Sekarang Apa Warna Dunia Mu?

Sekarang Apa Warna Dunia Mu?
Page 10


__ADS_3

Bab 10


Ohh iya, ngomong ngomong, gue lupa nyebutin kasta yang ke empat nya, saat prolog tadi...


Ok! Di kategori ini, tidak berbeda jauh dengan kategori yang pertama. Di mana seseorang dapat berdiri sendiri karena dia memiliki semua nya. Tapi di kategori ini, ini adalah kebalikan nya. Karena dia tak mememiliki semua nya, dia memilih memutuskan semua hubungan dalam lingkungan sosial nya, agar dia bisa berdiri sendiri.


Lebih tepat nya, agar dia bisa berdiri sendiri dia membuang semua hubungan sosial di lingkungan nya, atau juga menghancurkan nya.


Contoh nya seperti korban pembullyan. Nah... jika seseorang tersebut menginginkan perubahan, maka satu satu nya cara ialah menghancurkan hubungan sosial di lingkungan nya tersebut.


Dan biasa nya, orang yang berkategori ini lebih cenderung penyendiri.


KITA FLASH BACK SEBENTAR OK!


Obrolan ini terjadi saat minggu lalu....


"Gue udah muak banget dengan keseharian ini.... " ujar arip.


"Hooh... Gue di kejer kejer mulu sama si antono... " sambung rizal.


"Sama njiir....... Gue sih sering di caci sama cewe cewe... " potong syukur.


"Kur.... Nyesek bet pasti..... " ujar kami serentak.


"Iyaa uyyyy.... Cewe kalo ngeledek demage nya nggak main main... "


"Gue paham kok kur..... Gue pernah ngerasain juga... " ujar ku sambil menepuk punggung nya.


"Ahhh... Males banget sekolah....." serentak arip, rizal, syukur menghela napas bersamaan.


"Gue bakal ngerubah situasi ini.... " ujar ku yang tiba tiba, saat mereka menghela napas tadi.


Mereka bertiga terdiam sejenak sambil menatap ku secara bersamaan.


"Ngerubah situasi??" tanya mereka bertiga.


"Iyaa... Tapi nggak sekarang, gue mau nunggu waktu yang pas... " ujar ku, lalu aku tersenyum.


Arip, rizal, dan syukur menatap ku kebingungan saat aku mengatakan hal tadi.


"Kalian tonton aja aksi ku entar..... " sambung ku.


Lalu....


Sekarang.......

__ADS_1


"Wahh wahh... Boss.... Dia berani manggil lo dungu tuh.. " ujar salah satu anak di geng nya antono.


"Hoiiii!!! Berani berani nya lo manggil gue dungu haaaa!!!!"


"Ma...maaf... Aku keceplosan tadi.... Maaf... " ujar ku dengan terbata bata.


"Keceplosan lo bilang... Lo ngeledek gue ya hah!!!" antono mulai mengangkat tangan nya dan bersiap siap memukul ku.


"Wah wah wah... Tumben banget abah jadi agresif kek gini.... " potong gina, saat antono mulai marah tadi.


Saat gina memotong pembicaraan ku dengan antono tadi, aku menduga, seperti nya, dia ingin menghentikan amarah antono yang sudah mulai geram kepada ku tadi. Dia juga tahu, kalau antono akan memukul ku tadi, maka dari itu dia menghentikan nya dengan memtong pembicaraan kami tadi.


"Aku ta...tadi... Keceplosan kok ma..maaf....." ujar ku.


Jujur saja, saat ini aku sedang memancing antono agar dia mengeluarkan amarah nya kepada ku. Bukan antono saja yang yang ingin ku pancing sih, tapi seluruh anak di kelas ku, terutama geng nya antono dan juga gina.


"Ok.. Ok... Udah lah no.... Dia itu cuma anak cupu nggak guna, nggak usah make kekerasan lagi buat nundukin nih sampah mah..."


"Ma...maaf... " ujar ku dengan terbata bata.


Sesaat setelah itu, aku tersenyum sambil menatap wajah antono seakan akan aku meledek nya. Dan pada dasar nya, aku berniat meledek nya untuk memancing emosi nya sih.


"Hoiiii!! Barusan lo nertawain gue? Hah!!!" bentak antono sambil menarik kerah seragam ku.


"Halah... Barusan lo nertawain guee..... "


Karena senyuman tadi, emosi antono yang hilang tadi mulai muncul kembali.


"A...aku nggak ngelakuiin apapun... "


"Alahhh bacot..... Jangan mempermainin gue lo!!" antono mulai mengepalkan tangan nya.


Saat tahu antono hampir mengayunkan tangan nya kearah ku untuk memukul ku, gina menghentikan nya.


"Hoiii tono!! Itu mungkin cuma perasaan lo doang... Si culun ini mana mungkin berani kek gitu... Udahh lahh... Dan ini juga di sekolah... Jangan main kekerasan lah!!" tegur gina menghentikan antono.


"Hooh boss.. Mungkin itu cuma perasaan lo doang... " ujar salah satu anak dari geng nya yang berada di samping nya.


"Hooh... Terus ini juga di sekolah bos... Kalo bikin keributan gara gara boss mukul dia, entar gawat boss.. " sambung salah satu anak geng nya dari sebelah kiri antono.


Setelah teguran teguran tadi, emosi antono mulai menurun. Lalu dia melepaskan tangan nya yang sedang mencekik ku dengan menarik kerah baju ku tadi.


"Wahhh... Kuarng ampuh ya ternyata.... Coba lagi ahh.... " gumam ku dalam hati sesaat antono melapaskan cekikan nya tadi.


Aku mulai memancing nya lagi dengan senyuman seperti sebelum nya.

__ADS_1


Lalu...


"Tuhhhh... Lo ngeledek gue barusan kan!!!! Lo mau mainin gue ya hahhh!!!" bentak antono saat dia tahu kalau aku tersenyum meledek nya.


"Aku.... Ngg...nggak ngelakuin apapun.... " ujar ku.


"Ehhh boss udahh lahh.... Dia nggak nertawain lo kok."


"Diem lo.... Gue tadi ngeliat dia nertawain gue tadi..." antono mulai menjelas kan ke teman teman geng nya.


"Udahh lahh tono... Itu mungkin perasaan lo... Gue yang di sini aja nggak ngeliat nya kok.. " ujar gina.


"Bener kata gina.. Gue juga nggak ngeliat kok.. " sambung salah satu teman nya gina.


Karena pusat perhatian tertuju kepada antono yang sedang marah, aku memanfaatkan nya. Dan karane pusat perhatian tersebutlah semua orang tidak tahu kalau aku menertawai nya.


"Sedikit lagi.... Tapi bot bot di sekitar gue ini gangguin banget asw!!" gumam ku dalam hati.


Lalu, aku mencoba nya lagi dengan cara yang sama tapi... Aku sedikit mengompori nya dengan kata kata.


"Aku sama sekali nggak neratawiin kamu kok.. Hehehehe..... " ujar ku sambil tertawa kecil dan tersenyum kepada nya.


"Dari tadi lo emang mempermainin gue sialan!!!" bentak antono sambil memukul wajah ku dengan sangat keras.


"Bingo!! Kepancing juga.... " gumam ku dalam hati sesaat antono memukul ku tadi.


"Tapi sakit cukk....." sambung ku.


Ohh iya... Pasti kalian berpikiran kalau antono itu sangat bodoh karena mudah terpancing oleh ejekan ku tadi, hanya dengan seperti itu saja.


Iya kan??


Ok! Ini bukan soal tahu atau tidak nya antono tentang apa yang di lakukan nya.


Pada dasar nya, dia tahu kalau teguran dari teman teman nya itu benar. Juga, dia tahu kalau melakukan kekerasan di dalam sekolah itu tidak benar dan berbahaya untuk nya sendiri.


Lalu, apa yang mendorong antono melakukan nya dan lepas kontrol tadi?


Itu semua karena ego antono sendiri.


Dan saat dia memukul ku tadi, dia sudah mulai termakan oleh ego nya sendiri. Ego bahwa dia merasa lebih tinggi derajat nya di bandingkan dengan ku. Karena dia merasa lebih tinggi dari ku, dia merasa sangat terhina sekali saat aku mulai mempermainkan nya tadi.


Karena ego, antono tak memperdulikan apapun.


Kalau dari awal, dia sudah di permainkan oleh ku.

__ADS_1


__ADS_2