm". ucap Rafa datar.


"jalan pak". sahut Rafa.


" dah.... Rafa " ucap Diba melambaikan tangan nya kearah mobil Rafa yang bergerak menjauh.


...----------------...


didalam mobil Rafa tersenyum tipis melihat kearah spion mobil melihat Adiba yang masih tersenyum tulus ketika ia bersikap dingin padanya.


" temen den Rafa cantik ,baik terus pemberani ,paket komplit ,ramah lagi,". ucap sang sopir kagum pada Adiba yang sangat pemberani .

__ADS_1


"oh ya den mamang baru inget , teman den Rafa kapan hari yang lalu pernah kerumah loh den , nemuin nona kecil ". sahut tiba-tiba sang sopir.


Rafa menoleh cepat kearah sang sopir , menautkan alis bingung, se akan mengerti apa yang dirasakan tuan nya ,sang sopir bercerita ke tuannya bahwa beberapa hari yang lalu nona kecil memberi pesan kepenjaga gerbang waktu itu kalau temannya non ust mau main disuruh bukain gerbang ,saat itu ada sang sopir disebelah nya. dan ternyata gadis tadi itu yang pernah datang berkunjung. Rafa mengingat kembali percakapan bersama sang adik diwaktu hari libur tersebut.


__ADS_2