Sedikit Berbeda

Sedikit Berbeda
tatapan


__ADS_3

setelah berkunjung kerumah gadis kecil itu Diba sedang memikirkan apa yang diucapkan oleh pengasuh nya .


" saya kurang tau yaa neng , saya kerja disini waktu nona kecil masih berumur beberapa bulan dan saat itu memang nyonya sama tuan besar memang tidak pernah saya liat , dirumah ini hanya dihuni sama nona kecil sama tuan muda kakaknya non usi jadi saya kurang tau neng". lirih pengasuh nya itu.


" emmm seperti itu yaa , kakaknya mana bik? dari tadi saya disini kenapa tidak terlihat , apa dia pergi keluar?" tanya Diba sambil melihat kepenjuru arah.


" tuan muda biasanya ada di basement neng , dan jarang keluar dari rumah dan juga jarang ada tamu kesini palingan cuman sahabat nya aja itu pun cuman 2 orang, dan neng baru ini". ucap pengasuh tersebut


Diba yang sedang terlentang di kasurnya menghela nafas panjang , dia merasa kasian terhadap usi masih kecil tapi sudah tidak memiliki orang tua entah ada dimana mereka dan melihat keceriaan nya dia sepertinya tidak sedikitpun kekurangan kasih sayang dan Diba yakin kakaknya berusaha keras untuk tidak membiarkan adiknya itu kekurangan kasih dan yah Adiba melihat semua itu dari mata nya , walaupun tak dapat dipungkiri terdapat sedikit kesedihan dari tatapan itu.


" apakah ada yang menggangu pemikiran mu tuan puteri, saya lihat Puteri memiliki sebuah ke gundahan?". ucap kusi sambil duduk tegak di dekat ku terlentang.


Diba lalu duduk bersila menghadap kucingnya itu " gak pp kusi hanya saja Diba merasa kasian dengan gadis itu kau sendiri melihat dan mendengarkan apa yang diba bicarakan dengan pengasuh nya" lirih Diba


"Puteri setiap orang memiliki ujian dan keberuntungan masing-masing ,semuanya sudah ditakar oleh yang maha kuasa mana yang sanggup dan mana yang tidak sanggup , Puteri tenang saja cukup doakan yang terbaik saja." sambil mengeong

__ADS_1


" apa yang kau ucapkan memang benar , Diba hanya larut saja dalam emosi , semoga saja dia tumbuh menjadi gadis kecil yang tangguh dan penyayang" . ucap Diba sambil membayangkan ke pintaran usi saat bermain dan melukis.


suasana makan malam pun terlihat hening begitupun dengan si kusi makan dengan tenang di bawah dekat dengan kaki Diba . setelah makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV Adiba yang tidur dipangkuan ibunya lalu sang ibu bertanya , " gimana sayang dengan sekolah nya , apa ada masalah?". ucapnya sesekali membelai rambut putrinya yang mulai tumbuh dewasa .


" Diba ngerasa enak banget sekolah disana , gak ada masalah kok ,lagian juga ada bang Gibran disana jadi enak klo ke kantin dibayarin hehe". sambil terkekeh


" nah... betul tuh mah lagian kamu tuh yah dek kan udah dikasih uang jajan sama ayah ngapain sering banget minta ditraktirin sama gue , untung loh adek gue klo bukan udah gue lempar ke laut Sono". ucap Abang ku kesal ketika mengingat aku yang sering minta dibayarin makanan dikantin sekolah , bukan sebab apa Diba sering banget melupakan uang saku nya di dalam kelas.


" yaelah bang sensi amat , kan Diba juga udah janji juga klo semisal Abang yang lupa Diba yang bayarin klo gak yaudah bayar sendiri ". sambil tertawa senang melihat Abang nya bersungut-sungut.


...----------------...


pagi harinya Diba sudah berada di belakang motor Abang nya dan segera meluncur ke sekolah , setelah melewati gerbang sekolah ,Adiba turun dari motor abangnya lalu melihat mobil hitam berhenti didepan gerbang , Diba yang melihat nya mengira bahwa itu adalah salah satu guru yang mengajar namun setelah pintu mobil terbuka ternyata teman sebangku Adiba , yah siapa lagi klo bukan cowok dingin yang jarang bicara bahkan hampir tidak sama sekali , entah kenapa walaupun cowok tersebut bersikap tersebut Adiba merasa biasa saja tidak takut atau merasa tidak betah duduk dengan patung berjalan ... sedangkan Adiba tipe orang yang sangat bosen jika dekat dengan orang yang irit banget bicara.


walaupun cowok itu memiliki wajah yang rupawan ,rahang tegas lalu tatapan mata yang tajam dan teduh secara bersamaan namun banyak sekali yang merasa takut dengan dia dan hanya dua cowok yang dibelakang Diba saja yang lumayan dekat dengannya. tidak lama aku memandang nya akhirnya netra mata tajam dan teduh itu bertatapan dengan netra ku.

__ADS_1


Deg..


Diba pun segera mengalihkan pandangan nya saat cowok tersebut tidak sengaja menatap netra nya, Diba langsung berjalan ketika abangku sudah merapikan rambutnya dari terpaan angin sambil terus mengusap dada , " eh kok jadi berdetak gini yaa jantung ku astaghfirullah... biasanya juga gak pernah kayak gini ,eh kan emang gue gak pernah ngeliatin dia segitunya, astaghfirullah ....ngapain juga gue natap nya dah kayak menang undian " batin Diba sambil tetap berjalan dan mengelus dada.


sesampainya dikelas baru ingin duduk ternyata bell tanda upacara pagi ini akan dimulai Diba pun segera meninggalkan kelas lalu berkumpul di lapangan disepanjang koridor Diba berpapasan dengan Rafa cowok sebangkunya ,Diba berusaha bersikap biasa saja dan yah kalau soal ekspresi Diba adalah juara nya walaupun diluar tenang kayak air danau sebenarnya ia sedang berjuang dengan demo dalam dirinya sendiri. tanpa diketahui Diba Rafa tersenyum tipis melihat gadis yang barusan melewati nya .


...----------------...


Rafa keluar dari mobil yang mengantarkan nya kesekolah biasanya Rafa berangkat bersama 2 teman nya namun karena dua temannya tidak masuk sebab keduanya mengabari nya kemaren malam bahwa Bagas menghadiri pernikahan sepupu nya berada diluar kota sehingga mengirimkan surat izin selama 2 hari lamanya dan vino pun juga ikut walaupun kadang sering bertengkar Bagas dan vino seperti saudara kembar saja yang kemana-mana selalu bersama tidak hanya mereka namun Rafa pun juga sering bersama kedua temannya namun lebih sering berada dirymah dan jarang keluar entah ada apa didalam rumahnya sehingga lebih betah dirumah dibandingkan diluar. namun kali ini Rafa entah kenapa ingin sekali berangkat sekolah walaupun tanpa kedua duo temannya.


saat turun mata Rafa menangkap seseorang yang akhir akhir ini sering memenuhi pikiran cowok tersebut. dan ketika aku melihat netra mata itu , dia kaget dan langsung berpaling kemudian berjalan menjauh. Rafa tersenyum tipis melihat nya.


" indah " , gumam Rafa ketika tak sengaja melihat netra mata gadis itu sangat indah dan bercahaya.


disaat perjalanan dikoridor Rafa berpapasan lagi dengan gadis itu Rafa melihat raut wajah tenang dan damai seperti biasanya dia melihat nya dikelas. tapi Rafa tersenyum tipis ketika melihat bahasa tubuhnya seakan-akan mengatakan i am ok namun hatinya tidak karuan .

__ADS_1


__ADS_2