Sekarang Apa Warna Dunia Mu?

Sekarang Apa Warna Dunia Mu?
Page 3


__ADS_3

Bab 3


"Ehhh kamu tau nggak katanya tadi ada yg di DO lagi lohh gara gara anaknya kepsek itu" bisik dari salah satu siswi di kelasku.


" ehhh yang bener!! Kali ini masalah apa lagi yang ngebuat si putri kejam itu marah?" tanya salah seorang di sebelahnya.


"Katanya dia ngebuat si putri kejam itu bajunya kotor dengan kuah basonya itu pas kemarin di kantin" jawab dari salah satu teman nya.


"Ngeri yahhh....... mending kalo ketemu putri kejam lebih baik jaga jarak aja" ujar salah satu cewe di kumpulan itu.


"Bener... Bener......"


Pagi pagi setelah aku baru datang di kelas....


seluruh siswa di kelas ku geger dengan rumor ada anak yang di DO lagi di sekolah ku, karena anak nya kepala sekolah di sekolah ini, yang terkenal egois dan juga manja.


Aku sendiri berpikir kalau saja aku bertemu dengan anak itu di jalan atau di kantin, lebih baik lari dan tak perlu ikut campur lagi dengan nya.


"Hoiiii!!! Abah! sini lo" saut antono memanggilku dengan nama ejekan ku yang di beri oleh anak anak cewe di kelasku.


"Nama gue bukan abah wouyyyy!! Orang muka gue yang tampan kek gini malah lu panggil abah!? gimana sihh.... Rabun!!!" gumamku dalam hati.


"I.. Iyaa.." jawab ku karena sautannya tadi sambil menghampirinya.


"Kayak biasanya nihh.... Beliin gue gorengan sono ke kantin cepetan! keburu bel masuk bunyi!" ujarnya sambil memberikan uangnya padaku.


"I... Iyaa" jawabku dengan singkat sambil menerima uangnya lalu pergi ke kantin.


Pagi pagi sebelum bel masuk, aku biasanya di suruh antono ke kantin untuk membelikan makanan buatnya. Ini seperti sudah menjadi kegiatan sehari hari ku di sekolah.


Di saat aku menuju ke kantin, tiba tiba saja di depan ku ada keributan. Murid murid di depan ku seperti ketakutan akan sesuatu sampai sampai mereka menjauh dari tempat itu. Tapi ada juga yang tetap lewat, namun mereka berjalan ketepi dan menjauh dari jalan setapak yang biasa di lalui murid untuk pergi ke kantin biasanya.


"Awas! Awas! di depan ada putri kejam" gumam dari murid yg di depan ku.

__ADS_1


Ternyata di depan ada anak nya kepala sekolah yang sekarang sekarang geger karena banyak murid yang di DO karena nya. Karena tahu di depan ada anak itu, aku juga ikut ikutan dengan murid yang lain untuk menjauh darinya.


Sempat aku melirik dia sesaat aku berjalan menghidarinya bersamaan dengan murid lain, entah kenapa ketika aku melihat wajahnya aku sempat berpikir "nihh orang egois banget... Terus sombong juga...." gitu. Tapi sesaat ketika aku melihat matanya, rasanya dia seperti sedang gelisah. Lebih tepatnya dia seperti sedang kesepian akan sesuatu gitu.


Sesaat itu juga, dia memalingkan wajah nya ke arah ku. dan saat itu juga mata kami bertemu, sontak aku langsung kaget dan memalingkan wajah ku karena ketakutan.....


"Waduhhhhh.... Tadi dia ngeliat gue! gawat juga kalo dia tertarik sama gue karena ketampanan gue ini.... Bisa repot juga entar" gumamku sesaat setelah memalingkan wajah ku tadi darinya.


"Nggak.. Nggak mana ada juga cewe yang suka sama gue ya kan!?" sambung ku.


Setelah aku selesai beli gorengan di kantin, akupun langsung pergi ke kelas. Setelah sampai di kelas, aku pun langsung memberikan gorengan nya ke antono. Setelah itu aku pun langsung duduk di meja ku, dan tidak lama setelah aku duduk di meja, bel masuknya pun berbunyi.....


"Kriiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggg!!!"


Bel istirahat pun berbunyi, di saat inilah waktu yang paling lama bagi murid untuk istirahat, dan juga keluar kelas. Entah ke kantin, atau ke tempat tongkrongan rahasia, ataupun keluar sekolah......


Di jam istirahat, arip biasanya pergi ke kantin bersama rizal. Itu seperti hal yang wajib bagi mereka agar mereka bisa lari dari antono dan gengnya. Yah..... itu karena uang mereka jadi incarannya antono. Sultan lahh ya....


Dan syukur biasa nya pasti selalu membantu mereka berjualan. Tidak saat di luar sekolah saja, di sekolah pun dia ikut membantu orang tua nya untuk berjualan.


Meski kadang arip suka membujuk dia buat ke warnet dengan skandal traktiran, tapi syukur tetap tidak pernah mau menerimanya. selama ada pekerjaan dari orang tua nya, menurutnya dia lebih mentingkan membantu orang tua nya ketimbang hal lainnya.


Kalo aku......


"Woaaah...... abah kayak biasanya lo sendirian terus" saut dari salah satu cewe di kelas ku.


Kalian masih ingat dengan anak yang pernah meledekku di bab sebelumnya? Itu loh pas scane temen viviana itu lohh......


Dia sekarang satu kelas dengan ku, namanya gina seftiani. Dan begitu juga dengan viviana, dia juga sekelas dengan ku.


Ohhh iya, dia juga orang yang membuat nama ledek kan abah itu kepada ku loh....


(cewe bgst emang.....)

__ADS_1


"Udah lahh gin kamu nggak ada bosen bosennya sihh gangguin aldi" ujar viviana membelaku.


"Vin lo tuh suka banget yah belain si culun ini.... Lo suka sama dia ya? Udah lah vin lu mending cari yang lain lah! lagian lo tuh cantik, masa iya suka sama cowok lesu culun kek gini" ujar gina membantah perkataan viviana tadi.


"Tuh kan.. tuh kan.. tuh kan... udah ihhh vin nggak usah belaiin gue please.... Entar lo jadi kayak gue lohh nggak punya teman" gumam ku dalam hati.


"Haaa...... Apa jangan jangan.... emang si vivin beneran suka sama si cupu ini gin!?" ujar salah satu temannya gina yang nggak usah gue sebutin lagi namanya ok! capek!!! lagian ini cuma tokoh viguran doang yg suka ngikut ngikut alur gitu.


"Ehhhhh......!? Su suka! Ma mana mungkin lah!" ujar gina dengan nada gugup.


"Apaan ini!?? Tsundere!? Malu malu kucing!? Nggak.... Nggak.... Nggak mungkin... Nggak mungkin.... Masa iya cewe sekelas vivin suka sama cowo culun kek gue!? Kalo beneran iya..... gue bakal nerima lu jadi pacar gue kok, seriusan!" gumamku setelah melihat reaksi viviana tadi.


"Udahh ahhh aku mau ke kantin!" sambung viviana dengan nada marahnya meninggalkan gina dan temannya.


"Tunggu! Tunggu vin!!! Jangan ngambek dong..." ujar gina dan temannya sambil mengejar viviana yang keluar kelas.


Benar! karena aku tidak punya teman selain arip, syukur, dan rizal... di jam istirahat, aku biasanya berada di kelas, sampai bel masuk berbunyi. Paling paling kerjaan ku itu cuma baca buku, kalau tidak biasanya aku jadi bahan ledekkan sama cewe cewe di kelas ku.


Intinya tidak ada hal yang menyenangkan bagiku di sekolah. Ohh iya cuma satu hal yang paling menyenangkan menurutku saat aku di sekolah, yaitu saat pulangnya.


Karena di saat itu aku bisa ke warnet bareng bersama teman teman ku. Seperti hari ini juga.....


"Hoiii kur skuy lah ke warnet yuk" saut arip mengajak syukur.


"Lo juga ndut....yuk lah sekali kali ngumpul kita, ya nggak di" sambung arip mengajak rizal.


"Hooh..." jawabku dengan singkat mengiyakan sautan arip tadi.


"Skuy lah.... jarang juga kita nge warnet bareng" ujar rizal


"Ok lah..... mumpung gue nggak nguli hari ini, skuy lah..." sambung syukur.


"Ok! skuyyy....." ujar arip, Lalu kami pergi ke warnet.

__ADS_1


__ADS_2