Sekarang Apa Warna Dunia Mu?

Sekarang Apa Warna Dunia Mu?
Page 8


__ADS_3

Bab 8


Dulu, aku adalah anak yang suka menjahili dan membully orang lain.


Saat itu, aku masih duduk di bangku SD......


"Hoiiii!!! Lo punya uang nggak???" bentak ku ke seseorang.


"A....aku udah nggak pu...punya uang lagi....." ujar dari anak yang sedang ku palaki ini.


"Jangan boong lo!!!" ujar ku sambil menarik kerah baju nya.


"Sumpah di.. Aku udah nggak punya lagi.... "


Aku mulai menggeledah baju dan celananya, dan saat aku menggeledah saku celana belakang nya..


"Nah.... Ini ada." ujar ku saat aku mendapat uang nya tadi.


"Di... Tolong jangan ambil uang ku... "


"Aaahhhh... Berisik!!!" bentak ku, sambil menendang nya.


"Gue dah bilang kalau tiap hari tuh harus setor sama gue kan!!??" sambung ku.


"I.... Iyaa..."


Tiap hari nya, aku selalu memalaki teman teman sekelas ku. Juga...


"Hoii... Ndro lo dapet nggak palakan di kelas 4??" tanya ku ke teman geng ku.


"Dapet dong di... " ujar hendro.


Dia salah satu teman geng ku, nama nya hendro kusuma.


"Lo emang mantap ndro...."


"Siapa dulu dong... Hendro...."


"Lo sihh gimana har?? Di kelas 3??" tanya ku ke salah satu teman geng ku.


"Dapet dong... Tinggal bilang atas nama lo di.... Adik kelas kita pada takut semua..." ujar johar.


Dia juga, salah satu teman geng ku, nama nya johar kurniawan.


"Mantap...... Yok habis pulang sekolah kita ke rentalan PS" ajak ku.


"Ayooo lahhhh...." ujar kedua nya.

__ADS_1


Tak hanya di kelas sendiri, aku dan teman geng ku juga sering memalaki beberapa siswa siswa dari kelas kelas lain. Lalu, suatu hari....


"Anak anak.... hari ini, dia akan jadi teman baru kalian... " ujar, bu guru di depan.


"Ayo perkenal kan diri..... " sambung bu guru.


"Na..nama ku arisha nabila...... Sa...salam kenal... " ujar murid baru itu.


"Berteman baik lah dengan dia ya.... " ujar bu guru.


"Iyaa bu..... " jawab kami serentak.


Sejujur nya, aku tidak yakin dengan ingatan ku tentang nama murid pindahan ini. Perasaan, nama nya itu bukan arisha nabila...


Tapi apa ya......


Arisha nabila, untuk sekarang aku menyebut nya seperti itu, karena lupa nama nya juga. Dia anak yang polos, culun, juga kalau berbicara dia suka terbata bata gitu. Mungkin karena sifat nya yang pemalu, jadi cara berbicara nya seperti orang gagap gitu.


Dia memakai kacamata bulat, seperti kacamata ku yang sekarang. Lalu rambut nya juga terlihat lurus dan halus dengan gaya kepang dua nya.


Pada awal nya, kami semua mengakrabi nya, dan berteman baik juga dengan nya. Tapi, setelah aku terus mengusili nya tiap hari, teman sekelas ku juga jadi ikut ikutan mengusili nya.


Alasan kenapa aku mengusili dan menjahili nya, itu sederhana. Tampilan nya yang culun juga cara bicara nya yang aneh lah menjadi alasan kenapa aku terus mengusili nya.


Begini, ini mudah saja! Jika kau punya fisik yang bagus dan tak ada kekurangan, maka kau, tidak akan pernah di bully!! Sederhana, tapi begitulah kenyataan nya.


"Minta permen nya dong... " ujar ku, saat tahu dia sedang memakan sesuatu.


"I..ini bu..bukan permen, i..ini obat" jawab nya.


"Yaudah... Boleh minta..."


"Ja..jangan ini bu..bukan permen, ini obat bu..buat aku nggak sakit... "


"Pelit amat!! Sini!!! Cuma pengen tau aja gue...... " ujar ku, sambil menggambil bungkusan nya.


"Si..sini kembaliin.. " ujar nya.


Dia mulai mengejar ku, dan aku mulai berlari menghindari nya sambil membawa bungkusan obat nya.


"Nihhh.... " aku mulai menyodor kan bungkusan nya kepada nya.


Dia mulai mendekat untuk mengambil bungkusan yang ku pegang.


"Tapi boong... " ujar ku, sambil melempar bungkusan obat nya.


Aku melemparnya ke arah hendro, dan hendro menangkap bungkusan nya saat aku melempar nya tadi.

__ADS_1


"Si..siniin... "


"Kejar gue dong... " ujar hendro.


Dia mulai mengejar hendro. Saat dia mulai mendekat ke hendro, hendro melempar nya ke johar.


Saat aku, hendro, dan johar mulai main oper operan tadi, seluruh anak di kelas mulai menertawai arisha yang sedang berusaha mengambil bungkusan obat nya dari kami.


"Sini.. Kejar gue... " ujar johar.


Arisha mulai mendekati nya. Dan saat arisha sudah mendekat, johar melempar bungkusan nya kepada ku.


"Si..sini.. Aku bu..butuh obat itu... " ujar arisha.


"Nihh..... Ambil sendiri tuhh sana!" aku melempar bungkusan nya keluar kelas.


Lalu, arisha mengambil nya. Saat dia mengambil bungkusan nya, aku melihat wajah nya sesaat, dan saat ku lihat, dia......


Tersenyum.


Aku bingung dengan ekspresi nya itu, pasal nya, hampir tiap hari nya aku, teman geng ku, juga teman sekelas ku, terus menjahili nya. Tapi, dia tak pernah sama sekali menangis saat di jahili.


Lalu....


"Heii... Dia batuk berdarah!!??" ujar salah satu anak cewe di kelas ku.


"Heii! Aldi!! Kamu udah keterlaluan ya... Siniin obat nya!" bentak dari salah seorang di sebelah nya.


Saat itu, seperti biasa nya, aku menjahili nya dengan mengambil bungkusan obat nya, lalu melempar lempari nya. Tak hanya itu, di hari sebelum nya juga, aku menjahili nya dengan membuang bungkusan obat nya ke selokan.


Karena tahu arisha seperti itu, aku gemetar ketakutan. Lalu, aku langsung memberikan bungkusan nya itu.


Keesokan hari nya, orang tua arisha datang ke rumah ku. Saat itu, ayah ku masih hidup. Orang tua arisha datang ke rumah ku untuk minta tanggung jawab atas tindakan ku kepada arisha ke ayah ku.


Aku tak tahu, ayah ku membahas apa saat itu. Tapi yang ku tahu, ayah ku memberikan uang nya kepada orang tua arisha dengan jumlah yang sangat banyak.


Sampai sampai, ayah ku menjual kios nya dan juga seluruh modal usaha beras nya untuk masalah itu. Lalu...


"Aldi... Jangan lakukan lagi ya... Jadilah anak yang baik untuk ayah ya... " ujar ayah ku sambil mengelus ngelus kepala ku.


Saat aku melihat wajah ayah ku, dia menangis, juga tersenyum kepada ku. Saat itu, aku tak bisa berkata apa apa...


Dan keesokan hari nya, aku sudah tak punya teman lagi. Aku di jauhi oleh seluruh siswa di kelas ku. Satu minggu nya setelah itu, arisha pindah sekolah.


Dan setelah itu, tiap hari nya, aku terus di jahili oleh teman teman ku sendiri. Sama persis seperti arisha, hal yang ku lakukan pada arisha kini berbalik pada diri ku, ini seperti hukuman saja untuk ku, pikir ku.


Karena itulah, aku meyakini kalau hal yang kurasakan sekarang ini adalah karma. Karma atas tindakan ku sendiri di masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2