
upacara hari ini berjalan lancar Adiba berjalan sedikit lesu kearah kelasnya ,tidak semangat dan kurang bertenaga.
"eh Diba ...!!" seru Rina teman sekelas ku, Diba pun menoleh kearah Rina .
" ada apa Rin?". tanya ku
" gue boleh minjem buku catatan sejarah Lo gak ,soalnya kemaren gue gak selesai nulis nya Ika juga dia malah gak nulis sama sekali ,jadi gue pinjem yaah loo pasti lengkap kan?" tanya Rina yang ternyata ingin meminjam buku catatan sejarah ku.
"punya ku lengkap nanti pas dikelas gue kasih ,soalnya tadi gak sengaja kebawa kesekolah". ucapku
"nah bagus ... jadi bisa langsung gue pinjem ,lusa yah gue balikin banyak banget yg gak gue catet soalnya". ucap Rina terkekeh.
" ok ok". ucapku
sesampainya dikelas Diba pun memberikan bukunya.
"thanks yaa". ucap Rina sambil berlalu meninggalkan meja ku. Adiba adalah pribadi yang sedikit introvert oleh karena itu tidak ada teman wanita yang sangat dekat dengannya ,hanya mungkin sekedar teman sekolah bukan sahabat yang tidak hanya dekat di sekolah namun diluar juga dan mungkin selalu bersama. dan Diba hanya sangat dekat dengan 2 teman cowok di belakang nya saja . klo dipinggir nya.... eits.. jika ingat itu Diba merasa sedikit canggung ,namun tidak lama kembali normal.
bel tanda masuk berbunyi Diba melihat Rafa berjalan sendiri, eh iya... sejak tadi sampai Diba tidak melihat 2 pengawal alias teman cowok belakang nya tumben dia sendiri kemana temannya itu, Rafa pun sampai kemudian langsung duduk disamping ku . setelah menunggu 15 menit lamanya guru yang mengajar tidak masuk kelas hingga ketua kelas mengabarkan bahwa jam pertama hari ini kosong sebab para guru sedang rapat.
" yang bener Tio ... jadi jamkos dong asikk.... kekantin yuk gaesss!!!." teriak salah satu teman kelas ku . dan sebagian dari teman kelas ku banyak yang pergi keluar entah ke kantin, taman atau perpus hanya ada beberapa termasuk diba dan teman sebangku nya. Diba pun menoleh.
"emm teman mu yang dibelakang kemana ? kok gak masuk?" tanya Diba sambil melihat ke arah samping Rafa .
"ada acara" ucapnya datar tanpa menoleh kearah Diba
__ADS_1
" walh gue kira sakit , mereka kayak perangko aja nempel Mulu , gak kepisah lagian mereka izinnya barengan yang gue tau dia kayaknya gak ada hubungan family acara apa pula, tapi bisa barengan yang izin". ucapku panjang lebar tanpa Diba sadari diam-diam Rafa melirik nya dan tersenyum tipis tidak biasanya gadis disampingnya akan bicara panjang lebar.
"eh kok gue jadi bicara panjang lebar, sorry sorry" ucapku terkekeh ketika melihat Rafa melirik nya.
Rafa hanya tersenyum tipis melihat ku, Diba pun mengambil novel horor yang ia bawa dan ingin membacanya tetapi Rafa menarik novelnya.
" kenapa mau baca? Lo suka novel horor juga?" tanya Diba heran melihat novelnya diambil kemudian menutup nya lalu disimpan ke atas meja.
" cerita" ucap Rafa datar
" eh cerita apa , horor banyak kok gue juga suka novel tentang petualangan , dan dunia sihir banyak lagi intinya suka novel action dan fantasi , masalah film gue kurang suka tapi novel horor, petualangan , action gue suka semuanya". ucap diba kepada Rafa yang hanya menatap kearah depan sambil bersedekap dada dengan kedua tangan nya.
" terserah apa aja" ucapnya datar
"bareng gue" ucap nya datar.
belom sempat Diba bicara , abang dan temannya sudah menunggu Diba depan pintu . " ayok dek , !" ajak abngku.
"duluan aja bang , lagi males keluar beliin air minum aja nanti klo Abang mau ke kelas". tolak Diba
" oke dek , uangnya" tanya abangku.
" yaelah bang cumn 3.000 doang pelit amat smaa adek sendiri". ucapku memayunkan bibir kesal .
"wkwkwk bercanda dek yaudah Abang pergi dulu". ucapnya meninggalkan kelas.
__ADS_1
tanpa mereka sadari ternyata interaksi antara saudara tadi tidak luput dari penglihatan Rafa , ia pun tersenyum tipis.
...----------------...
bell pulang pun berbunyi, bang Gibran mengabari bahwa ia akan pulang telat soalnya lagi latihan main basket bersama dengan teman-teman nya untuk persiapan lomba bulan depan. "dek Lo nunggu gue aja yaa pulang bareng atau mau pulang duluan?" tanya abangku .
" gak ah bang Diba pulang pengen rebahan dari pada sini bosen , " ucapku ingin pulang duluan.
" yaudah klo gitu tapi bareng siapa pulang nya? " tanya abangku khawatir.
" nanti bang Diba pesan taksi online klo gak nunggu angkot di halte depan". ucap ku meyakinkan abangku untuk tidak perlu khawatir.
"kabarin nanti klo misal udah nyampek rumah ,awas lo jangan kelayapan kemana-mana langsung pulang aja ". ancam abangku.
" iya iya gak akan kelayapan , langsung pulang yaudah dah bang". ucapku melambaikan tangan ke abangku.
saat setelah Adiba pesan ojek online Diba pun meluncur pulang kerumahnya, ditengah perjalanan Adiba berhenti ditoko buku kemudian sedikit berjalan sambil menunggu angkot datang , tidak jauh dari sana Adiba melihat seorang kakek paruh baya sedang sedikit kesulitan membawa barang-barang seperti kerdus kresek dan lainnya Adiba pun membantu membawa kan barang tersebut . Adiba melihat kakek tersebut terlihat tidak asing namun dimana ia melihat sebelumnya?. setelah sampai ditempat toko sang kakek kakek itu pun menoleh ke arah ku , penampilan kakek tersebut sedikit kumuh namun melihat tampang nya dengan janggut putih sedikit panjang melihat nya seakan akan wajahnya bercahaya , dan berwibawa dengan tubuh tegap diusia senja , menyadarkan ku bahwa kakek ini pasti sangat kuat dimasa dulu.
" terimakasih bantuan nya neng , " ucap kakek tersebut dengan tatapan teduhnya.
" sekarang mungkin bantuan mu untuk ku , suatu saat nanti dihari yang tidak sama lagi dengan hari sekarang , bantuan ku akan menyertai kesulitan mu ," ucap dengan tenang kakek tersebut , seakan-akan kakek tersebut mengetahui sedikit dari sekian alur cerita hidupku dikehidupan selanjutnya.
" sama-sama kek sesama manusia sudah sepatutnya saling membantu , dan mungkin benar kata kakek suatu saat kan ada masanya timbal balik saling melindungi." ucapku sambil tersenyum
" oh yaa ini kalung hewan kamu , neng bisa memakainya dileher kucing atau peliharaan lainnya.". ucapnya sambil memberikan kalung dengan lonceng dan hiasan di sampingnya.
__ADS_1