
Bab 2
3 bulan telah berlalu........
Kehidupan sma yang ku harapkan berjalan baik kini malah sebaliknya, kini di sma juga aku jadi penyendiri lagi di kelas.
Monoton.........
Begitulah yang ku rasakan sekarang, pagi yang cerah yang ku anggap baik untuk hari ku ini malah menjadi sesuatu yang horor buat ku. Pasalnya aku mulai bersekolah lagi loh.....
Ok! Kita flash back sebentar..........
Ada suatu alasan kenapa aku malas berangkat sekolah sekarang sekarang ini.
"hoii..... dungu! Belein es di kantin gehh" suruh dari orang yang ku anggap pemimpin pas awal MOS kemarin.
BENTAR..........
GUE MAU KENALIN NIH BOCAH DULU SEBELUM LANJUT OK! Biar kagak ribet......
Namanya ialah Antono setiawan, seperti yang ku katakan sebelumnya dia ini adalah pemimipin kelompok yang ku datangi saat MOS dulu. Dan sekarang kini dia jadi pemimpin kelas........
Ini maksudnya bukan ketua kelas yang biasanya jadi perwakilan kelas gitu yah.... , tapi maksudnya itu orang yang sok berkuasa gitu loh.......
"Ma... Mana uangnya....." jawabku
"Uang lo lahh....... Cepetan sana!” bentaknya.
"enak aja uang gue... lo pikir gue bapak lo apa! hah!?" gumamku dalam hati.
"uang ku sendiri habis.... yang tersisa ini juga uang bibiku buat beli lauk pauk pas pulang entar" ujar ku untuk alasan tadi.
"Cihhh..... Ya udah nihh uang gue! Cepetan sana!" suruhnya sambil memberikan uangnya kepadaku.
"Iya..." jawabku, lalu aku pergi ke kantin.
Ini bermula saat aku mulai berteman dgn kelompok paling rendah di kelas ku. Bisa dikatakan juga mereka adalah orang orang yang tak bisa bergaul di kelompok paling dominan di kelasku. Biasanya kategori orang yg tak bisa mengikuti arus sosial itu memiliki kecenderungan hobi yg aneh dan tak umum yg tidak bisa di jadikan bahan buat meraka untuk berintraksi atau juga orang yg memiliki masalah di masa lalunya sehingga dirinya takut untuk berintraksi seperti hal nya orang bekas bullyan contohnya.
Pengkelompokan di setiap hubungan sosial itu pasti terjadi, dan dengan sebab itulah kasta itu ada. Dan sekarang, aku berada dalam kasta paling rendah dalam tatanan sosial di kelas ini.
__ADS_1
Awalnya aku sendiri tidak mau ikut ikutan nimbrung ke kelompok mana pun di kelasku ini.
Tapi.......
"Ehhhh!? Kamu suka baca komik boku no hero??"
Ujar dari salah satu orang dari kelompok yang ku anggap paling rendah tadi.
"Iya! Ini komik favoritku" jawab ku
"Aku juga suka banget sama komik itu lohh.... Dirumah ku, aku ngoleksi tuh komik loh!! Sampe volume sekarang pun aku juga punya" ujarnya setelah mendengar jawabanku tadi.
"Wahhh.. Seriusan!!!!! Boleh minjam!?"
"Boleh saja kok".
Dia adalah arip rohman teman pertamaku di debut sma ku saat ini....
Dan aku sendiri tak menyangka kalau dia juga memiliki kesukaan yg sama dengan ku.
Itu terjadi pada minggu ketiga ku sekolah disini, dan setelah itu aku ikut nimbrung ke kelompoknya, karena kami memiliki hobi yang sama makanya kami cocok dan berteman.
Dan beberapa harinya setalah aku bergabung di kekelompok itu.........
"Skuyyy lahhh.... mumpung banyak uang gue sekarang.... yok kur lu juga ikutan gehh mabar" jawabku sambil mengajak seseorang di sebelah ku.
"Lain kali lahhh..... gue mau nguli dulu lah bantu ortu jualan bubur kacang bro" jawabnya dari ajakan ku tadi.
Dia ini adalah salah satu temannya arip namanya abdul syukur.
"Kapan kapan lu harus ikut juga kur!! tenang w yg bayarin lu, sekalian gratisin bubur kacangnya ya" saut arip.
"Hooh kur biar rame lahh mabarnya" timpa ku setelah ujaran dari arip tadi.
"Hoiiii...... Itu event nya ada char lolinya kagak gue dah bosen anjiir sama char char loli sekarang" potong dari seseorang di samping syukur.
"Loli mulu lu ndut nggak ada bosen bosennya" ujar syukur.
"Kayaknya event kali ini nggak ada char loli ndut" ujar arip.
__ADS_1
Dia juga salah satu temannya arip, namanya rizal fadhilah. Dia juga orang yang suka sekali dengan karakter cewe kartun bocil gitu atau biasanya sering di sebut loli lah........
"Dahh lahh w nggak ikut bro mending gue nonton anime aja di rumah" jawabnya sambil meninggalkan kami.
Sepanjang kami mengobrol aku merasa kami sedang di perhatikan dari belakang. Entah itu karena instingku yg terlalu peka atau apa, dan kenyataannya, memang kami sedang di perhatikan....
"Hoii ndutt tunggu...... lo punya uang nggak" tiba tiba ada orang yang menghadang rizal pas dia mau pergi pulang
Dan orang itu adalah ketua kelompok yg paling menonjol di kelasku yaitu antono.
"Ehh a aku ngg... Nggak punya duit sekarang" ujar rizal.
"Jangan bohong lu!! Cepetan sini mau gue pukul lu hah!!" bentaknya sambil mencekik baju rizal.
Kami yg melihat itu diam saja, karena ketakutan. Aku sendiri tidak berani membela rizal, padahal dia temanku. karena yang kupikir kan sendiri yang terpenting ialah, uangku selamat dan bisa pergi ke warnet.
Tapi.......
"Hoiii dia bilang nggak ada kan!? Sudahlah jangan paksa dia"
Tiba tiba arip teriak bentak antono saat antono memalaki rizal. Tiba tiba suasana kelas pun makin mencekam........
"Hoiii!! berani juga kau...... mau gua pukul lu hah!!" bentak antono sambil menghampiri arip yg berada di sampingku.
"Lu mau duit kan!? Nihh duit gue!! Kalo lu mau malak, malak aj gue nggak usah temen gue!" ujar arip.
"Nahh bagus..........." ujarnya sambil mengambil uang arip setelah itu dia langsung pergi dari kelas.
"Rip kenapa lu beriin uang lu ke dia?" tanya syukur.
"Kalo nggak di kasih dia bakal gangguin kita dan cuma itu cara paling efisien kan!?" ujar arip.
"Lagian gue masih punya banyak duit dari duit jajanku ini bro.... tenang kalo dia malak malak lagi biar gue aja ntar yang ngasih" sambung arip.
Ini cuma kesimpulan ku, alasan arip memberikan uang nya dan tidak berani melawan antono ialah karena arip tak punya alasan untuk bisa menang melawannya. Banyak anak yg mengadu ke guru atas keluhan mereka di ganggu oleh nya. Hanya saja guru tak pernah memberikan nya hukuman, ujung ujung nya dia hanya di nasehati atau kena marah sama guru BP, dan itu tidak membuat diri nya kapok.
Malahan orang yang mengadu nya pun di hadang oleh geng nya dan di ancam oleh nya, sampai akhirnya pun sekarang banyak sekali anak yang menjadi kacung nya. Termasuk aku sendiri.......
Pada dasarnya yang di lakukan arip itu sudah benar, tapi itu juga menjadi sebuah kesalahan baginya. Karena setiap harinya antono terus memalaki arip. Dan dari situ, timbul lah rasa ke tidak puasan antono ada dan terus memalaki arip.
__ADS_1
Karena pada dasarnya manusia itu adalah mahluk yang tidak pernah puas. dan akhirnya tidak cuma arip saja yang dipalak, aku syukur dan rizal pun menjadi incarannya setiap hari nya saat di kelas.
Kenapa hanya kami yang di palak di kelas? jawabannya mudah, itu karena kami tak punya kasta sosial di kelas. Dan juga karena kami tidak berani melawannya.