
Adiba pulang kemudian langsung membersihkan badan lalu rebahan di kasur kemudian ia ingat bahwa tadi diberikan kalung hewan yang dikasih oleh Kakek tadi , awalnya Adiba merasa enggan dan mengatakan bahwa ia ikhlas membantu kakek tersebut tanpa imbalan apapun namun Kakek itu bersikeras ingin memberikan nya pada ku , hingga membuat ku mau tidak mau menerima pemberian nya sebagai bentuk penghormatan pada kakek tersebut.
" kusi sini Diba punya sesuatu untukmu kamu pasti menyukai nya ," seru Diba sambil mengeluarkan kalung tersebut dari dalam tasnya.
"sudah saatnya " batin kucing tersebut sambil menatap kalung hitam tersebut. "meong....meong "
" kau menyukainya kusi ,akh... sudah kuduga aku pun menyukai kalung ini ,cocok dengan mu". sahut Adiba senang ketika melihat kucingnya tersebut kalung itu.
"putri besok boleh kah aku ikut dengan mu kesekolah?" ucap kusi.
" eh ngapain ..... ikut disana Diba belajar gak ada waktu buat main sama kusi , gak bosen emang nungguin Diba selesai sekolah ". ucap Diba
" tidak Puteri ..., aku hanya ingin ikut dengan mu kemana saja apa boleh , lagian aku gak akan ganggu cuman duduk didekat mu saja" ,sahut kusi
" gimana yaa.... disekolah kan gak boleh bawa hewan peliharaan jadi gimana ,atau gini aja kamu boleh ikut tapi waktu istirahat dikantin kamu boleh nyamperin aku ,kamu jangan masuk waktu pelajaran . berkeliaran aja didekat sekolah tapi jangan jauh jauh ,terus juga hati-hati ,gimana mau?? ". tanya Diba khawatir kucing nya ini tersesat atau terluka saat disekolah nanti.
" tenang Puteri ,aku bisa menjaga diriku ,bukan kah Puteri tau keahlian ku" sahut kusi Sombong.
"eh pamer nih , iya deh gak pp cuman khawatir aja sama nih kucing kesayangan yang tenaganya kayak harimau aja" ,ucap Diba gemes sambil mengelus kedua pipi kucing nya tersebut.
...----------------...
keesokan harinya seperti biasa Adiba berangkat bersama abangnya dan tentunya hari ini sedikit berbeda sebab kucing kesayangan nya ikut bersamanya saat ini dan berada di pangkuan nya sesampainya disekolah Adiba melepas kucingnya tersebut sesuai kesepakatan nya bahwa ia akan bertemu saat istirahat sekolah dan pulang nya.
" hai diba....... Lo gak merindukan gue, kan dua hari kemaren gak masuk jadi gue gak bisa ngehiasi hari hari Lo seperti biasanya" seru Bagas ketika baru masuk kedalam kelas bersamaan dengan kedua temannya .
" itsh...... bisa gak sih Lo gak usah berisik ,suara Lo ngalahin toa dimasjid sana" . timpal vino kesal melihat kelakuan sahabat satunya ini.
"ganggu aja loo......Lo tuh gak bisa liat teman Lo ini mengekspresikan kebahagiaan sementara". seru Bagas tidak mau mengalah.
__ADS_1
" sementara, sementara tiap hari wajah lu tuh mana ada sedih, mellow , adanya kayak orang gila kabur dari RSJ ". ucap vino sambil duduk dibangkunya.
Adiba hanya bisa menggeleng kepala nya melihat kelakuan teman kelasnya. kemudian Adiba melihat ke arah Rafa seperti biasa wajah datar dan tatapan itu, entah kenapa dari awal tatapan mata yang awalnya tajam , sekarang agak teduh ketika tidak sengaja kami bertatapan.
...----------------...
saat ini Adiba berada dikantin bersama Abang nya dan kak Kenan. tidak lama dari itu Rafa dan kedua teman nya masuk dan seperti biasa tatapan memuja dari para siswi banyak ditujukan kepada Rafa dan temannya itu.
" hey kusi!!" seru Diba melihat kucingnya datang sambil duduk dipangkuan nya.
"kucing nya gak kotor dek?, awas kena baju seragam mu " . sahut bang Gibran memperingati Adiba.
" gak bang ,kucingku ini lain dari yang lain dia kemana pun selalu menjaga kebersihan , walaupun aku lepas seharian diluar". ucap Diba bangga dengan kelakuan kucingnya yang sangat teliti masalah kebersihan.
" iya iya deh, terserah kamu". sahut abng Gibran.
...----------------...
"kusi ayok.... ke..luar pasti pengap didalem tas Mulu". ucap Adiba sambil mengeluarkan kucing dari dalam tas ku.
" huh.. ruang dikendaran ini kecil dengan cuaca panas menyengat membuat ruang ditas tuan Puteri jadi agak pengap, kepanasan huh sekarang mendingan". ucap kucingku sambil mengeong.
"hahhaha... iya hari ini lumayan sih. bikin mandi keringat". ucapku berbisik pada si kusi. tidak lama setelah semua penumpang turun tinggal Adiba sendiri dan si kusi ya g masih tersisa ,hingga Adiba melihat seorang ibu yang mengandung sedang kesakitan di pinggir kanan jalan , seperti nya akan melahirkan. dan Angkot pun berhenti sang sopir terlihat cemas dengan keadaan ibu tersebut ,Adiba langsung membantu menaiki angkot tersebut.
"pak antar kan ibu ini kerumah sakit Sekarang pak ,saya berhenti disini saja arah kerumah sakit berlawanan". seru Adiba ke tukang sopir tersebut.
" eh iya neng maaf yaa neng , harus Sampek sini, Kasian ibu ini saya akan antarkan dulu". ucap pak sopir terlihat bersalah dan khawatir.
" iya pak gak pp, yaudah pak buruan jalan , hati-hati bawa ibunya" . ucap Diba terlihat panik.
__ADS_1
" siap neng" ucap pak sopir.
angkot pun mulai bergerak meninggalkan tempat ku berdiri, Adiba pun memutuskan untuk jalan sambil melihat apakah ada angkot lagi . dan disaat berada di jalan yang agak sepi , Adiba melihat ada seorang kakek yang mengalami kesulitan sebab dihadang oleh beberapa preman terdapat 3 preman yang seperti nya ingin merampas sesuatu. Adiba pun berlari kearah kakek tersebut setelah meletakkan kucing nya kebawah.
" hey ngapain kalian ganggu kakek ini ". seru ku sambil membantu kakek tersebut berdiri , ada beberapa luka lebam di wajah yang tidak terlalu parah, Adiba merasa sangat emosi melihat orang tua renta di ganggu oleh preman ini.
" gadis kecil gak usah ganggu Lo, minggir ....! mau jadi jagoan loh". ucap preman yang seperti nya bos dari mereka.
" cantik juga nih bos ,". ucap preman disebelah kirinya.
" hai cantik mau main bareng Abang gak nih , sama kita aja cantik". seru dibagian kanan nya sambil bersiul menatap ku lekat.
"hemm betul juga Lo ,kita ambil saja nih cewek ,lumayan buat nemenin kita. .... sini bareng kita aja". ucap bos nya itu sambil berkata dengan genit ke Adiba.
" gue peringatin klo kalian gak pergi sekarang , jangan pernah memohon gue ampunin Lo pada". ucapku sambil menatap tajam kearah preman tersebut.
"hoooo nantangin nih bos kekita , chek.... ". ucap salah satu dari mereka . tidak menyangka gadis SMA dihadapan nya kali ini tidak takut pada mereka.
" sikat ayokk!!.". seru preman itu.
Adiba tersenyum miring sambil berkata " mari kita bermain.!!". lirih nya. preman tersebut maju dan mulai melayangkan pukulan namu dengan mudah Adiba menangkis setiap pukulan yang diberikan , Adiba dikepung namun dengan mudah Adiba menangkis dan menghindari dengan gesit, setelah merasa sudah sedikit bosan Adiba membalas menyerang, memukul bagian dada lalu menunduk kemudian menyerang bagian kaki salah satu preman sehingga
kdbukk...dbukk.....
" ciuh sial " ,ucap bosnya tersebut merasa sakit dibagian dada.
" kalian serang jangan bengong" ,bentak bis tersebut kepada keduanya.
" capek bos satu pukulan gak ada yg kena", ucap salah satunya ngos ngosan.
__ADS_1
keduanya mulai menyerang , Adiba menunduk lalu memukul ,kemudian mengelintir tangan salah satunya dan kemudian mendorong hingga mengenai teman satunya.
...****************...