
Bab 9
"Kau mau nyuruhin aku apaan sampe nemuin sampe dateng ke kelas ku? " tanya ku.
"Gue mau nyari buku tentang fisika, dan lo kayak nya orang yang pinter maka nya gue nyari lo..." jawab alishiya.
"Hehh?? Apaan itu!? Lo liat gue pinter dari mana nya??" gumam ku dalam hati.
Ini tebakan ku, mungkin alishiya menilai kalau aku itu pintar. Itu pasti karena penampilan ku yang memakai kacamata dan culun ini....
"Kenapa kamu berpikiran kalau aku ini pintar??" tanya ku lagi.
"Soal nya lo pake kacamata, terus juga culun.. Biasa nya orang pinter tuhh kek gitu kan??"
Sudah ku duga....
"Gini... Maaf aja ya... Aku ini nggak pinter pinter amat kok, tapi aku bakal bantu sebisa ku... " ujar ku.
"Kalau nggak bisa bantu gue.... Gue bakal adu ke bokap gue!!"
"Heh!!!"
"Hoiiii!!! Tolong lah... Kenapa harus DO DO an sihh...." gumam ku dalam hati.
"Aku bilang kan sebisa ku.... " aku mulai membantah nya.
"Jangan aduiin aku dong.... " sambung ku.
"Gue nggak mau tau!! Pokok nya lo harus bisa.... " tegas alishiya.
"Waduhhh.... Kalau tahu juga gue sih ok ok aja uyyy!!!!" gumam ku dalam hati.
"Emang nya nggak ada orang lain apa selain aku?? Kamu juga punya teman yang pinter fisika pasti nya.... " ujar ku.
"Aku nggak punya teman.... "
Spontan aku bergumam "Hehh?? Beneran nih!!?? Lo kan boss sekolah sini!! Masa iya penyendiri kek gue!!??" gitu, setelah mendengar jawaban nya tadi.
Sesaat aku melirik nya, dan melihat nya. Alis mata nya yang mengerut ke bawah, itu terlihat seperti dia tak membohongi ku dengan kata kata nya tadi. Soal, kalau dia tak memiliki teman.
Dan aku sendiri kaget, kalau alishiya bakal menjawab nya seperti itu..
"Baik!! Aku akan berusaha sebisa ku... Ini sebisa ku lohh... " ujar ku.
__ADS_1
"Nahh gitu.... "
"Yahh...... Kalau nggak mau juga lo bakal ngaduin ke bokap lo njiir.... Takut ke DO gue...." gumam ku dalam hati.
Kami pun pergi ke perpustakaan untuk mencarikan buku fisika untuk nya. Dan aku membantu nya untuk mencarikan buku tersebut, walau itu terpaksa...
"Nahh ini mungkin bagus soal nya aku juga pake buku ini... " aku mulai merekomendasi kan sebuah buku ke alishiya.
"Lumayan simple juga keterangan nya.. Mudah di pahami lah.... " sambung ku.
"Coba gue lihat.... " alishiya mulai membaca buku nya.
"Ngomong apaan dah gue!! Padahal gue nggak tau nih buku bagus apa kagak.... " gumam ku dalam hati.
Benar! buku yang ku sarankan tadi itu hanya buku yang ku temukan di rak perpustakaan ini secara acak, dan aku sendiri tak mengerti tentang buku yang ku saran kan tadi.
"Ya udah buku ini aja lah kalo menurut lo bagus.... " ujar alishiya menyetujui nya.
"Dah lahh... Yang penting buku juga.... Lagian nih cewe juga mau kan!?" gumam ku dalam hati.
Lalu...
"Kriiiiiinnnnggggg!!!!" suara bel masuk berbunyi.
"Hooh.. "
"Makasih ya...... Selanjut nya tolong lagi nanti nya ya... " sambung alishiya.
"Iyaa... tapi jangan main DO DO an lagi ya... " gumam ku dalam hati, saat dia mengucapkan terima kasih kepada ku tadi.
Setelah membantu alishiya tadi, aku langsung pergi ke kelas. Dan sesampai nya di kelas, guru yang mengajar di kelas ku pun datang sesaat setelah aku baru tiba di kelas tadi.
"Hoiii!! Di... Lo ada urusan apaan dahh sama si putri kejam tadi... " tanya arip sesaat setelah aku baru duduk di bangku ku.
"Cerita nya panjang... " jawab ku.
"Tapi edan bener uyy... Saat lo keluar dari kelas lo jadi bahan gosipan di kelas uyy... " potong rizal di belakang ku.
"Hooh... Mantap betul lo! " sambung syukur.
"Kalian nggak tau kalo gue cuma jadi budak nya doang... " gumam ku dalam hati.
"Shhtttt.. Udah... Gue bakal cerita dahh sepulang sekolah..." ujar ku, menghentikan obrolan.
__ADS_1
Kami berempat pun terdiam, lalu kami mulai memperhatikan bu guru yang sedang menjelaskan di depan...
2 jam telah berlalu, jam pelajan telah berganti. Karena guru yang mengajar di kelas ku cuti, saat ini, tidak ada guru yang mengajar di kalas ku...
Karena tidak ada guru, keadaan di kelas sekarang ricuh juga gaduh dengan suara obrolan dan tingkah anak anak di kelas.
Lalu...
"Hoiii!! Abah... " saut antono mendekati bangku ku dengan geng nya.
"Gimana lo bisa sedeket itu sama si putri kejam!?? Hah!!" sambung nya.
"Kami cuma kebetulan ketemu pas aku datang telat tadi.... " ujar ku.
"Masa iya cuma gitu doang!!!"
"Terus kudu gimana nih gue jelasin nya??" gumam ku dalam hati.
"Mentang mentang lo deket sama si putri kejam, jangan songong lo ya!!!" bentak antono sambil menarik kerah baju ku.
"I... Iyaa.... Ma... Maaf... Antono...." ujar ku dengan terbata bata.
Dia mendorong ku, lalu aku jatuh di tempat duduk ku dengan sangat keras...
"Ohh iyaa...... Palingan.... lo deket sama si putri kejam itu, mungkin lo jilat jilat kaki nya dulu... Biar dia mau jadiin lo bawangan nya kan!??" dia mulai mencomoohi ku.
"Kalo temenan juga mana mungkin.... Lo kan anak miskin nggak sebanding sama dia..." sambung nya.
"Haaaahhhh...... Udah muak gue sama tingkah nih orang... " gumam ku dalam hati, saat mendengar kan cemoohan nya tadi.
"Iya nggak... Abah!!" lanjut nya.
"Lo tau apa emang nya soal gue... Dungu!!"
Aku mencoba memancing nya.
"Hah!! Berani berani nya lo panggil gue dungu hoiiii!!!!"
antono mulai marah.
"Ehh... Bu..bukan... Ma..maaf tadi aku keceplosan... "
Saat dia mulai marah, aku merasa kalau sesuatu yang ku ingin kan mulai berjalan sesuai keinginan ku.
__ADS_1