Sekarang Apa Warna Dunia Mu?

Sekarang Apa Warna Dunia Mu?
Page 4


__ADS_3

Bab 4


"Haaaaaaaaaa........" helaan napas yg biasa ku lakukan setiap pagi ini menggambarkan betapa monotonnya diriku ini


Pagi baru yg kusambut ini, seperti biasanya cerah dan juga segar. Di tambah angin yang berhembus ini menambahkan suasana khas sendiri betapa nikmatnya pagi yang biasa ku lalui ini ketika berangkat sekolah.


Kali ini aku berangkat menggunakan sepeda bibiku. Biasanya aku berangkat sekolah menggunakan angkot, tapi untuk menghemat biaya agar bisa nambah nambah ke warnet juga tiap hari nya, ku putuskan mulai hari ini aku berangkat sekolah menggunakan sepeda. Juga karena sering kesiangan sih....


Kalau sudah jam 07:50 bus yang khusus mengantarkan ke sekolah ku sudah tidak ada lagi, Makanya aku lebih memilih memakai sepeda.(karena sering kesiangan:v)


Saat aku bersantai dan melihat lihat sekitar, tiba tiba tanpa ku sadari ada seserong yang berlari ke arah ku. Dengan sepeda yang ku tunggangi ini, aku pun menabraknya dan jatuh bersamaan denganya.


Sontak, aku langsung berdiri dan menghampirinya sambil membersihkan bajuku yang kotor karena jatuh tadi. Setelah melihat wajahnya, ternyata dia.....


"Aduhhhh... Sakit....." gumamnya setelah tertabrak tadi.


"Waduhhh... Dia anaknya kepsek!! Gawat nihhh.... Mending kabur aja" gumamku dalam hati.


"Woiiii!! Lo mau kemana hah! Habis nabrak orang main kabur aja woiii!!!" ujarnya setelah tahu kalau aku akan lari darinya.


Entah ini suatu kemalangan atau keapesan apa yang menimpa ku di hari ini. Orang yang ku tabrak tadi adalah orang yang paling di takuti di sekolah ku. Dia adalah anaknya kepala sekolah di sekolah ku, namanya alishiya fadilah.


"Ma maaf aku tadi... ng nggak sengaja" ujarku dengan terbata bata ketakutan.


"Gue nggak terima!!!" bentaknya dengan nada sewotnya.


"Tuh tuh tuhh.... Habis riwayat gue sumpah" gumam ku dalam hati.

__ADS_1


"Pas sekali..... Mumpung lo satu sekolah denganku, gue bakal ngelaporin lo ke bokap gue!! biar lo di DO sama bokap gue gara gara lo nabrak gue tadi" sambungnya.


"Tuhh kan.... Kenapa kudu main DO DO an sihhh ******* nih anak manja!!" gumam ku dalam hati.


"Tolong...... Maaf kan aku, aku mohon jangan aduin ke ayah mu?? Kumohon...." pintaku padanya sambil mengepal tanganku dan memohon padanya.


"Itu balasannya karena lo nabrak gue tadi!" ujarnya.


"Aduhhh gue nggak mau di DO! kalo ke DO gue bakal pindah ke swasta nihh... Butuh banyak biaya lagi, gue nggak mau ngeropotin bibi!" gumam ku dalam hati. "Nggak ada pilihan lain!!" sambungku.


"Aku mohon.... Tolong jangan kau bicarakan ini ke ayahmu... Aku janji aku bakal nurutin apa yang kau mau! Permintaan apapun yang kau suruh aku pasti melakukan nya! Kau juga boleh melakukan apapun ke padaku asalkan kau tidak bicara ke ayahmu" ujarku sambil memohon mohon kepadanya.


Sebenarnya aku sendiri tidak mau melakukan janji itu ke padanya. Tapi kalau tidak ku lakukan, aku bakal di DO olehnya, dan pada akhirnya aku bakal pindah sekolah ke swasta. Dan biaya sekolah swasta itu lebih mahal di banding negeri. Karena itu aku lebih memilih melakukan itu kepada nya dari pada di DO.


"Hmmmm.. Kayaknya asik... Ok dehh gue nggak bakal ngadu ke bokap gue asal lo mau nurutin apa yang gue minta ya?" ujarnya, setelah mendemgar ucapan ku tadi.


"Iya... aku janji!" jawabku dengan singkat.


"Haaaaaaa!!!! Tapi........"


"Janji lo tadi sudah gue pegang..... kalo lo nggak mau nurutin gue, gue bakal ngadu ke bokap gue!" ujarnya sambil mengancam ku.


"Bukan goblog!! Permintaan lo yang terlalu aneh...... Kesannya lo kayak cewe murahan sumpah!!" gumam ku dalam hati.


"Tapi..... Itu......"


"Ya udah kalo nggak mau gue bakal ngadu ke bokap gue" ujarnya.

__ADS_1


"Iya iya iyaa... Tapi.... Sepada ku..... siapa yang bawa entar? mending gonceng aja ya pake sepeda ku" ujar ku.


"Gampang...... Gue bisa minta ke bokap buat beliin sepeda buat lo entar.... Cuma sepeda doang mah gampang" ujarnya.


"Dasar sultan!!" gumam ku dalam hati.


"Gimana? Kalo nggak mau..... yaudah! gue bakal ngadu ke bokap" ujarnya.


Nggak habis pikir! Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya itu, aku sendiri malu untuk mengerjakan permintaannya itu, gimana tidak! Aku harus menggondongnya lohh, dia punya malu tidak sihh di gendong sama anak culun sepertiku ini!


"Baik baik!" jawabku dengan singkat.


"Kalo gitu cepetan jongkok dong...."


"Iyaa! Nihhh cepetan..." ujar ku.


Sambil di liputi rasa geram dan kesal, aku pun menggendongnya.


"Jangan jalan santai gitu sih! lari dong.... biar bisa nyampe ke sekolah tepat waktu!" bentaknya.


" sumpah..... Nihh cewe goblog atau gimana sihh kalo nggak mau telat ya nggak usah kayak gini lagi..." gumam ku dalam hati.


"Cepetan!!!"


"Iya.. Iya...."


Ini adalah pengalaman pertamaku menggendong seorang wanita. Walau kesal dan sebal, mungkin ada enak nya juga kok. Soal nya, aku bisa gendongin wanita cantik kayak gini lohhh.....

__ADS_1


Wehwehwehwehwe......


Untung saja tidak ada siswa yang lewat di sini... Kalau ada yang melihat ini, mungkin bakal jadi gosip trending nih di sekolah ku.


__ADS_2