
Seorang pria berpenampilan layaknya wanita, didampingi dua orang wanita sungguhan mendatangi rumah Cika, mereka bertiga membawa sebuah Paperbag ditanganya, dan satu lagi membawa sebuah kotak make up berukuran cukup besar.
"Nona Cika, perkenalkan kami dari Tim perias profesional, yang sengaja datang untuk merias nona atas permintaan tuan muda Alex."
"Silahkan." jawab Cika pasrah.
Tubuh indah Cika sudah melekat gaun mahal, yang terlihat sangat indah dan selaras dengan kulit nya yang putih bersih. dia menatap pantulan wajahnya di cermin besar meja hias, Cika seakan tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. Dia sangat cantik, bahkan tiga orang petugas itu ikut tersenyum kagum.
"Nona benar-benar cantik tanpa didandani pun, namun setelah didandani kecantikan Nona semakin terlihat sempurna." puji mereka.
Setelah pamit pada sang Ibunda tercinta, untuk pergi kesebuah perempuan bisnis, Cika langsung dibawa menuju pelabuhan dimana kapal pesiar mewah sudah menantinya.
"Silahkan Nona, kamu adalah tamu spesial kami malam ini. didalam ruangan khusus itu sudah ada seseorang yang sedang menunggu kedatangan anda." ucap pelayan kapal menunduk hormat seraya mengarahkan arah pandangan Cika. dan memberi jalan terlebih dahulu gadis itu untuk memasuki kapal.
"Te.. terimakasih."
__ADS_1
Cika tergagap, dia sangat canggung dan gugup mendapatkan perlakuan istimewa. Cika berjalan pelan menuju ruangan yang dimaksud, ruangan itu terlihat gelap tanpa cahaya.
Cika ingin terbalik arah, dan membatalkan niatnya untuk melanjutkan langkah kakinya memasuki ruangan tersebut, perasaan bimbang dan risau seperti akan terjadi sesuatu kembali menghantuinya.
"Masuklah nona, tuan muda kami telah menunggumu."
Lampu menyala, namun hanya menyoroti tubuh Cika. lampu itu mengiring setiap langkah kakinya menginjak mawar merah yang seakan menjadi karpet untuknya melangkah mengikuti arah cahaya lampu yang terus menyorotinya.
Mata Cika menatap takjub, bunga mawar merah dibentuk menyerupai hati. yang bertuliskan " I Love You." dikelilingi lilin kecil ditengah-tengahnya.
Gadis itu menutup lama matanya, berharap saat dia membuka matanya nanti. dia sudah terjaga dari mimpi indahnya, namun semakin dia berusaha, semakin kuat dorongan dalam dirinya untuk membuka kembali matanya.
"Anakku sayang, sepertinya ayahmu telah menerima kita berdua, nak." bathin Cika mengelus perutnya.
Cika kembali dibuat kaget, saat lampu ruangan itu menyala sempurna. karena melihat bukan dirinya saja dalam ruangan itu, namun banyak orang termasuk para awak media.
__ADS_1
Cika tidak berani melirik kiri dan kanan, ketika dia merasa seperti dilirik oleh ribuan mata yang menatap fokus pada dirinya yang tengah mengayunkan langkah kaki perlahan, Terdengar bisik-bisik para pengunjung lainya, seolah-olah pusat perhatian mereka hanya tertuju pada kehadiran Cika saja.
"Baiklah hadirin semua, tamu spesial yang sudah kita nanti-nantikan telah datang. Nona Cika." teriak host yang diiringi musik dan tepuk tangan yang meriah.
"Ini benar-benar liburan yang sangat istimewa dan spesial, tidak biasanya Presdir Naga Huang mengadakan pesta semeriah ini, apalagi untuk wanita yang sangat cantik." puji mereka.
"Ya, karena malam ini Presdir kita akan melamar kekasihnya." terdengar ucapan yang lain.
"Kenapa tubuhku jadi gemetaran tidak menentu seperti ini, apa mereka mengatakan Presdir Naga, kenapa bukan Presdir Alexander yang mereka sebutkan?"
Keringat dingin membasahi seluruh tubuh, detak jantung Cika seakan-akan terus berlomba dan ingin copot dari tempatnya, begitu tahu wajah pria yang tengah tersenyum menunggu kedatangannya. Langkah Cika mundur teratur lututnya terasa gemetar, sekarang dia sudah sampai diurutan meja paling akhir, cahaya gemerlapan lampu kapal pesiar semakin memperindah suasana yang selalu mengikuti setiap pergerakan Cika, didepannya Naga sudah semakin mendekat.
"Pasti hanya mimpi, ya aku sangat yakin ini benar-benar cuma mimpiku saja, tidak mungkin pria dihadapanku ini Naga, mana Alex apa yang sudah terjadi padanya?" gumam Cika memejamkan matanya seakan tidak percaya dengan kenyataan. Tingkah Cika membuat Naga mengulum senyum, perlahan dia menyentil kening sang sekretaris musuhnya tersebut.
"Aduuuh sakiiit." ucap Cika spontan sambil meraba keningnya yang terasa perih.
__ADS_1
"Buka matamu Cika, karena tempat ini nantinya akan menjadi momen yang paling indah untuk kita berdua." ucap Naga merasa menang satu langkah dari Alex yang tentunya tengah menunggu kedatangan Cika, dikapal pesiar yang berbeda.