Sedikit Berbeda

Sedikit Berbeda
insiden


__ADS_3

tatapan netra teduh dan tajam itu tidak terlepas dari sosok siswi baru yang menjadi teman sebangku nya, senyuman dan netra hitam berkilau yang ditampilkan membuat cowok tersebut menyunggingkan senyum tipis .


" Raf ,gimn dengan siswi disebelah Lo gak masalah kan , gue rasa dia beda dengan semua cewek yang sering deketin Lo". ucap vino sambil memakan baksonya.


" hmm.." ucap Rafael menganggukkan kepala.


sedangkan Bagas terlihat sangat fokus terhadap makanan nya . dan tidak memperdulikan apa yang diucapkan kedua sahabatnya itu.


...----------------...


bel sekolah pun berbunyi....


tettt tettt


didalam kelas Adiba membereskan buku pelajaran sama hal nya dengan yang lain dan Diba pun berjalan hendak keluar hanya tersisa Diba, Rafa , Bagas , dan vino .


"gue duluan yaa " ucap Diba pada ketiga cowok tersebut.


"bareng siapa yang mau pulang ?" tanya Bagas


" bareng Abang gue udah ditungguin di parkiran kayaknya sekarang". ucap Diba sambil berjalan meninggalkan kelas.


" owlah jadi tadi tuh abangnya yaa klo di liat" kayak kembar yaa mirip banget soalnya" gumam Bagas


Rafa dan vino pun beranjak keluar dan menghiraukan Bagas.


" yaelah main pergi aja tuh anak , woy... tunggu woy" teriak Bagas dan bergegas berlari.


di parkiran Diba langsung menaiki motor abangnya setelah diberikan jaket untuk kepada Adiba untuk dipakai dipinggangnya. kemudian berhenti di sebuah toko alat tulis adiba mengatakan kepada abangnya bahwa ia ingin membeli sesuatu untuk tugas pelajaran nya ,dan disini lah dia


" dek Abang gak bisa nungguin Lo soalnya ada janji nih sama Kenan ke rumahnya". ucap bang Gibran


" iya bang gak pp , nanti Diba pesen taksi online , diba juga takut lama didalam". ucap Diba


" yaudah tapi jangan keluyuran yah ,telpon Abang klo dah Sampek rumah ". ucap bang Gibran sedikit khawatir.

__ADS_1


" iya bang pasti, yaudah sana pergi " usir Diba


" awas jangan kemana" langsung pulang" ,ancam bang Gibran


setelah abangnya pergi dan tak terlihat lagi ,Adiba pun mulai mencari apa yg diinginkan nya setelah merasa tidak ada yg terlupakan Adiba berjalan keluar toko . sebelum memesan taksi Adiba melihat di sebrang jalan terdapat sebuah cafe es cream lalu Adiba pun mampir sebentar untuk membeli es cream kesukaan nya yaitu stroberi vanila , setelah menikmati es cream Diba pun keluar cafe


saat ingin memesan taksi Adiba melihat seorang anak kecil berusia 5 tahunan berada ditengah jalan raya mengambil mainannya yang terjatuh sedangkan perempuan paru baya yang seperti pengasuh nya tidak menyadari gadis kecil tersebut berhenti ketika mau menyebrang , disisi lain ada mobil mau melintas dengan kecepatan tinggi . Adiba pun berlari dan menjatuhkan barang bawaan nya ,dengan kecepatan lari yang dimiliki Adiba menangkap gadis kecil itu tepat ketika mobil tersebut ingin menambrak mereka .


"akh..... auuu " ringis Diba yang masih memeluk gadis kecil itu.


" dek kamu gak pp kan ada yang sakit??? " cemas Diba sambil melepaskan pelukannya. dan melihat gadis kecil itu yang seperti terkejut.


" eng.... ghak pa paa kak". lirih gadis kecil itu . dan Adiba pun menggendong nya lalu mendudukkannya di bangku kemudian mengambil air didalam tasnya . gadis kecil itu meminum air itu lalu memeluk Diba sambil berkata.


" makasih yaa kakak cantik udah nolongin usi " ucap gadis kecil itu.


" nama kamu usi yaa .... iya dek sama2 hati-hati yaa dek klo dijalan raya kayak tadi ". ucap Diba khawatir .


lalu dari kejauhan tampak pengasuh yang bersama gadis kecil itu. " ya Allah... non .. non gak pp, maaf yaa non bibi gak nyadar non tadi berhenti . hiks hiks.... " ucap pengasuh nya itu sambil memeluk ,serta menangis dan khawatir...


" tadi kakak ini yang nolongin usi bik jadi usi gak pp". ucap usi sambil menunjuk kearah Adiba. pengasuh itu pun mengungkapkan banyak terimakasih kepada Adiba dan Adiba pun membalas nya dengan senyuman kemudian mengatakan kepada pengasuh itu untuk lebih berhati-hati lagi . Adiba pun pamit undur diri lalu....


" gimn klo hari Ahad ini kan hari libur nanti kakak main deh klo sekrang kakak gak bisa dek ,gimn" . tawar Adiba


usi pun meng iyakan ,lalu Adiba pun diberikan alamat rumah gadis kecil itu oleh pengasuh nya . setelah memesan taksi lalu pulang . sesampainya dirumah Adiba pun langsung beranjak ke kamarnya sesampainya nya dia pun bergegas kekamar mandi. dikamar mandi Adiba melihat siku tangannya terluka akibat goresan aspal tadi yang lumayan besar , kemudian ia pun mengobati nya secara perlahan .


selesai mandi dan berpakaian Adiba melaksanakan solat Dzuhur lalu mengabari kakak nya kalau dia sudah sampai dirumah kemudian mencari kucing kesayangan nya ,dan ternyata berada di balkon kamar .


"kusi kau disini .... aku kira ada dibawah ..".ucap Diba sambil duduk dan melihat Lusi ya sedang berbaring di pembatas balkon .


" mengapa anda terluka Puteri apakah terjadi sesuatu" ucap kusi sambil melompat ke pangkuanku dan mengendus luka di lengan ku yang ttelah ku oleskan obat.


"oh ini gak pp tadi ada sedikit musibah kau tak perlu khawatir ini akan sembuh dengan cepat". ucap Adiba tersenyum ke kucing nya tersebut sambil mengelus bulunya


"semoga Cepat sembuh , izin istirahat dipangkuan mu puteri". ucap kusi.

__ADS_1


" sudah kubilang berapa kali tidak perlu meminta izin jika ingin dekat dengan ku apalagi dipangkuan ku kau teman ku kusi jangan menganggap sebagai tuan dan pelayan". ucap Adiba cemberut ke kucing kesayangan nya.


" baik Puteri , seperti nya saya melupakan itu heheh". ucap kucing itu sambil mengeong.


jam makan malam...


selesai makan malam mama dan ayah Diba langsung kembali ke kamar sebab orang tuanya kelelahan dengan aktifitas hari ini sedangkan Adiba sedang mengerjakan tugas yang sedikit lagi selesai , selesai mengerjakan tugas Adiba melihat jam masih pukul 20.00 . masih terlalu cepat untuk dia tidur akhirnya berjalan kelantai bawah mengenakan kaos hitam dengan ukuran besar dengan celana panjang navy bersama kusi , dari kejauhan Abang nya seperti nya lagi bermain game bersama temannya yaitu kak Kenan di depan tv Diba pun menghampiri lalu tidur dipangkuan Abang nya menggunakan bantal.


"belom tidur dek " ucap Abang sambil fokus terhadap game nya.


"klo Diba kesini artinya belom lah bang ,masak sekarang Diba tidur berjalan " ucap Diba . memandang malas ke abangnya , " bang. Diba rebahan disini yaa gak bisa tidur klo dikamar . misal ketiduran bangunin klo Abang udahan game nya". ucap Diba sambil mengelus kucingnya yang berada diatas perutnya.


"ok" ucap abangnya


selesai Abang dan temannya bermain game ,Abang ku mengobrol santai dan terlihat adiba tertidur begitu pun si kusi.


" adek Lo kayak Deket banget sama semua jenis kucing yaa ,gue liatin kucing liar pun gak merasa takut gitu klo di Deket dia biasanya klo kucing jalanan itu kan gak bisa di elus sama orang-orang gitu , klo adek Lo ini gue perhatiin kayak punya dia gitu keliatan nya , " ucap Kenan sambil memakan cemilan .


" gak tau , gue aja heran seinget gue dia paling gak bisa Deket sama kucing takut digigit lah , bulunya waktu SD dulu tapi sejak tinggal sama nenek dikampung 4 tahun lalu dia tuh gak takut lagi sama kucing , " . jawab bang Gibran sambil memakan cemilannya.


" eh ngapain Lo merhatiin adek gue, awas Lo yaa macem macem sama dia , ". seru bang Gibran sambil menatap tajam


" yaelah posesif amat Lo sama adek sendiri , kasian jomblo dia gara 2 abangnya nih , tapi gue heran masak sih adek Lo gak punya pacar , pasti punya lah mungkin dikampung nya ". seru Kenan.


" masih kecil gak boleh pacaran, lagian gue masih jomblo masak di langkahin adek gue sih, hahahah". ucap bang Gibran sambil tertawa.


" dasar Lo... yaah makanya cari pacar Sono ,adek sendiri ditahan gara2 Lo ". seru Kenan memutar mata malas.


" wkwkwkwk ,gak ada yg cocok jadi stand by jomblo terhormat . lagian sendiri masih jomblo ngatain orang". sindir bang Gibran.


setelah berbincang-bincang santai Kenan pun pulang pada jam 22.50 . lalu bang Gibran mengendong adeknya ala bridal style sedangkan si kusi mengikuti dari arah belakang , mau dibangunin kasian jadi mau tidak mau digendong. setelah keluar dan menutup kamar adeknya bang Gibran pun masuk ke kamar nya.


kusi pun berjalan ke arah balkon kamar yang terbuka lalu memandang kearah rembulan .


" cepat atau lambat semuanya akan terungkap , aku akan berusaha untuk melindungi Puteri, suatu hari nanti akan banyak pertanyaan yang akan dilontarkan dari mu puteri , akan banyak hal yang tak terduga yang akan dihadapi . dan kurasa petualangan nanti Puteri tidak akan sendirian selain diriku ada beberapa yang ikut aku yakin sekali ,yah aku tau Puteri tidak memiliki sahabat selain ku . tapi di petualangan nanti aku dan Puteri akan belajar banyak tentang sebuah pengorbanan, ketulusan ,dan tentunya kesabaran, persahabatan yang tulus ." seru si kusi

__ADS_1


sambil liat kearah tempat tidur Adiba. " seperti nya aku harus ikut Puteri suatu hari kesekolaha nya". ucap kusi sambil mengeong


...----------------...


__ADS_2