Sedikit Berbeda

Sedikit Berbeda
tanda merah


__ADS_3

keesokan harinya Adiba berangkat seperti biasanya, sesampainya dikelas Adiba langsung membuka buku nya pelajaran sejarah yang akan dipelajari nanti ,Adiba bukan termasuk murid yang memiliki otak yang diatas rata-rata bisa dibilang otak standar yang netral jadi harus lebih sedikit rajin membaca kalau tidak bisa bisa malah tambah down , tidak lupa pula dengan headset nya , tak lama dari itu semua teman kelasnya masuk terutama teman sebangku nya dan dua bodyguard nya , hahaha siapa lagi klo bukan Rafa ,Bagas dan vino . setelah cukup lama penjelasan dari guru di jam pertama , akhirnya bell istirahat berbunyi.


"Diba Lo gak mau ke kantin, mana abang Lo tumben gak jemput Lo ke kantin". tanya Bagas penasaran , soalnya Abang Gibran selalu datang ke kelas ku pas waktu jam istirahat, tapi kemaren Diba dah bilng akan ke kantin sendiri jadi gak perlu bareng abangku lagi .


" dia duluan ke kantin , gue nyuruh buat gak nyemperin kalau mau ke kantin, kan Lo tau sendiri kita ada dilantai 2 Abangku lantai 1 kasian naik turun tangga". sahut ku


" nah bener juga tuh , gimana bareng kita aja ke kantin ?" tawar bagas sambil menaikkan alisnya.


" emm... boleh sih gue pengen ke kantin soalnya sekarang". jawab ku menerima aja kan Bagas.


" yeahhh.... si cantik jalan bareng gue akhirnya". ucapnya senang.


" woy Lo kira mau nge date kita mau ke kantin itupun bukan Lo aja ada kita juga ,dasar buaya darat.." ucap vino kesal melihat tingkah sahabatnya.


" sirik aja loo". sahut Bagas .


" udah ayok ke kantin , keburu bel masuk nanti". sahut Diba menengahi , dan berlalu meninggalkan mereka .


" eh tunggu ....Diba." teriak Bagas.


setelah menyusul Diba ke tiga pria dan satu perempuan itu pun berjalan kearah kantin Diba yang awal nya didepan pindah ke arah belakang. ketiga nya,


"eh kenapa jalan di belakang , first girl dong". ucap Bagas mempersilahkan Diba kedepan lagi.


" no, women shouldn't walk in front of men, (tidak , perempuan tidak boleh berjalan didepan laki-laki)". sahutku sambil tersenyum. yah walaupun Adiba belom mengenakan hijab tapi Adiba paham kalau perempuan tidak pantas untuk berjalan didepan laki-laki yang bukan mahram nya untuk berjaga-jaga supaya tidak memancing hasrat laki-laki walaupun kita percaya apalagi mereka sahabat sendiri tapi yang namanya setan tidak akan berhenti menggoda manusia.


"why..?" sahut Bagas bingung . Rafa hanya meliriknya sebentar dan vino pun hanya menatap saja.


" udah ah.. ayok ke kantin aja". ucap ku sambil mendorong ketiganya supaya berjalan lagi.


" kalau begitu gue aja disamping Lo kan bener gini jalan berpasang-pasangan ". ucap Bagas sambil mundur kesamping ku dan berjalan beriringan dengan ku , Diba pun tersenyum. tapi tidak lama Bagas ditarik oleh Rafa untuk maju kedepan dan mengganti posisi Bagas dengan Rafa , awalnya kesal ingin mengeluarkan protes tapi pas dilihat tatapan dingin dari Rafa . dia pun mengurungkan nya sambil cengengesan.

__ADS_1


" santai bro , gue bercanda ... yok jalan lagi". sahut Bagas sambil berjalan cepat.


" dia lucu sekali , hahahah...". Adiba pun tertawa melihat pertemanan mereka .


sesampainya diganti kita berempat langsung duduk ditempat yang biasanya Adiba lihat tempat duduk mereka ,agak aneh kenapa hanya tempat ini yang tidak pernah diduduki oleh siswa lain .


"jangan heran beb.. meja ini udah mutlak jadi milik kita karena tuan muda Rafa , yang meminta nya". ucap Bagas menggoda Rafa . dan seperti nya kata kata Bagas tidak sedikit mu di dengar oleh Rafa.


" udah .. dari pada ribut kalian mau pesen apa , gue aja yang pesenin". ucap Adiba lalu berdiri dari tempat duduk nya.


" vino ..." ucap Rafa . menatap vino . vino yang memang mengerti apa yang dimaksud Rafa akhirnya berkata.


" gak usah Diba gue sama Bagas aja yang pesenin, Lo tinggal bilng mau pesen apa". sahut vino


" eh gak pp ,gue aja yang pesen, sekalian mau ke toilet habis pesen nih". jawab Diba.


" yaudah Lo ke toilet aja dulu gue aja yang pesen ,gak pp ," sahut vino


" yaudah klo gitu gue mesen jus melon aja sama tahu crispy udah itu aja, gue ke toilet dulu ya". ucap Diba sambil meninggalkan meja mereka.


" yaelah mau gue temenin juga". ucap Bagas ,dan saat melihat ke arah Rafa yang ada hanya tatapan dingin yang diberikan kepada Bagas.


" yaelah bro dari tadi loh gue ditatap kayak gitu bikin jantungan aja , santai bro dari tadi gue bercanda," ucap Bagas sambil menggaruk tengkuknya.


......................


di toilet setelah Adiba keluar dari toilet dan membersihkan tangan diwastafel sambil melihat kearah kaca dan sambil melihat kearah pergelangan tangan sebelah kanan ya g ditutupin oleh seragam Diba pun melioat seragam nya dan melihat tanda ya g kemerah-merahan yang didapat waktu tinggal didesa bersama nenek nya .


" kenapa akhir-akhir ini luka ini agak perih yah tapi bukannya ini udah kering terus awal dapet luka ini aja gak sakit kenapa perih nya pas udah kering dan bertahun-tahun ". ucap Diba heran .


"semenjak bertemu kakek Han itu Diba sering merasa perih bagian luka ini. kenapa yaa?." gumam Diba .

__ADS_1


" udah ah.. yang penting luka nya gak bengkak sama keluar Nana ,ini aja seperti kayak tanda aja semoga aja cumn efek samping nya aja". ucap Diba lalu merapikan kembali seragam nya lalu berjalan keluar kamar mandi , dan secara tidak sengaja Diba menginjak sabun pel yang tumpah ditengah jalan masuk toilet ,dan Adiba pun terpeleset .


" akhhhh......" Adiba kehilangan keseimbangan namun didetik selanjutnya nya ada yang menariknya dan jatuh ke pelukan siswa tersebut sambil memegang pinggang Diba yang hampir terjatuh, Adiba yang kaget semakin kaget ketika membuka mata yang dia dapat adalah


Deg..


tatapan tajam dan teduh milik Rafa , yahh... Rafa yang menangkap Adiba, " perhatikan jalan mu" . ucap Rafa datar.


Adiba yang masih kaget tak bisa berkata-kata . dan disaat itu pula bapak cleaning servis datang meng kaget kan Adiba , kemudian Adiba langsung berdiri tegak dan sedikit menjauh dari Rafa.


" aduh maaf yaa neng tadi saya teledor numpahin sabun pel disini pas lewat untung ada siswa yang Negur saya tadi pas ngeliat keteledoran saya. neng tidak apa apa". ucap bapak itu merasa bersalah.


"eh iya pak gak pp, sini biar saya bantu bersihin pak". sahut Diba ingin membantu bapak tersebut.


" eh udah neng gak pp saya aja , pacar neng seperti nya menunggu neng". ucap bapak itu sambil tersenyum melihat kearah belakang ku


" eh.. pak saya sama dia buka..n........" sahut Diba ingin menjelaskan pada bapak tersebut tapi dikaget kan sama genggaman tangan Rafa.


" lain kali hati-hati pak". ucap Rafa datar sambil membawa ku pergi.


" eh ...." ,Diba pun melambaikan tangan kearah bapak tadi .


setelah sedikit menjauh Adiba pin melepaskan tangan yang digenggam oleh Rafa , " eh btw ...... makasih yaa tadi ,untung saja gue jatuh bisa sakit pinggang gue " ,ucap Diba cengengesan.


" lain kali perhatian jalan mu" sahut Rafa datar sambil melihat kedepan.


" hehe iya.... eh bentar Lo kenapa ada didepan toilet cowek ngapain". tanya Adiba penasaran.


tapi Rafa tidak menjawab malah langsung ninggalin Adiba, Adiba pun geleng-geleng kepala " untung gue cumn punya satu temen kayak dia dingin, datar kayak triplek, " gumam Adiba .


" kata orang tua ,orang sabar banyak ayamnya , fiks sih Diba kan selalu sabar , pantesan rumah nenek selalu banyak ayam nya", ucap Diba terkekeh dan mulai ngawur. dan melangkah cepat menyusul Rafa didepannya.

__ADS_1


__ADS_2